Pada suatu pagi, Hardi di telfon oleh orang tuanya. Orang tuanya meminta Hardi untuk bekerja sampingan, karna orang tuanya sedang butuh uang.
Hardi pun menemukan tempat agar dia bisa bekerja yaitu di sebuah cafe di kota. Hardi pun meminta izin kepada Pak Frathir dan Pak Frathir mengizinkannya.
Hari pertama bekerja kebetulan adalah hari bunga mawar atau "Rose Day".
Di hari itu orang-orang memberikan mawar merah kepada orang yang mereka cintai dan mawar kuning untuk sahabat mereka.
Saat sedang mengantarkan pesanan pesanan di cafe, Hardi melihat Rinda sedang berjalan menuju ke arah kafe. Hardi berniat untuk memberikan mawar kepada Rinda tetapi dia bingung ingin memberikan mawar merah atau mawar kuning.
" Hari ini lupakan persahabatan, katakanlah padanya." ucap Hardi dalam hati.
Saat Hardi akan memberikan mawar merah kepada Rinda, sebuah mobil berhenti di antara mereka, dan keluarlah seorang laki-laki dari mobil itu.
"Darimana saja kau Zaky? Aku sudah menunggumu dari tadi." ucap Rinda.
"Maaf kan aku sayang,aku tadi pergi untuk membelikan bunga mawar ini untukmu." ucap Zaky sambil menunjukkan mawar merah yang besar.
"Baiklah tapi ini untuk terakhir kalinya." ucap Rinda sambil tersenyum.
"Baiklah aku tidak akan mengulanginya lagi,sekarang berikan aku pelukan." ucap Zaky.
"Baiklah Zaky." ucap Rinda sambil memeluk Zaky.
Seketika mawar merah yang di pegang Hardi jatuh saat melihat Rinda memeluk Zaky.
"Zaky, aku akan mengenalkanmu dengan seseorang, ayo ikut aku." ucap Rinda sambil menarik tangan Zaky dan menuju ke tempat Hardi berdiri.
"Hai Hardi aku mau mengenalkanmu kepada Zaky, dia adalah pacarku." ucap Rinda.
" Hei bung apa kabar."ucap Zaky sambil mengulurkan tangannya.
"Hei, aku baik- baik saja." ucap Hardi sambil bersalaman dengan Zaky.
Tiba-tiba HP Zaky berdering dan dia menjauh sebentar. Kemudian Rinda mengajak Hardi untuk ikut bersamanya untuk menonton bersama Zaky.
"Kami akan pergi menonton aku ingin agar kau ikut dengan kami Hardi." ajak Rinda.
"Tidak bisa Rinda...,aku harus bekerja." tolak Hardi.
"Ayolah Hardi." ajak Rinda lagi.
"Tidak bisa Rinda." tolak Hardi lagi.
"Baiklah aku akan pergi bye Hardi." ucap Rinda sambil berjalan pergi.
" Rinda!! Tunggu!!" teriak Hardi.
"Ada apa Hardi?" tanya Rinda.
" ini untukmu Rinda, Happy Rose day." ucap hardi sambil memberikan sepucuk mawar kuning untuk Rinda.
"Terima kasih Hardi,sampai jumpa." ucap Rinda.
"Sampai jumpa" balas Hardi.
Pada malam harinya, Arma dan Dana sedang menghibur Hardi yang sedang bersedih di Gazebo.
"Apa yang akan kau lakukan sekarang Hardi?" Tanya Arma.
"Tidak ada, aku tidak akan menemuinya lagi, aku akan melupakannya saja." jawab Hardi.
"Bagus sekali..." ucap Pak Faran yang ternyata sudah disana sejak lama.
"Kau akan melupakannya hanya karna dia mencintai orang lain, hmmm.. bagus sekali." ucap Pak Faran.
"Maafkan aku pak, tapi ada beberapa orang yang mencintai seseorang tapi cintanya tidak di terima, tidak semua orang bernasib beruntung seperti anda pak." ucap Dana.
Pak Faran langsung melihat Dana sambil tersenyum.
"Setiap hari aku berdoa kepada tuhan agar tidak ada yang bernasib sepertiku Dana, khususnya kalian." ucap Pak Faran.
"Gadis yang dicintai Hardi bisa dilihat dan didengar tawanya, aku tidak bisa melakukan itu" ucap Pak Faran.
"Kenapa tidak pak?" tanya Arma.
"Karna gadis yang kucintai sudah tidak ada lagi..,dia sudah meninggal." ucap Pak Faran.
Mereka pun terkejut.
"Maafkan aku pak." ucap Dana.
"Tidak, tidak apa-apa, sebelum mencintainya aku tidak memberikan syarat bahwa dia akan hidup lebih lama dariku, tidak ada syarat dalam cinta dan tidak ada yang perlu disesalkan, biarlah dia tidak disini bersamaku tapi aku tetap mencintainya, bukan karena tidak ada gadis lain tetapi karena aku tidak bisa melupakan dia dan cintanya, setiap aku merindukannya aku hanya menutup mataku dan dia akan ada bersamaku." ucap Pak Faran.
Pak Faran pun memegang kedua bahu Hardi.
"Kau tidak memberikan syarat sebelum mencintainya kan?jadi hanya karena dia mencintai orang lain kau akan melupakannya, tidak jangan biarkan cintamu semudah itu." ucap Pak Faran sambil menggelengkan kepala.
Hardi pun menganggukkan kepala sambil tersenyum. Pak Faran pun juga tersenyum.
"Cinta itu seperti kehidupan, tidak selamanya mudah dan tidak selamanya ada kebahagiaan, tetapi jika kita tidak bisa menghentikan hidup, mengapa kita harus menghentikan cinta." ucap pak Faran.
Tiba-tiba bel berbunyi,tanda bahwa semua murid harus sudah ada di asrama.
"Sepertinya ceramahku kepanjangan, jika Pak Frathir melihat kalian disini maka kisah cinta kalian akan berakhir sekarang juga, ayo pergilah." ucap Pak Faran sambil tersenyum.
"Selamat malam pak." ucap mereka bertiga.
"Ya, selamat malam." ucap pak Faran.
Pak Faran pun menutup matanya dan menyilangkan tangannya sambil tersenyum. Lalu terdengarlah suara seorang gadis.
"Cinta itu seperti kehidupan tidak selamanya mudah dan tidak selamanya ada kebahagiaan,tetapi jika kita tidak bisa menghentikan hidup mengapa kita harus menghentikan cinta." ucap gadis itu.
Gadis itu pun memegang bahu Pak Faran yang sedang menutup mata.
"Hai." ucap pak Faran.
"Hai." ucap gadis itu.
"Maaf membuatmu menunggu." ucap Pak Faran.
"Tidak apa-apa."ucap gadis itu.
"Mau berdansa?"ucap pak Faran sambil mengulurkan tangan.
Gadis itu pun mengangguk, dan mereka pun berdansa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Is Live
RomansKaran...adalah perguruan tinggi elit di negeri ini. Sekolah ini sangat menjunjung tinggi kedisiplinan dan tradisi. Sekolah yang hanya khusus untuk anak laki laki ini mempunyai rektor yang sangat disiplin, tegas, tidak menyukai perubahan dan tidak pe...
