29 - Pertemuan Singkat

1.3K 100 4
                                    

From : Naufal Azhar

Ketemu yuk? Aku tunggu di Caffe depan butik kamu.

Aku langsung menemui Naufal yg sudah duduk manis di pinggir Caffe itu dengan secangkir kopi hangat beserta cemilan di hadapannya.

"Udah lama ? Maaf sayang, tadi ada pelanggan rewel bgt, jadi yaah..! "

Kalian pasti bertanya apa hubunganku dengan Naufal sekarang kan? Yah, kami resmi pacaran sudah menginjak 1 tahun aku menjalani hubungan dengannya.
Aku memang memutuskan untuk menjalin hubungan dengan Naufal, sesuai dengan kesepakatan juga kita akan sama-sama melupakan masalalu kita dan menjalin masa depan kita.

Sejujurnya, otakku masih sangat memikirkan Aldi. Yah, Aldi tak bisa bilang dari kehidupanku dan juga fikiranku. Namun aku sadar, aku takkan mampu memilikinya. Aku cuma ingin bahagia, kalian pasti berfikir aku menyerah atau pun aku kalah kan? Tapi sejujurnya aku bukan kalah, atau bahkan menyerah akan keadaan. Aku hanya ingin bangkit, hanya ingin membahagiakan orangtuaku, hanya ingin hidup dengan kebahagiaan bukan dengan ketidakpastian.

Kalian pasti berfikir kalau aku egois atau apalah itu, tapi bukan aku egois karena memikirkan kebahagiaaku sendiri, tapi bukannya setiap manusia berhak bahagia? Yah, aku bahagia bersama Naufal. Naufal bahkan membuatku lupa akan satu nama yg selalu menghantuiku, yaitu Aldi. Naufal lah yg memberikanku kebahagiaan, dan apa pantas aku bertahan dengan ketidak pastian dari Aldi? Tidakkan?

"Steffy nikah, kamu temenin aku yah!! "Pintaku, dia mengangguk dan tersenyum.

"Apa sih yg engga buat kamu?! "

"Hahah gombal!! "

"Yaudah, nyari kado yuk! "Ajakku, dan dia selalu saja menuruti keinginanku.

Dia, dia mampu mewujudkan impianku, membahagiakan hidupku dan keluargaku, mengeluarkan aku dari jeratan Cinta yg tak pasti, dan dia adalah Pria yg diinginkan oleh setiap para wanita.

****

"Selamat yah stef, ga nyangka lo ngeduluin gue! Hahah!! "Ledekku, Steffy sangat cantik dengan gaun pengantin yg aku rancang khusus untuknya. Aah, andai saja aku yg duduk disini, dengan Naufal! Semoga saja terwujud. Aku tak ingin memikirkan apa-apa lagi. Yg jelas untuk saat ini aku ingin bahagia, bersama dengan Naufal pria yg tulus mencintaiku dan menyayangiku.

"Thanks beb! Gue doain, lo cepet nyusul deh!! "

"Amiiin... "

Aki bersama Naufal duduk di pojok sambil menikmati hidangan yg sudah dipersiapkan, dan seketika aku tertegun mendapati Aldi yg sudah datang bersama dengan kawanan aku dulu, temen-temen nongkrong kita dulu. Mereka datang kesini, masih lengkap dan bahkan ada yg membawa pasangannya, termasuk dengan Bangkiki.

"Bang!! "Sapaku, Bangkiki melambaikan tangannya dan menghampiriku bersama dengan Kak Laras.

"Salsha ? Aaah, long time no see yah, gimana kabarnya? Emmhh siapa nih? Naufal itu yah? "Tebak Bangkiki aku mengangguk mantap.

"Naufal!! "

"Abangnya Salsha, dan ini pacar gue, Laras!! "

"Jagain incessny Bangkiki yah fal,  jangan buat dia galau!! "Pinta Laras, Naufal hanya tersenyum dan mengangguk

"Kapan kalian nyusul kak?! "Tanyaku, kak Laras malah senyum malu

"Tenanglah, abang pasti bakalan ngasih undangan spesial buat kamu!! "

"Aku tunggu!! "

Matanya tak lepas memandangku, aku tahu dia tengah menatapku dari kejauhan. Yah, siapa lagi kalau bukan Aldi? Tapi, kenapa dia tidak datang bersama Caitlin? Bukannya dia sama Caitlin? Tapi, tunggu! Kenapa Caitlin datang bersama Karel? Apa jangan-jangan ? Astaga.. Kenapa jadi rumit gini?

"Kenapa?! "Tanya Naufal yg mendapatiku tengah kebingungan.

"Engga, kita pulang yuk!! "Ajakku, dan Naufal mengangguk.

Sebenarnya aku memang risih dilihatin terus olehnya, entahlah aku merasa dia sangat memperhatikan setiap gerak gerikku dan bahkan pacarku ini.
Langsung aja aku pamit pulang kepada Steffy agar aku tak melihatnya lagi.

From : 0892*****

Kenapa buru-buru? Segitunya ga mau liat gue lo! -Aldi

Aku menghela nafasku panjang saat mendapati pesan singkat darinya. Entahlah, dia tahu nomer baruku dari siapa, pastinya dari anak-anak.

To : Aldi

Baperan amet jadi cowok pak! Gue ada urusan aja..

Tak butuh waktu lama, pesan ku langsung iya jawab

From : Aldi

Ngeles lo! Itu pacar lo?  Kapan nyusul?

To : Aldi

Undangannya gue kirim ke rumah kalo udah fix dan kalo udah deket!!

Dia tak membalas pesanku lagi saat itu. Biarlah, aku hanya ingin menegaskan saja bahwa aku tak ingin bersamanya tanpa kepastian.

Next Chapter?
Vote sama comentnya yooo

Apakah Dia Mencintaiku ? ( Complete ) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang