Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Chapter 2 -Si Sanpe yang Mabuk-

2.1K 169 11
                                        

Setelah selesai mengajar aku pun ke aula besar untuk makan siang, untung ada Draco, aku bisa menceritakan kejadian tadi pagi dan draco hanya berkomentar..., "sadis sekali, kau sudah membersihkan dapur dan mejanya tapi kau malah di usir olehnya untuk makan di aula". Bukannya membuat ku senang dia malah membuat ku tambah sebal..., Karena tak tau harus kemana lagi, aku pun kembali ke tempat proffesir snape, dan benar saja dia ada di sana menunggu ku "Dari mana saja kamu? ini tugas dan Pr mu dari proffesor yang lain, owh iya dan minggu depan ada ujian praktek pertahanan sihir hitam hari rabu". Aku pun menerimanya "uwahh malasnya, Baru beberapa hari masuk sudah Ujian Praktek saja" batin ku "Ini waktu luang mu sampai malam tapi kamu Jangan kemana-mana sampai kamu menerima perintahku selanjutnya". "Tunggu dulu Proffesor, ini waktu luang ku dan kau tidak seharusnya mengatur kegiatan ku, dan aku tak harus di sini seharian". Balas ku dengan nada lumayan tinggi "Program ini di sebut asisten guru jadi otomatis guru adalah yang tertinggi, kamu tidak usah protes, ini akan membuatnya lebih cepat dan tidak ribet, kerjakan saja tugas mu itu . Kamu tidak akan bisa keluar dari sini pintu ini aku kunci dari luar, dan bila kamu mencoba keluar lihat saja, kelulusan mu di undur 1 tahun". Tanpa basa-basi lagi dia pun keluar dan mengunci pintu ini rapat-rapat "Ahkzzzz sialan!" Karena mengerjakan tugas hanya satu²nya cara meredakan amarahku dan melupakan si Proffesor sombong itu aku pun mulai mengerjakan satu persatu, tanpa di sadari tugas ku sudah selesai semua "Uwahhh capenya, ulangan sihir nanti tentang apa ya?" Aku bergumam sendiri di depan perapian, tiba-tiba perutku bunyi "Aduhh lapar lagi". aku pun ke dapur dan mencari sedikit makanan atau biskuit. Aku tidak menemukan apapun, hanya air putih saja "Bisa mati kalau lama-lama seperti ini". Keroncong perutku makin membesar "Kemana sih dia itu, mengurungku tanpa memberimakan seperti tahanan, tidak ini melebihi tahanan". Aku pun kembali duduk di sofa hijau panjang itu, karena cape dan lapar aku pun tertidur.

#######

Saat aku bangun Kepala ku sakit, perutku masih keroncongan dan anehnya aku ada di kamarku, langsung aku teringat hal terakhir yang terjadi padaku adalah di kurung tanpa makanan seperti layaknya tahanan. Aku pun langsung mandi lalu turun dan ternyata menemukan proffesor itu sedang membaca buku "Proffesor kau tahu apa yang kau lakukan kemarin?" Ia tak melihat ku seperti tak peduli "Kau mengurungku di sini dan tidak memberiku makanan, aku hampir mati tidak aku mungkin akan ma....". dia pun memotong ocehan ku "Itu di dapur ada makanan aku menyiapkanya untuk mu". Tak peduli lagi aku langsung ke dapur dan menyantap makanan ku "Syukurlah..., Bisa-bisa beneran mati". "Sudah selesai?" ucapan dingin itu terdengar lagi "Sudah" nadaku sedikit marah, kau tahu dia tidak minta maaf, aku langsung mencuci piring dan gelas itu lalu merapihkannya "Kau tahu.., Mempunyaimu di sini sedikit membantu juga dan aku tak menyangka seorang pureblood mau melakukannya". Proffesor itu membuka pembicaraan lagi "Maksud mu apa?". aku menjawab dengan sinis "Ya.., Membersihkan kamar, menyapu, mencucipiring dan lainnya, ku kira kau sama seperti si Malfoy anak manja itu". Jawaban itu membuat ku kesal,benar-benar kesal "Kau tahu Proffesor aku ini seorang perempuan, ini adalah tugas dan tanggung jawabku, kalau hanya bisa bermanja-manja saja bagaimana besar nanti, siapa yang akan mau denganku yang hanya tau meminta dan menyuruh!" Aku pun berjalan ke kamar "Dan satu lagi proffesor Ku kira kau itu lebih terhormat, tidak menganggap kasta, walaupun lagak mu itu sombong aku menghormatimu bahkan kau guru favorite ku sejak awal tahun ku masuk, tetapi aku salah, salah besar menganggapmu itu Hebat". sebelum sampai tangga dia menarik tangan ku dan mendorongku ke ujung tembok, aku mencoba melepaskannya "Untuk orang seperti mu kau lebih tangguh dari yang ku duga". jawabnya "Tentu saja Proffesor, dan tolong lepaskan aku ini tidak nyaman sama sekali". Terus mencoba melepaskan tangannya "Bisa kah kau diam sebentar!" Dia marah dan teriak di depan ku, aku takut dan gemetar, aku langsung diam dan melihat lurus ke wajahnya yang kesal itu. "Aku hanya mau minta maaf atas yang kemarin..., Aku hanya tak terbiasa dengan orang baru di sekitar ku, apalagi di rumah ku sendiri, kau anak yang rajin , pintar dan hebat tidak seperti Malfoy itu, aku tak tahu kenapa aku berbicara seperti tadi, tapi sebenarnya niat ku hanya untuk minta maaf, mengurungmu dan bodohnya aku lupa memberimu makan". Aku pun terkejut mendengar itu Dia tidak melepaskan ku dan tetap memojokan ku "Iy... Iya tak masalah..., Ma.. Maafkan aku juga, yang selalu berteriak kepada mu.." Aku gugup karena ku kira dia akan menghukum ku atau bahkan membuat ku mengulang 1 tahun, Dan lebih gugupnya lagi muka profesor itu berbeda ada penyesalan di situ, dan mukanya terlalu dekat dengan muka ku, aku sampai bisa mendengar nafasnya. Posisi ini pun bertahan lumayan lama dan keheningan berhenti saat dia membuka pembicaraan lagi "Apakah kamu pernah menyukai seseorang?". Apa yang terjadi aku tambah kebingunan dan takut "Tid... Tidak , Aku bel... Belum Pernah". Wajah ku memerah dan ketakutan "Kau tahu Tugas dan Pr mu itu sudah selesai semua, Hebat tak kusangka ada orang yangs setara dengan ku saat remaja dulu". Apa-apaan ini dari Bertanya soal pribadi dia mengalihkan ke Tugas dan PR "Ten.. Tentu saja..., Aku tak suka menunda-nunda". Karena aku teringat ini masih pagi dan harus mengajar aku langsung to the point "Proffesor kita ada jam untuk mengajar". "Kau benar, Baiklah persiapkan dirimu, hari ini kita mengajar tahun ke 3 kau ikut bersama-ku". Akhirnya dia melepaskan ku, apa-apan yang barusan itu aku benar-benar tak mengerti apa maksudnya..., dan terlebih lagi sekarang aku tak bisa bersikap biasa, selalu salah tingkah bila aku dilihatnya...

Serverus POV

Saat di kelas aku pun mengajar seperti biasa, hanya saja sekarang ada yang bisa ku suruh jadi aku bisa menghemat energi ku, "Mrs.(L/N)! Bagikan ini kepada anak kelas. Ya Anak-anak kita akan mengadakan Quiz cepat". Aku pun memberikan soal itu ke (Y/N), dan saat dia membacanya dia tampak senang, Quiz pun di mulai tak kusangka soal itu lebih 1 biasanya aku selalu memberinya pas, sisa soal itu di pegang oleh (Y/N) dan ternyata dia mulai mengerjakannya juga..., Tak lama aku memperhatikannya,dia menoleh kepadaku "Ini sudah selesai". Bisiknya, Aku mengambilnya tak tahu mengapa malah memeriksanya, padahal dia tidak mengikuti jelas ini...., Wow dia dapat 100, ku kembalikan dan (Y/N) tampak sangat senang sekali, dia memberikan ku senyuman yang manis..., "Kau curang proffesor, ini pelajaran tahun ke 4 dan ke 5". Tunggu barusan aku memikirkan dia itu manis..., Dan yaa tentang fakta itu, itu memang benar, aku mau melihat kemampuan anak kelas 3. Tak menghiraukannya aku malah terus memikirkan perkataan ku tadi, sambil melihat dan memperhatika (Y/N). Kurasa dia salah tingkah, sebaiknya aku tidak melakukannya lagi, tapi apa-apaan itu Dia manis dan aku juga sempat menanyakan kau pernah suka sama seseorang, aku mungkin mabuk tapi aku sadar kok...., Akkhzzz Baru 3 hari bersamanya tenang severus kau tak mau jadi bahan gosip sekolah karena menyukai seorang gadis

#######

You POV

Setelah selesai mengajar aku dan Proffesor mengarah ke aula besar untuk makan siang, Dari tadi ku rasakan dia memperhatikan ku terus, Senang sih dapat 100 tapi dia membuat ku jadi salah tingkah, aku takut dan terlebih lagi dia bertanya seperti itu akhzz apa-apaan sih. Sesampainya di aula utama aku langsung duduk di meja Slytherin bersama Draco, aku pun menceritakan hal tadi "Yang benar kamu?!" Dia setengah teriak dan hampir membuat satu aula menoleh kearahnya "Iya seriusan, dan tolong jangan teriak bikin malu saja, bagaimana bila si Snape itu tahu aku menceritakan kepadamu ,kau mau jadi incaran detensi dia tiap hari?" aku menjawab "Ini tak masuk akal, aku pun tak percaya benar-benar tak percaya, tapi menurut ku lebih baik kau berhati-hati, jaga jarak dengannya, kau ini perempuan dan dia laki-laki dewasa, bisa-bisa kau di apa-apain lagi" jawab si Malfoy "Yaa aku tau..., Tapi bila itu terjadi dia akan pergi ke Azkaban karena melanggar aturan program ini". Aku langsung melanjutkan makan siangku dan menoleh kepadanya, tak ku sangka dia pun sedang menatap ku lagi, aku langsung saja menghabiskan makanan ku dan pergi dari situ menuju kamar ku, aku tak mau kena marah lagi, sampai di sana tak ada siapa-siapa, karena aku tak bisa masuk, aku pun menunggunya duduk di depan pintu...., dan terlelap lagi

NEXT

My Recentful TeacherCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang