Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Chapter 4 -Draco yang Aneh-

1.3K 128 4
                                        

(Y/N) POV
Semalaman aku belajar Expecto Patronum, Yaa aku sudah hapal betul  sampai ke seluk beluknya tapi itu dalam teori, Prakteknya uwahhh 0, Aku tak bisa melalukan ini..., Sudah lah istirahat dulu "Ingat lah hal yang paling indah, lalu rasakan itu dalam jiwa, pikiran dan tubuh mu, maka akan tercipta Patronus mu". Aku mengoceh tentang tips melakukan Patronum, Yaa sudah ku coba memikirkan bagaimana senangnya aku bersama keluarga ku, tapi gagal, patronum ku tidak berbentuk "Druakk" Aku kaget, langsung aku keluar "Proffesor?" Ku ulang beberapa kali tetapi dia tidak menjawab, "mungkin keluar" pikir ku, yasudah lah, karena bosan di kamar, aku pun duduk di sofa  hijau, lalu aku mengulang mantra itu berkali-kali, lagi dan lagi sampai "Kau mau menghancurkan tempat ini Mrs.(Y/N)". Ahhh, tak usah bertanya lagi, itu pasti Proffesor Snape, "Tenang lah Proffesor aku hanya berlatih Expecto patronum, Proffesor habis dari mana?". Yaa aku sudah muak belajar ini karena gagal terus, dan aku butuh teman untuk berbicara, biar lah dia mengoceh atau marah, aku benar-benar sudah bosan dan butuh teman. "Tidak ada gunanya memberitahu mu, tidur lah.., besok kan kau belajar seperti biasa". Tentu saja dia akan menjawab itu "Aku tidak mengantuk, dan aku bosan...". aku tak melihatnya, bisa-bisa aku salah tingkah..., "Bosan? Bosan adalah awal dari malas". Uwahh jawabannya bikin tambah bosan, aku langsung memcoba patronum ku lagi dan aku tak memperdulikannya, percuma saja, dia itu dingin sedingin-dinginnya es kutub, nyesel curhat sama dia. "Ku kira kau adalah Mrs.Perfect yang selalu bisa dalam sekali baca". Yaa dia menyindirku, "Tentu tidak, aku juga manusia yang harus berusaha untuk mendapatkan yang ku ingin". Jawab ku lemas "Butuh bantuan?". Tunggu dulu dia memberi bantuan aku tak akan tertipu lagi, saat dia baik kepada ku pasti ada saja hal aneh terjadi, tidak-tidak, "Tidak usah, Selamat malam proffesor". dengan menolak tawaran itu mentah-mentah aku langsung kembali kekamar, ganti baju lalu tidur.

#######

Esoknya aku bangun jam 4 seperti biasa aku langsung mandi dan menyiapkan buku, karena hari ini jadwalku sekolah seperti biasa, untung saja sorenya ada pertandian Quidict melawan Griffindor, aku bisa menghapus bosan ku, karena malas ke aula menunggu sarapan, aku lebih baik ke dapur besar hogwarts dimana para peri sedang masak dan menyiapkan sarapan untuk anak-anak lain, aku meminta bahan makanan untuk ku masak sendiri pada salah-satu peri, lalu aku langsung kembali dan memasaknya, simpel saja aku hanya memasak sayur dan udang yang ku tumis untuk lauk pagi ini, yaa karena bahan-nya banyak sekalian juga ku buatkan untuk proffesor snape, tak lama masakan ini sudah jadi, aku pun menaruhnya di piring besar, dan tidak lupa mengambil nasi untuk kita berdua. Karena aku tidak mau melihat wajah si Snape pagi ini aku langsung memakan sarapan ku dan langsung pergi dari situ menuju ke kelas, aku tahu itu masih pagi sekali, yaa aku berjalan sangat pelan sambil menikmati pemandangan....

#####

Severus POV

Aku pun turun, ada yang aneh pagi ini, kenapa rumah ku wangin dengan masakan, padahal aku belum memanggil Dobby untuk mengantarkan sarapan ku. Langsung aku menuju ke dapur karena memang dari situ asal wanginya, ku lihat 1 buah piring yang isinya simpel sekali, hanya nasi dan tumisan sayur dengan udang..., Selama ini aku selalu memanggil Dobby untuk membawakan ku sarapan tapi kenapa sarapannya datang duluan, atau mungkin.... "Dobby!" Dia pun datang dengan membawa 1 buah piring sarapan, Langsung ku terima, dan sekarang aku tahu, (Y/N) sengaja membuatkan ini kepada ku agar dia bisa memasukan sesuatu yang aku tidak tahu, "Dobby!" Sekejap Dobby pun datang lagi "Ya tuan?". "Coba kamu cicipi makanan ini". "Apa tuan? ini untuk dobby?". "Kamu tidak dengar!  cepat makan!". Dobby pun memakannya, kurasa dia kegirangan, yaa Peri memang tidak pernah di suruh makan sama tuannya. "Bagaimana rasanya?". "Sangat lezat tuan". "Apakah ada yang mencurigakan dari makanan ini, ada campuran yang seharusnya tidak ada di makanan ini?." Karena sangat penasaran dan aku tidak mau terpengaruh lagi oleh (Y/N) jadi ku pastikan makanan ini "Tidak tuan, yang ada di makanan ini hanya Sayur yang di tumis, Udang, dan sedikit penambah rasa". "Baiklah Dobby bawa pergi sarapan dari mu, aku akan memakan Sarapan buatan (Y/N)."Aku tidak mau ambil resiko. jadi ku makan saja, tak kusangka Lezat sekali, aku suka ini, rasanya seperti di buatkan Masakan oleh ibu ku.

######

(Y/N) POV

Setelah belajar dan mengumpulkan tugas aku pun langsung ke lapangan Quiditch untuk melihat pertandingan Slytherin vs Gryfindor, Seharusnya aku bermain menjadi seeker sekarang tapi karena program bodoh ini aku tidak boleh bermain, ngomong-ngomong soal posisi yang menggantikan ku adalah Draco. "Kemana dia ya?". Aku mau menyemangatinya "Hey, Jangan marah yaa karena kamu tidak bisa bermain, apalagi posisi mu di gantikan oleh ku". Si Malfoy itu mengagetkan ku, yaa pasti deh Draco bilang begitu. "Aku sih tak masalah, tapi kalau kau kalah sama si Potter itu lihat saja hukuman mu...". Sedikit tak rela juga membiarkan dia menggantikan ku, apalagi saat lawannya Gryfindor "Tenang serahkan saja padaku, si Potter itu pasti kalah telak, aku janji". Semoga saja yang dia katakan itu benar "Semangat, aku percaya padamu". "Dahh sampai ketemu di lapangan". Dia pun memeluk ku sebelum pergi ke pertandingan. Tak menghiraukan itu aku langsung mencari tempat duduk untuk menonton Pertandingannya, susah sekali ramainya bukan main. "Lebih baik kau di samping ku Mrs.(Y/N)". Aku di tarik oleh Snape dan duduk di sebelahnya "Kenapa kau tidak duduk bersama guru yang lain?". Aneh rasanya bersama dia terus "Yaa, memang aku tidak boleh duduk bersama murid? lihat Mr.Hagrid saja duduk bersama Mrs.Granger dan Mr.Weasley". "Itu sih beda Proffesor" gumam ku dalam hati, "Owh iya Proffesor, apakah kau suka sarapan buatan ku?". "Aku tidak terbiasa dengan sarapan dengan nasi, tapi itu lezat". Lezat yes... dia menyukainya "Itu kebiasaan di rumah ku, Baiklah besok akan ku buatkan lagi". Aku pun tersenyum kepadanya, Setelah itu kita berdua menikmati pertandingan, Yaa walaupn Slytherin kalah (Lagi) setidaknya ini hiburan paling menyenangkan dari pada di rumah snape itu. "Baiklah Proffesor, sampai nanti". Aku pun pergi dari pandangannya menuju ke aula besar untuk makan malam. "Draco sebelah sini". Draco pun duduk sebelah ku "Dasar, katanya bakalan menang melawan si Potter". Aku pun menagih janjinya itu "Lain kali, saat itu aku tidak serius". Draco mengelak, aku pun mengklitikan perutnya sampai iya tertawa terbahak-bahak "Sudah-sudah memalukan, Lain kali oke". Draco pun mengusap-usap tanganya di atas kepala ku dan tersenyum "Baiklah, tapi sebagai gantinya belikan aku coklat ya". "Iyaa, ku belikan 10 deh, Kau tahu (Y/N) belum ada 1 minggu aku sudah kangen dengan mu, semua terasa membosan kan, bahkan mata pelajaran kesukaan ku pun terasa membosankan". "Kenapa tidak kau ganggu saja si Potter dan kawannya?" tanyaku "Entah lah.., Bila tidak bersama mu semua hal jadi tidak menyenangkan." Ada apa dengan Draco yaa "Baiklah..., Hari Sabtu kita ke Hogsmed berdua saja gimana?, sekalian beli coklat." "Okay ,ketemuan jam 9 ya di depan pintu asrama." Dia pun tiba-tiba memeluk ku lagi "Kau ini jadi suka memeluk, kenapa tidak kau peluk saja Grabe atau Goyle, owh iya jangan lupa belikan 10 coklat untuk ku". Aku pun melepaskan pelukannya  "Amint-amit deh..., Iya tuan putri." Jawab Draco sambil mencubit pipi ku. Lalu kami pun makan malam, setelah itu Proffesor Dumbeldor memberikan hasil Quidicth tadi, menyebalkan melihat Gryfindor menang di awal pertandingan Quiditch tahun ini. Setelah makan malam aku mengantar Draco dahulu ke asramanya "Baiklah sampai ketemu hari minggu". Dia pun mencium pipi ku lalu pergi. Mungkin dia benar-benar kangen, dan ini buktinya, yaa tidak apa-apalah dia kan teman ku, aku juga kangen sih bersamanya itu seru. Dari situ aku langsung ke dapur besar untuk meminta bahan makanan untuk ku masak, sama seperti kemarin saja deh, lagi pula snape menyukainya. Setelah itu aku langsung ke tempat Snape, sesampainya di sana snape sudah ada, aku merasa dia sedang marah, kesal, dia tak mau di ganggu jadi aku langsung mengucapkan selamat malam kepandanya lalu mandi dan tidur.

NEXT

My Recentful TeacherCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang