Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Chapter 9 -Patronum yang sama-

1K 101 22
                                        

"Huaaaahh...." Ternyata aku ketiduran tadi. Aku pun bangun dan mencari Snape di sekitar lab, ternyata dia tidak ada, yang ku temukan malah secarik kertas berupa tulisannya "Jam 5.., ini sudah jam 6.20, akhzzz aku telat bahaya ini..., bisa kena marah nih" Tanpa memikirkan penampilan yang masih berantakan ini aku berlari menuju menara astronomi sekencang mungkin. Sesampainya di sana "Krucuk..,krucuk" suara perut ku keluar kencang sekali.Snape memandangku dengan sinis tanpa berkata apa-apa. "Maaf Proff, aku ketiduran, hmm.., sebaiknya latihannya di batalkan saja, lagi pula sebentar lagi masuk jam malam" Ujar ku yang terengah-engah karena masih capek sehabis berlari. "Dobby!" Ujar Snape, Dobby pun datang membawa 1 buah makanan dan jus labu. "Cepat makan" ujar Snape. Aku pun makan secepat ku bisa, dia pasti marah karena aku telat hampir satu jam setengah. "Baiklah ayo mulai latihannya" ajak Snape. "Maaf Proffesor Snape karena telat" ujar ku memelas "Sudahlah, lebih baik telat dari pada tidak datang sama sekali, lagi pula besok ujiannya, berlatihlah dengan benar" Jawab dia santai. Aku tersenyum lega "Sebelum itu, rapihkan dulu penampilan mu, berantakan sekali sih, perempuan juga" Ledek Snape. Aku langsung merapihkan penampilan ku dan langsung berlatih. Saat berlatih ku kira Snape akan melatihku dengan keras, memarahi ku kalau tidak bisa dan salah ternyata tidak, dia lebih lembut dan mengerti akan kemampuan ku. "Hmmm..., ada yang salah dengan mu, kalau si Malfoy bisa mengeluarkan mantra itu dengan mudah kenapa kamu tidak" ujar dia di tengah-tengah latihan. "Sudah lah Proffesor Snape, sudah satu jam lebih kita latihan, kalau ketahuan Mr.Flitch bagaimana?" jawab ku. "Kamu menyerah" tanya dia sambil melangkah perlahan mendekat kepadaku "Hanya karena takut ketahuan oleh Flitch? Huh? Benarkah itu?" Tanya dia yang terus memojokan ku sampai mentok ke dinding, dia mendorongkan tangannya ke tembok itu, sampai aku tidak bisa kemana-kemana, snape mendekatkan wajahnya ke wajah ku..., dan "Peluk aku" Ujar dia berbisik, karena kaget aku tidak melakukan apa-apa tetapi dia memeluk ku dan membuatku berada dalam pelukannya, aku pun memberontak "Sshh.." Ujar dia berbisik lagi. Apa-apan ini namanya pelecehan saat aku mau teriak "Eyyy..., Proffesor Snape apa yang kau lakukan di sini?" Tanya seorang laki-laki. "Kau tidak lihat aku sedang bersandar pada tembok" Jawab Snape dengan santai "Huh! Ternyata Snape bisa capek juga" jawab dia meledek, sepertinya aku tahu siapa dia, suara menyebalkan itu. "Well.., aku Proffesor tersibuk di sini, tidak seperti mu, yang hanya bisa koar-koar kemampuan untuk jadi terkenal, padahal skill mu di bawa si Malfoy" jawab Snape dengan sangat sinis. Aku pun tidak mendengar suaranya lagi, yang ku dengar hanya detak jantungnya yang sangat cepat, beradu dengan detak jantungku. Tak lama dia pun melihat ku, mukannya sedikit memerah dan melepaskan pelukan ku secara spontan. "Mungkin kamu benar juga, bahaya kalau sampai ketahuan Proffesor lain, bisa jadi gosip yang tidak-tidak" ujar dia dengan santai. Suasana jadi canggung, aku tidak bisa menahan rasa maluku lagi, mungkin saat ini muka ku benar-benar merah..., "Jangan baper please,dia yang tadi itu sebenarnya Snape sedang melindungi kita berdua dari proffesor yang terkenal bodohnya yaitu lockhart" ujar ku dalam hati.

Rasanya beda sekali, aku tidak bisa memandangnya seperti biasa lagi, setiap kali melihat dia atau bahkan hanya jubahnya hati ku berdetup dengan kencang, merasa malu dan jadi salah tingkah kalau dia melihatku balik. "Hey.., ngapain bengong, ayo cepat" ujar dia. Kami pun turun menuju rumah snape.., di perjalanan aku tidak bisa melihat satu titik cahaya sama sekali, hogwarts benar-benar gelap karena aku tidak tahu harus berjalan ke arah mana "Proffesor..." Sahut ku pelan, "Proff.." "Shhhsss.., sini pegang tanganku." Jawab Snape berbisik. Di malam yang gelap ini, kami berdua berpegangan tangan menuju rumah. Tangan dia besar dan hangat, aku benar-benar tidak mau melepaskannya, hati ku benar-benar berdetup dengan kencang, ingin sekali di peluk seperti tadi. Itu lah pikiranku saat ini bila bersamanya... "Hei.., lepaskan kita sudah sampai" Sahut Snape. Dengan spontan aku melepaskan genggamannya "Kalau gitu terimakasih banyak ya Proffesor atas latihannya, selamat malam" ujar ku tanpa melihatnya. Aku langsung menuju ke kamar dan terbaring di kasur. "Kenapa bisa gini? Yang benar saja aku menyukai Snape?" sahut ku pelan sambil memengang dada ku yang dari tadi berdetup tanpa henti. "Sudah lah sebaiknya fokus untuk ulangan besok..., Akhzzz expecto patronum" teriak ku, aku benar-benar tidak tahu apakah ini akan berhasil atau tidak dan ternyata......., keluar lah se-ekor rusa betina berwarna biru yang berlari-lari mengelilingi ku, Aku benar-benar senang, aku pun teriak-tiak di kamar sendiri sampai-sampai. "Hey berisik tahu!" Snape mendobrak pintu kamar ku. Aku membuka pintunya dan tersenyum "Lihat ini" ujar ku dan Rusa betinaku keluar dari kamar, berlari di atas kepala kita. Tanpa sadar aku memeluknya dengan erat "Terimakasih Proffesor, Terimakasih, kalau bukan karena mu patronumku tidak akan sempurna" ujarku kegirangan.

Severus POV

Aku benar-benar kaget, terdiam dalam pelukan Mrs.(Y/N). Ingin rasanya memeluknya kembali "Expecto patronum" sahut ku menambahkan. Keluarlah se-ekor rusa betina lainnya, tak lama (Y/N)  melepaskan pelukan dan mungkin dia tersadar akan perbuatannya. "Emm.. aku.. ehhh.., Maa... Emmm Yaa.." (Y/N) Membuka pembicaraan. Muka (Y/N) Benar-benar merah, dia tidak tahu akan berkata atau berbuat apa.., suasana benar-benar canggung, aku hanya melihat dia yang salah tingkah, itu sangat imut. Aku pun menyentuh pipi kanannya..., Ekspresi (Y/N) tambah malu dan tentunya kaget, wajah dia benar-benar merah dan hangat. "Boleh aku memelukmu?" ucap ku dengan lembut. (Y/N) Tersenyum tipis dan mengangguk pelan. Aku pun memeluknya perlahan, menaruh kepalanya di atas pundak ku, mengelus-elus rambutnya. "Aku menyukaimu" ucap ku berbisik.

NEXT

My Recentful TeacherCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang