Tahun ke-4 pun di mulai, pagi itu aku sudah siap untuk pergi ke Hogwarts dengan ibu dan ayah ku, aku pun di antar oleh mereka melewati tengah² tembok 9 dan 10 kami pun sampai di peron 9 ³/⁴. "Baik-baik ya di sana." kata ibu, aku pun memeluk mereka dan siap untuk naik ke kereta.
####
"Hei, boleh ku duduk di samping mu?." tanya Draco "Tentu, kau kan teman ku." Yaa saat seleksi masuk Hogwarts aku masuk ke asrama Slytherin, tenang aku tak akan menjadi seperti you-know-who (Voldemort) walaupun aku suka sihir hitam. "Hei..., Aku dengar kementrian mempunyai program baru untuk seluruh sekolah sihir dunia." Seru Draco "Program seperti apa?, ada-ada saja. Aku sih puas dengan ilmu sihir hitam, tak usah menambah dengan mata pelajaran atau program lainnya." jawab aku "Ya itu memang ke sukaan mu, sampai guru², terutama Proffesor Dumbeldor mengawasi mu. Tapi program ini kategori wajib, bukan matapelajaran, aku tidak di beritahu ayah ku sepenuhnya, katanya tunggu saja sampai Hogwarts, bila terpilih kau akan sengsara." Aku hanya mendengarkan ocehan Draco itu, tak peduli karena aku hanya menunggu untuk sampai ke sana
Sesampainya di Hogwarts seperti biasa kami semua langsung menuju aula utama untuk menyambut murid tahun ajaran baru, dan karena itu salah satu jadwal wajib di hogwarts."Malasnya." Batin ku.
Setelah Murid-murid selesai di seleksi Professor Dumbeldor pun membuka pidatonya "Baiklah, selamat datang di Hogwarts anak-anak, langsung saja ya... Kementrian membuat suatu program baru yang di sebut Asissten Proffesor, program ini bertujuan agar salah satu murid bisa langsung menjadi Aururor, Proffesor atau Mentri saat lulus nanti, maka dari itu kami akan memilih salah satu murid tahun ke-4 dari masing-masing asrama untuk tinggal dan menjalankan tugas dengan kepala asramanya sekarang, owh iya bila yang terpilih itu tidak sanggup menjalankannya selama 1 tahun pembelajaran, murid tersebut harus mengulang atau tidak akan naik kelas dan ada kemungkinan murid itu terpilih lagi." "Uwahh tidak, program apaan ini, merepotkan." seru ku ke Draco "Apa yang di kataka Ayah-ku benar, Selamat deh siapapun itu yang terpilih, dan semoga saja itu bukan aku." Draco menjawab.
"Baik kita mulai, Untuk asrama Gryffindor Mrs.Granger kau akan tinggal dengan Proffesor Lupin, Huffelpuff Mrs.Bones akan tinggal dengan Proffesor Sprout, Revenclaw Mr.Goldstein akan tinggal dengan proffesor Flitwick dan yang terakhir Mrs.(L/N) akan tinggal bersama Proffesor Snape, itu saja yang saya sampaikan jangan lupa untuk menjalankan tugas-tugasnya, selamat malam dan selamat makan." Ujar proffesor Dumbeldor "Akhzz apa-apaan ini aku terpilih, merepotkan apalagi dengan snape itu walaupun dia kepala asrama ku aku tak suka dengannya tapi bagaimana lagi jalani saja deh." Ujar ku dalam hati "Sabar ya hehehe untung bukan aku tak terpilih." Ejek Draco, Tak menghiraukan itu aku langsung memandang Proffesor Snape yang juga sedang melihat ku dengan tampang dinginnya itu.
####
Aku pun memindahkan barang² ku, karena di peraturan ini tertulis, murid yang terpilih harus tinggal bersama kepala asramanya, saat sampai di depan rumahnya, aku tidak di bukakan pintu, sudah ku ketuk-ketuk pintunya tapi tidak ada jawaban, padahal jam malam sebentar lagi habis, menyebalkan sekali ini hari pertama terburuk ku di Hogwarts. Sebenarnya aku mau mencari dia tapi aku takut bertemu Flitch repot lagi deh urusannya. Setelah 1 jam menunggu di depan pintu ia pun datang. "Hei.... Minggir kau jangan menghalangi jalan!" Aku terbangun, karena terlalu lama menunggu aku ketiduran "Dari mana saja Proffesor, kau tahu aku menunggu mu di depan selama 1 jam." Ia tak peduli "Pindah kan barang-barang mu itu lalu tidur, kamarmu di atas sebelah kiri dan jangan berisik." Ia tak menjawab pertanyaanku dan malah mengoceh, yaa aku bisa apa, saat mau membuka pintu kamar. "Bangunlah sebelum jam 6, bila tidak aku akan membuat mu mengulang 1 tahun lagi." Akhzz membuat ku tambah kesal saja, aku pun masuk, karena sudah lelah dan kesal aku langsung tidur tanpa ganti pakaian dan menata barang-barang ku.
Aku terbangun jam 2 pagi karena mendengar suara yang lumayan keras, keluar dari kamar ku lihat Proffesor itu menjatuhkan salah satu kuali kosong. Untung ia tak melihat ku langsung saja ku kembali ke kamar dan tidur "Dia tak ada lelahnya ya." sahut ku sebelum aku terlelap kembali.
####
Esoknya aku sudah bangun jam 4.00 pagi, langsung aku mandi setelah itu merapihkan kasur dan menata barang-barang ku, saat itu masih jam 4.30 pagi, dia belum bangun juga, aku pun turun dan melihat seisi ruangan itu, karena semalam tak terlihat jelas, ada sofa hijau di depan perapian mungkin untuk tamu, lalu di pojok ruangan ada meja dan sofa kecil, di belakang sofa itu ada rak buku lumayan besar, meja itu berantakan sekali buku-buku bertumpukan kertas-kertas berserakan dan tinta yang berceceran, yaa karena aku tak suka bila tidak rapih akhirnya ku tata dengan benar dan ku bersihkan setelah selesai aku langsung menelusuri dapur, Dapur itu tidak terawat debu lumayan tebal, sebenarnya masih layak pakai, mungkin jarang di pakai. Di dapur itu ada meja lumayan besar dan satu kursi, di atas meja itu ada kuali yang kemarin aku lihat tapi sekarang beda ada isinya, pastinya ramuan tapi aku tidak tahu itu ramuan apa, tak berbau warnanya hitam kelam, mungkin berbahaya. Karena aku tinggal di sini dan aku tidak suka kotor, aku bersihkan dapur itu...., saat aku mau memindahkan kuali itu untuk membersihkan meja tiba-tiba "Hei! Apa yang kau lakukan!" aku terkejut dan hampir saja menjatuhkan kuali itu, "Aku hanya membersihkan dapur mu Proffesor, dan meja ini adalah yang terakhir." jawab ku "Taruh kuali itu di meja depan dan jangan tumpahkan isinya." ujar dia, Aku turuti saja malas meladeninya masih pagi sudah ngoceh. "Dobby!" Tiba-tiba muncul peri dengan satu buah piring sarapan "Kalau kamu mau sarapan ke Aula saja sana." Jahatnya..., Padahal sudah ku bersihkan meja dan dapurnya, saat mau keluar "Jangan lupa cepat kembali, banyak tugas yang perlu kau selesaikan." Tak bisa mengelak aku hanya mengikuti perintahnya.
Sesampainya di aula tak ada siapa² di sana, aku pun ke meja Slytherin dan duduk untuk menyantap makanan yang di saji, setelah itu aku langsung kembali ke ruang Proffesor Snape. "Hei ini materi untuk jam ke 1 - 4 di kelas tahun ke 2, kau yang akan mengajar, aku ada urusan dulu dengan proffesor Dumbeldor." "Tunggu dulu maksud mu aku harus menjadi proffesor untuk menggantikan mu?" jawab ku "Apakah yang baru saja ku katakan itu tidak jelas? atau pendengaran mu sudah hilang?, jangan telat, ku yakin kau sudah hapal materi ini, dan ini tugas mereka berikan setelah pelajaran selesai." Apaa-apaan ini baru hari pertama sudah harus menggantikan dia yang sombongnya tak tertolong.
####
Setelah rapih-rapih aku pun ke kelas tahun ke 2 untuk mengajar Ramuan, murid-murid di sana merasa aneh dan sedikit lega, saat ku tanya pada semua murid kalian lebih suka di ajar aku atau proffesor snape mereka semua menjawab lebih suka di ajar aku, walau terkadang aku kewalahan menjawab pertanyaan dari beberapa anak yang pinternya bukan main, setelah itu aku memberikan mereka tugas dan memperingati bahwa yang akan menilai tugas ini bukan aku, mereka semua langsung merasa kecewa setelah mendengar itu, Aku hanya tersenyum dan merasa tid
ak enak juga. "Seru juga ya kalau di suruh mengajar" batin ku.
NEXT
KAMU SEDANG MEMBACA
My Recentful Teacher
Hayran KurguSaat masuk tahun ke-4 ku di Hogwarts ternyata kementrian melaksanakan program baru yang di sebut asisten Proffesor, nah... murid tahun ke-4 lah yang di pilih dan disuruh mengikutinya, kalau tidak murid itu tidak akan naik kelas. Aku pun terpilih m...
