"Telfon Adrian atau enggak ya?" Zara terus mondar-mandir di balkon rumahnya, sudah 1 jam ia disana semenjak sehabis sholat maghrib.
Zara begitu gelisah tak menentu, perasaan bersalahnya semakin mejadi-jadi, ia tak tau harus berbuat apa kali ini. Dia sudah pesimis duluan sebelum mencoba berbicara pada Adrian, ia sudah beranggapan bahwa Adrian tidak bisa mempercayainya lagi.
Disisi lain, Adrian sedang berbaring di sofa yang berada di kamarnya sembari memainkan ponsel nya. Ternyata, ia sedang membuka gallery yang isinya adalah foto-foto masa kecilnya, bahkan ada foto Zara juga disana.
"Lia, kenapa sih lo gak pernah cerita soal lo sama Alex? Apa yang gua lewatin selama ini? Apa gua kritis berbulan-bulan sampai ketinggalan info kayak gini? Ya tapi kan lo bisa cerita sama gua Li, atau enggak plis, jangan bohongi gua dengan alasan Alif mau jemput lo, gua gak suka lo bohongin gua kayak gini. Setidaknya kan, kalau lo gak mau pulang bareng gua lo jujur aja, itu lebih baik ketimbang lo bohongin gua"
Adrian terus berbicara pada ponsel nya yang sedang menunjukkan foto Adrian yang sedang memeluk Zara. Ia juga menunggu penjelasan Zara tentang semua ini, karena Adrian optimis, bahwa ini semua hanya kesalah pahaman, tapi Zara tak kunjung menghubungi Adrian.
☆
"Kakak!"
"Apa sayang?"
"Kakak ngapain disini?"
"Enggak kok gak ngapa ngapain"
"Turun yuk! Mamah udah buat makanan"
"Zoeey duluan aja ya, bilang sama mamah kalau kakak makannya belakangan"
"Oke kak" Zoeey pun turun dan meninggalkan gua seorang diri (lagi) di balkon.
Duh, gua mesti apa coba ke Adrian? Jelasin gitu? Kan kalau gua dicuekin kitati. Telfon enggak ya? Chat aja apa? Ehh enggak, kalau chatan malah makin rumit. Duh elah, inces harus gimana iniiiiii aaaaaaaaaa pusing tau gak gaes, lebih pusing daripada mikirin rumus fisika. Argh.
Tiba-tiba handphone gua bergetar dan berbunyi pertanda Line masuk. Gua langsung buka pola, dan masuk ke aplikasi Line.
Zio send a message for you
Darimana aja lu?
Zio : Ra?
Zaramalia : Wat?
Zio : Besok ada waktu kagak?
Zio : Ada yang mau gua omongin
Waduh ketos mau ngomong apaan ini?
Zaramalia : Tentang apa Zi?
Zio : Nanti gua jelasin
Zio : Ada waktu luang gak?
Zaramalia : Kapan sih maunya? Istirahat?
Zio : Pulang sekolah deh, sekalian kita makan siang bareng gimana?
Zaramalia : Yaudah gua kabarin lagi nanti ya
Zio : Oke syiap
Zio : Btw, ada yang gak bilang bilang nih kalau baru jadian?:p
Aihh info nya cepat beredarrrr
Zaramalia : Paan sih Zi, siapa yang baru jadian?
Zio : Ohh gitu ya, gak mau cerita cerita ke gua yaa gitu ya
Zio : Gapapalah
Zaramalia : Iya iya, jangan marah dong ah, dasar baperan:p
Zio : Nanti kalau pacar lo nyakitin lo, lapor aja nih sama gua, biar gua yang balesin
Zio : Enak-enaknya macarin anak orang terus nyakitin seenak jidatnya
KAMU SEDANG MEMBACA
Hold On [Completed]
Teen Fiction"Gua bakal selalu mencintai lo! Gua terima kalau nanti gua harus menerima seribu pisau tajam dari lo!" Bermula dari putusnya hubungan Zara dengan Ken. Lalu berlanjut pada ketidak pastian beberapa laki-laki yang sedang dekat dengannya. Awalnya Zara...
![Hold On [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/94320588-64-k117128.jpg)