Author's Pov
Junhee menunggu di halte depan kampus bersama beberapa mahasiswa lain yang juga bergabung dalam kegiatan bazar. Waktu menunjukkan pukul 22.00 WIB. Ia sudah menunggu sekitar 20 menit tapi Mark belum juga datang menjemput. Ia hampir frustasi karena satu per satu teman yang menunggu bersamanya sudah di jemput.
Dengan kesal ia menghubungi Mark. Sekali.. Dua kali.. Tapi tak ada jawaban. Sialnya lagi batrei ponsel sudah lemah dan kalau harus men-charge sekarang, tidak mungkin.
"Sialan! Udah malem gini Mark nyasar dimana sih." Umpatnya seraya membatin sumpah serapah lainnya untuk Mark.
Ia melihat ke jalanan. Tak ada tanda bahwa kendaraan semacam ojek ataupun taxi lewat. Lagi pula ia juga takut untuk naik kendaraan umum jam segini. Ia makin bingung dan rasa kesalnya meningkat.
Sebuah mobil hitam yang tak asing, berhenti di depan halte. Si pengemudi menurunkan kaca mobilnya dan Junhee pun melihatnya. "Ayo masuk!." Ajak Hanbin dengan senyum lebarnya. Menunjukkan cekungan manis di pipinya.
Junhee masih diam dan menatap dengan ragu.
"Masuk sini, J. Lo ga mungkin nunggu Mark. Dia ga akan dateng." Hanbin masih tersenyum.
Junhee masih ragu untuk ikut dengan Hanbin sekalipun statusnya masih pacar resmi.
Hanbin berdecak kemudian tersenyum ringan. Ia turun dari mobilnya dan membukakan pintu untuk Junhee.
"Silahkan, tuan putri." Katanya.
Junhee menatap takjub kemudian masuk ke dalam mobil dan memasang sabuk pengaman.
"Jadi, kita mau kemana dulu?." Tanya Hanbin ringan seraya menjalankan mobilnya.
"Pulang lah, B. Emang mau kemana lagi? Udah malem. Gue capek." Jawab Junhee.
Hanbin mengangguk. "Oke. Kita pulang."
Junhee mengamati Hanbin yang masih menyetir dengan tenang. Dia sangat hafal jalan ke rumah Junhee. Untungnya jalanan tidak macet sehingga ia bisa mengemudi dengan nyaman.
"Kenapa ngeliatin gue sampe gitu banget?." Tanya Hanbin sambil fokus menyetir.
"Heran aja sama lo, B. Makin hari lo makin ajaib." Jawab Junhee kemudian mengalihkan pandangannya ke jalanan.
"Makin ajaib gimana?." Balas Hanbin.
"Sebentar lo lemah.. Sebentar lo super baik.. Sebentar lo jadi plin plan.. Gue ngerasa ga ada kepastian di antara kita. Hubungan kita seperti berada di atas es tipis yang nunggu waktu. Antara membeku atau pecah kemudian tenggelam."
Hanbin tersenyum kecil.
"Gue juga gatau. Udah terlalu stres." Jawabnya ringan.
KAMU SEDANG MEMBACA
1004 : kth [End]
Fanfiction"Sebelum janur kuning melengkung, siapapun bisa nikung." -Taehyung- "Dia pacar pertama dan cinta pertama gue. Dia.. Kim Hanbin." -Junhee- "Setahun sama lo bukan sebuah pelarian." -Hanbin- ©VYNVION
![1004 : kth [End]](https://img.wattpad.com/cover/93634924-64-k931904.jpg)