9

1 1 0
                                    

Dash, Kennan, Karel, Kelvin dan Bagas memandang David tak percaya.
"Kamu sekolah disini?" Kelvin bersuara setelah sadar dari ketidakpercayannya.
"Menurutmu bagaimana? Apa aku tidak terlihat seperti anak sekolah ini?" Tanya David sarkas.
Kelvin mengatup mulutnya dengan kesal.
"Aku tak menyangka kalian teman adikku, apa kalian menjadikannya bahan taruhan seperti Dhea dulu?" Tanya David lagi dengan nada mengintimidasi
"Tapi maaf ya, aku tak akan membiarkan hal itu. Gie adikku dan aku tidak akan membiarkan hal yang kalian lakukan Dhea terjadi padanya" tambah David.
Dash yang marah langsung mendekati David dan menarik kerah bajunya"Kita tidak membuat Dhea menjadi taruhan, Dhea sendiri yang meminta hal itu agar kau diperhatikannya"

Kennan dan Bagas yang melihat hal itu langsung mencoba menarik Dash yang marah.
"Kenapa lebih percaya Dhea daripada kami? Kami ini teman kamu sendiri" tanya Dash frustasi.

David pun memandang remeh pada Dash.
"Karena, aku sudah liat memang banyak perempuan yang kalian permainkan. Dan Dhea memang bisa dipercaya dibandingkan bajingan seperti kalian"

Emosi Dash memuncak, Dash langsung melepaskan diri dari rangkulan Kennan dan Bagas lalu memukul wajah David hingga membuat David  tersungkur. Fie syok langsung mencoba menenangkan Dash. Sedangkan David mulai bangkit dan mengusap ujung bibirnya yang mengeluarkan darah. Lalu menghampiri Dash dan membalas pukulannya. David yang kalap menghajar Dash habis-habisan. Fie berteriak histeris, Kennan, Kelvin dan Bagas pun berusaha memisahkan David yang sudah tak terkendali.
"JANGAN PEGANG!"
"JANGAN PERNAH PEGANG GUE LAGI!" teriak David  yang berhasil dipisahkan dari Dash.
Dash yang dipukul bertubi-tubi terkulai lemas dipelukan Fie yang menangis.

"David, Dash itu teman kamu sendiri, kita teman kamu David. dan Gie pun teman kita" Kennan berusaha menenangkan emosi David.

Kekehan terdengar dari mulut David.

"Teman? Sorry gue gak pernah anggap kalian teman, dan jangan deketin adek gue dengan embel-embel teman " bentak David

Kennan terdiam menatap David terkejut. Tanganya mengepal dengan kuat
"Kenapa? Apa karna masalah perempuan kita jadi begini? Kita dulu teman yang sangat dekat Vid" kata Kennan berusaha tenang.
David mendecih.
"Udah gue bilang, gue gak anggap kalian teman" bentak David lagi.
"Kalian musuh gue, kalau kalian teman gue. Kalian gak mungkin bikin Dhea jadi taruhan" lanjutnya lagi.
"Vid, kamu masih salah paham, itu permintaan Dhea. Kami udah nolak" jelas Kennan
"Alah ngeles aja lo" David yang kesal langsung menonjok pipi Kennan dengan keras dan memukulnya lagi. "Kalian gak tau gimana perasan gue waktu liat Dhea sekarat. Kalau kalian temen gue kalian seharusnya gak bikin Dhea sekarat" Emosi David makin tak terkendali.sedangkan Kennan sama sekali tak membalas pukulan David.

Mata Kennan menangkap kesedihan mendalam dimata David.
"Gue udah kehilangan segalanya. Gue kehilangan bokap, kehilangan temen dekat gue, gue gak mau kehilangan orang yang gue cinta lagi" David terdiam dan menatap wajah Kennan.
"Dan waktu itu kalian mau bikin gue kehilangan Dhea dan sekarang adik gue" senyum licik terukir diwajah David.
"Kalau gitu, gue harus bikin lo gak bisa buat gue kehilangan lagi" tepat kepalan tangan David akan mendarat dipipi Kennan sebuah tangan mungil menahan tahan David.

David menatap sang empunya tangan dan memandangnya dengan terkejut.
"Gie!"

Triangle LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang