KENANGAN YANG TERLUPAKAN

1K 106 21
                                        

Flashback

Seorang anak laki-laki tampan berlari senang dengan tangan yang penuh menggendong sebuah boneka rusa yang cukup besar di tubuhnya yang baru menginjak lima tahun. Anak laki-laki itu tak sabar untuk segera bertemu dengan temannya. Setelah kakinya menginjak pekarangan rumah yang cukup besar itu ari mobil orang tuanya, ia segera masuk dan mencari dimana gerangan si cantik Xiao Lu.

"Sehun, jangan berlari, nanti jatuh!" teriak Sungmin yang khawatir Sehun belari semangat.

"Tak apa, tidak ada yang membahayakan di dalam rumah, Sehun tidak akan jatuh," ucap Jaejoong tersenyum ketika menyambut kedatangan Kyuhyun, Sungmin, dan Sehun di rumahnya.

"Anak itu.... sedari tadi tersenyum terus sambil memeluk boneka rusa yang akan diberikannya pada Luhan," kata Kyuhyun yang tersenyum geli melihat tingkah putranya.

"Sehun sepertinya sangat merindukan Luhan," kata Sungmin menambahkan. Jaejoong tersenyum kecil.

Di dalam Sehun berlari mencari Luhan yang ternyata sedang bersama Bibi Kim di belakang. "LUHAN!!" Serunya heboh.

Luhan kecil nan cantik itu segera menolehkan kepalanya ke arah suara Sehun berasal. Dengan reflek, Luhan bangkit dan ikut berlari menuju Sehun. Bibi Kim hanya bisa menggeleng gemas.

"Sehunnie!!" Seru Luhan dengan suara cemprengnya. Luhan dengan segera menubrukkan tubuhnya ke Sehun yang masih berusaha membawa boneka rusa dengan bersusah payah. Alhasil mereka terjatuh bersama. Walaupun begitu, tak ada satupun dari mereka yang menangis.

Yunho dari atas tangga melihat interaksi kedua bocah itu juga tersenyum kecil.

"Sehun kapan datang?" Tegur Yunho sambil berjalan mendekati mereka. Sehun menoleh dan tersenyum. "Baru saja Appa, Thehun kangen Luhan!" Jawab Sehun dengan lidah cadelnya.

"Sehun tidak kangen Appa dan Eomma, kami kangen Sehun loh?" Goda Yunho yang kini mengangkat tubuh Sehun tinggi. Luhan di bawah menatap sedih, karena merasa tak pernah diperlakukan sama oleh Appanya.

"Hmm.... tapi Thehunie kangennya sama Luhan," jawab Sehun polos. Jaejoong, Kyuhyun, dan Sungmin cukup dibuat terkejut dengan ucapan Sehun ketika mereka baru saja masuk ke ruangan itu.

"Anak nakal," cubit Yunho gemas dengan pipi cubby Sehun.

"Lulu sayang.... Mommy kangen sekali padamu," suara Sungmin mengalihkan fokus Luhan. Luhan langsung sumringah dan berlari menuju Sungmin. Dengan gesit Sungmin segera mengangkat tubuh Luhan dan mencium pipi lembutnya di kiri, dan Kyuhyun di kanan.

"Luhan juga," jawab Luhan polos.

"Luhan! Ini boneka rusa untukmu!" Seru Sehun masih dalam gendongan Yunho. Luhan tersenyum senang melihat Sehun menggoyang-goyangkan boneka itu.

Setengah jam setelahnya, kini Sehun dan Luhan bermain di lantai. Para orang tua berada di sofa sambil ngobrol santai. Luhan yang sibuk memainkan boneka barunya melupakan Sehun yang sejak tadi menatap kesal karena diabaikan. Sehun mendekat lalu dengan secepat kilat mencuri ciuman di bibir Luhan. Luhan terkejut dan langsung menatap Sehun yang tersenyum lima jari saking senangnya karena akhirnya Luhan menyadari eksistensinya.

"Kenapa Sehun cium Lulu?" tanya Luhan masih dengan matanya yang melotot terkejut.

"Karena Lulu lupa Sehun!" jawab Sehun enteng.

"Sehun tidak boleh cium Lulu lagi!" kata Luhan. Sehun menatap Luhan bingung.

"Kenapa?" tanya Sehun polos.

"Karena kata bu guru, itu hanya boleh untuk orang yang sudah menikah," jawab Luhan tenang, entah ia tahu maksud dari ucapannya atau tidak, tapi jangan remehkan putri keturunan Cho Kyuhyun itu untuk soal IQ-nya.

MISSINGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang