Estell membelalakkan matanya ketika Ferdin menarik tubuhnya masuk ke dalam pelukan hangatnya. Suasana jumpa pers seketika menjadi ramai. Berbagai blich camera menangkap kejadian mengejutkan yang sedang terjadi.
Estell sebisa mungkin mencoba melepaskan pelukan itu. Tetapi kuatnya tangan Ferdin mampu untuk membuat Estell tak berkutik.
“Inilah perasaan gue Tell. Lo bisa ngerasain detak jantung gue ini. Betapa berdebarnya jantung gue kalo lagi di deket lo.” seru Ferdin seraya mengelus puncak kepala Estell.
Estell hanya bisa menangis dalam pelukan Ferdin. Ia tidak tahu apa arti tangisan ini? Kesedihankah? Atau kebahagiaan?
Di sisi lain Feri langsung beranjak dari duduknya. Dia langsung berjalan keluar podium. Para wartawan kembali mengambil gambar. Entah gosip apa saja yang akan tersebar besok.
Estell langsung melepaskan pelukan Ferdin. Dengan langkah cepat ia mulai mengejar Feri. Baru saja Ferdin ingin menyusul, namun tangan Regin menahannya. Kembali Ferdin mencoba menyusul tapi satu kalimat langsung membuat Ferdin akhirnya menurut, “dia pasti kembali.” ujar Regin dengan senyum yang dulu sangat Ferdin sukai.
Di balik podium, Estell masih memanggil nama cowok itu. Namun Feri tak kunjung menjawab. ”Fer, lo marah ya sama gue.” kata Estell masih mengikuti jalan Feri.
Feri tak menggubris. Dia terus berjalan tanpa menoleh sedikit pun. "Fer, lo mau kemana?" Kata Estell lagi.
Feri terus berjalan. Ia mencari apa yang sudah ia siapkan sebelum acara jumpa pers di mulai.
"Nah ini dia." katanya dengan volume suara yang tak bisa Estell dengar.
Feri lantas memberikannya kepada Estell, "bunga? Buat apaan?" tanya Estell heran. Feri menghempaskan nafasnya sejenak, "lo kasih bunga itu ke Ferdin. Kasian tuh dia udah nunggu lo." katanya masih membuat cewek dihadapannya bingung. Lalu ia memegang kedua tangan Estell. Duration ya kedua sudut bibirnya.
“Gue tau gimana perasaan lo sebenarnya, Nis. Dan gue tau kalau gue lah yang bikin lo berat merima Ferdin kan” katanya menatap mata Estell lekat-lekat.
“Lo mau tau Nis? Gue emang suka sama lo. Tapi gue gak sejahat itu maksain perasaan lo buat gue. Gue tau yang lo suka itu Ferdin. Sejago apapun lo mencoba menutupi nya, mata lo tetap menunjukan kebenarannya.” Feri menyentuh lembut pipi Estell.
“kejar cinta lo. Gue dan Regin pun udah merestui kalian.” mata Estell pun mengembeng. Tinggal satu kedipan saja, air sebening kristal pun akan jatuh ke pipinya. Ia hanya bisa menunduk saat air matanya mulai jatuh. Namun Feri kembali membuatnya menaikkan pandangannya. Dibakarnya air kata Estell.
“Ayo gue anter ke Ferin. Karena dia masih nunggu lo di sana.” Estell pun menurut. Keduanya berjalan beriringan menuju podium.
Ferdin membalikkan badannya. Matanya terus menatap Estell yang hanya menunduk. Tak jarang wartawan mengambil gambar mereka. Kemudian Feri memberikan bunga yang ia bawa kepada Ferdin.
“Nembak cewek gak pake bunga, gak romantis banget sih lo.” ledek Feri membuat Ferdin tersenyum. Lalu ia mengambil mic dan mengumumkan bahwa hubungannya dengan Estell telah berakhir. Dia juga menjelaskan betapa tidak inginnya dia memaksakan perasaan Estell padanya makanya ia memutuskan untuk mengembalikkan Estell kepada pemilik sebenarnya. Dan betapa bahagianya dia saat siasat yang dia dan juga Regin rencanakan berjalan dengan lancar.
Ferdin berjalan menuju Estell yang masih menunduk. Diraihnya dagu Estell untuk menatap nya. Kedua mata pun beradu pandang.
“Esteller kesukaan gue, will you be my girlfriend?" katanya sembari tersenyum manis. Estell pun mengangguk dengan air mata bahagia mengalir ke pipinya.
Para wartawan segera mengambil gambar dua pasangan yang memang terlihat sangat cocok. Tak sedikit pula yang bertepuk tangan akibat bersatunya hubungan mereka. Bahkan Pak Ridwan juga bertepuk tangan dan maju ke depan memberi selamat. Estell dan Ferdin hanya tersenyum. Regin dan Feri bertos ria.
“Kalo sampe lo bikin dia nangis lagi, jangan salahin gue kalo dia bakal gue ambil lagi." Ledek Feri lalu dibalas Ferdin dengan hormatan komandan. Keduanya kembali tertawa.
"Lo jaga sahabat gue. Jangan bikin dia ngambek. Harus peka! Harus romantis! Iya gak Tell?" Kali ini gantian Regin. Estell pun mengangguk sambil menghampiri Regin. Dia peluk erat-erat tubuh Regin.
“Duh Tell.. remuk nih badan.” kata Regin merasa badannya sesak akibat pelukan erat Estell. Tetapi Estell hanya menyengir sambil melepaskan pelukannya.
-----
Usai jumpa pers berakhir, Ferdin mengajak ke puncak. Di sana dia menikmati indahnya pemandangan malam dengan suguhan jahe hangat juga jagung manis bakar. Banyak sekeliling nya yang melihati mereka berdua.“Kalian Ceria sama Adit kan?" tanya seseorang lalu diberikan pukulan kecil oleh temannya. "Namanya Ferdin sama Estell." bisik dia kemudian.
Ferdin sama Estell hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Boleh kita foto?" tanya mereka bersamaan. Keduanya lantas mengangguk dan mengambil posisi untuk di foto.
Bukan hanya mereka, tetapi yang lainnya juga meminta foto dan juga tanda tangan Ferdin dan Estell. Kenapa malah jadi ajang jumpa pers season dua? batin Ferdin. Acara makan jagung manis sambil menikmati indahnya pemandangan malam di puncak berubah. Tetapi itu tidak membuatnya marah atau kesal. Ia malah memperkanalkan Estell sebagai kekasih hatinya saat ini. Semua yang ada di sana bertepuk tangan saat Ferdin menuruti kemauan para penggemarnya. Dia mulai mengajak Estell berdansa.
"Gue gak bisa dansa" tolak Estell dengan lembut membuat para penggemar kecewa.
"Kan ada gue. Lagi an, lo tega liat mereka kecewa begitu hm?" Estell memperhatikan sekitarnya.
Ia pun menyambut tangan Ferdin. Musik yang entah datang dari mana seketika terdengar. Dengan hati-hati ia mengikuti alunan dansa Ferdin. Tawa kecil terlukis diwajah Estell. Begitu juga dengan Ferdin. “Gue sayang elo Esteller.” kata Ferdin disela dansanya.
Estell tersenyum seraya mengangguk, “gue juga sayang lo.”
Kata-kata yang sangat singkat namun sukses membuat hati berbunga jika itu keluar dari mulut sang pemilik hati kita. Betapa bahagianya Estell hari ini. Ia tak menyangka perasaannya terbalas dengan sangat indah. Hati yang semula membeku untuknya perlahan mencair dengan sendirinya.
“Gue sayang sama lo Estelleeeerr..” teriak Ferdin lagi.
--------\\\\-------

KAMU SEDANG MEMBACA
Actor in My School
Teen FictionEstell itu cewek gila! heboh! dan juga gak tau malu! hari pertamaku di sekolah baruku saja berkesan dengan memalukan karena kecerobohannya. Aku berharap tidak bertemu dengannya lagi. Tapi ternyata takdir berkata lain. Aku harus akan terus bersamanya...