Papparazi

1K 48 2
                                        

Ferdin berdecak kesal. Akibat perbuatan konyol gadis yang saat ini di sampingnya, ia harus menghabiskan malam ini di tempat yang entah di mana. Dan berduaan dengan gadis itu! Suatu hal yang tidak pernah terpikirkan sama sekali olehnya.

"Minjem haoe lo?!" kata Ferdin menengadahkan tangannya. Estell yang tengah berjongkok pun segera berdiri. "Mau ngapain?" tanyanya seraya mengeluarkan handphonenya.

"eh tapi..." ujar Estell lagi ingin memberitahukan sesuatu pada Ferdin namum tidak jadi lantaran Ferdin segera meninggalkannya.

Ferdin menekan beberapa dijit nomor yang sudah dihafalnya di luar kepala. Yang tak lain ialah nomor Regin. Karena baterai handphone yang memang sudah low saat di loksyut tadi, membuat Ferdin hanya bisa memanggil nomor yang memang sudah ia hafal sejak lama.

"Ya Hallo.."

".........."

"Iya Gin, gue butuh bantuan lo nih, bisa gak lo jemput gue di Jalan Haji dul." ujar Ferdin memberittahukan Regin tempatnya saat ini setelah melihat papan jslsn di ujung seberang. Tetapi ada yang aneh. Regin tak kunjung menjawab pertanyaan Ferdin.

"Halo Gin... hallo.." ujar Ferdin lagi. Ia melihat sejenak layar handphone. Mati! Benar-bemar hari yang sial!

Di sampingnya, Estell tengah memperhatikan cowok itu. Ia tersenyum miris saat Ferdin menatap kesal padanya. "Ini semua karena lo Esteller! Coba lo gak ngelakuin tindakan  konyol ini, pasti kita gak akan kejebak di sini!" kata Ferdin memarahi Estell.

"Ya ma...." ujar Estell namin terpotong saat melihat sosok segerombolan berlari kencang. Estell yakin mereka berlari ke arah sini bukan karena dia, melainkan karena aktor kece yang tengah berkeliaran tanpa penjagaan.

"Kabur Fer! Kabur!" pekik Estell beranjak dari duduknya lalu meraih tangan Ferdin untuk berlari. Ferdin kebingungan sendiri. Ia menoleh ke arah yang dilihat Estell. "Bener-bener sial!!", gerutu Ferdin.

Kali ini ia mengambil alih dalam melakukan aksi melarikam diri mereka. Ia membalas tarikan tangan Estell. Kini kedua tangan itu saling bertaut.

"Ferdinoooo!!!" jerit para gerombolan itu yang tak lain ialah fans sejati Ferdin.

Sesaat Estell menghentikan larinya. "Ngapain berhenti sih?!" kesal Ferdin melihat Estell berhenti berlari tiba-tiba. Ia menoleh ke belakang, tampak masih terlihat para fansnya yang terus mengejarnya.

"Ya ampun tangan gue..." seru Estell melihat tangannya yang bertautan dengan Ferdin. Ia benar-benar tidak menyangka kalau akan bergandengan tangan dengan aktor ganteng idamannya. Tangan yang bertaut dengan Ferdin melemas seketika. Ia benar-benar beruntung sekali malam ini.

"Dasar cewek aneh! Di saat seperti ini lo masih aja berkelakuan konyol!" ujar Ferdin kembali menarik tangan Estell dan melanjutkan larinya.

Sekencang-kencangnya Ferdin dan Estell melarikan diri dari kejaran para fans. Entah arah mana saja yang sudah mereka ambil untuk menghindari orang-orang itu.  Namun sayangnya para fans tetap gigih mengejar idolanya.

"Lari ke mana si Ferdin?" tanya salah satu fans karena mereka kehilangan jejak sang idola.

" Gue yakin pasti ngumpet!" ujar yang lainnya.

" Ayo kita cari dia lagi!!" seru yang lainnya lagi.

Tak jauh dari mereka, Ferdin dan Estell masih menahan nafas mereka yang sudah terengah-engah. Ferdin terus memantau keadaan di sekelilingnya, sedangkan Estell hanya membuntut di belakang Ferdin. "Gimana? udah aman?" tanya Estell sedikit berbisik. Ferdin menengok ke belakang. Jarak yang cukup dekat karena tempat persembunyian yang sempit sukses membuat jantung Estell dag dig dug. Sepertinya ia sudah benar-benar kepincut dengan aktor tampan yang berada tepat di hadapannya.

Actor in My SchoolCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang