Mengapa engkau menepi duhai nabi, tak cukupkah umatmu menertawakanmu, saat kau ingatkan untuk beriman
Entahlah negri ini mengandung magnet, hijau jelita, pecahan surga, mata mana tak perdaya di buatnya
Bukankah ini perahu suci, bebas nafsu dan rasa dengki, atau engkau tak sanggup jalani sepi
Entah..mungkin nahkoda yang salah, atau arah angin tak sesuai rencana, mungkin lambungnya juga dibolongi
Ah..sudahlah mari kita nikmati
Menepi pada buaian ibu yang lama kita sakiti
Mungkin asal kita dari sini
Dulu dulunya...
