Hujan telah beranjak sirna, saat aku mulai merindukannya
Tinggalah sebuah televisi, yang sok tau yang kubutuhkan saat ini
Terpaksa kutelan dalam hampa, witir dengan sebutir kurma
Tak apalah, memang aku yang tak cakap mengeja
Ruang kosong kekasih agar tetap bertahan
Hingga imsak mendera, lelap kutelan
masih saja perawan
Miskin teman
