Kisah Sahur Sendiri

48 0 0
                                        

Hujan telah beranjak sirna, saat aku mulai merindukannya 
Tinggalah sebuah televisi, yang sok tau yang kubutuhkan saat ini
Terpaksa kutelan dalam hampa, witir dengan sebutir kurma

Tak apalah, memang aku yang tak cakap mengeja
Ruang kosong kekasih agar tetap bertahan
Hingga imsak mendera, lelap kutelan
masih saja perawan

Miskin teman

Sangat RamadhanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang