Entah sejak kapan perasaan ini ada,Wanita ini tidak mengerti diri nya yang entah sejak kapan bertingkah sebinal ini.
Seperti tubuh dan pikiran nya mulai menghianatinya dan dia tidak sanggup bahkan tidak ingin menolak.
Jadi dia mulai mengimbangi cumbuan pria ini.
Mereka melepas tautan bibir mereka,terengah-engah meraup udara dengan rakus,saling menatap dengan tatapan intim.
Jari Steve dengan nakal terus mengorek lubang panas berdenyut itu.
"Engggg...."
Desah tertahan lolos dari bibir Regina.
"Tell Me what You want...."
Bisik Steve sambil mengigit telinganya,gerakan jarinya makin liar.
Mempertahankan gengsi yang tersisa Regina memeluk leher Steve membenamkan wajah disana menahan Desah setengah mati.
Steve tersenyum jahat kemudian mengeluarkan jari nya,regina refleks mendelik protes tanpa sadar dengan bibir terbuka,
"Hmm?"
Steve mengangkat alis membalas bertanya dengan tatapan tak bersalah.
Sebal dan menahan malu Regina memukul dadanya pelan,kemudian membenamkan muka merah padam nya dileher Steve.
"Mau..."
Desahnya pelan ditelinga Steve melupakan gengsi dan harga diri.
"I can't hear You,Baby.."
Steve menggoda dengan meremas buah pantatnya,dan mengulum puting kemerahan didepan wajahnya.
"Aahh...lu..lupakan saja.."
Regina bermaksud bangkit berdiri karena sangat malu dan merasa sebal.
walau harus gemetar karena menentang keinginan tubuhnya sendiri.
Tetapi gerakan nya terhenti karena Steve memeluk nya erat sambil menahan tawa.
Sepasang mata biru yang sangat indah menurut Regina menatapnya dengan tatapan teduh dan menenangkan.
Mengecup sekilas bibir wanitanya yang cemberut.
"Jangan menertawakan Aku."
Dengus nya membuang muka yang merah padam,jantung nya berdetak sangat cepat.
Steve mengecup leher Regina lembut,posisi mereka saat ini sangat intim didalam Bathtub.
Kedua kaki Steve berselunjur dengan Regina duduk mengangkangi dan masing-masing bagian intim mereka saling menempel.
Steve mengangkat sedikit pinggul Regina,memegang kejantanan nya yang sudah dari tadi menegang mengarahkan kelubang vagina wanitanya .
"May I..?"
Bisik nya lembut meminta persetujuan sambil sesekali memberi kecupan-kecupan dileher dan pundak telanjang Regina karena wanita itu sedang membenamkan wajah di lehernya.
Steve mengarahkan kejantanan kelubang vagina wanitanya,tempat yang sudah membuatnya hampir gila karena merindukan,mengikuti birahinya ingin sekali dia membenamkan dengan keras dan sekali hentak,tetapi dia tidak ingin menyakiti wanitanya,juga ingin tidak ada penolakan dari wanitanya.
"Kriuuuukkk..."
Gerakan Steve terhenti,menatap Regina yang balas menatapnya dengan tatapan aneh.
"Kriiiiuuuukkkk.."
Blusss
Wajah regina berubah merah padam,Steve terbahak-bahak setelah menyadari suara yang menganggu aktifitas intim mereka ternyata suara perut Regina.
Karena malu dan kesal Regina mencubit perut Steve.
"Auch..auch...Sakit sayaaang,Maaf.,sepertinya kita harus benar-benar menyelesaikan mandi,kita lanjutkan nanti malam saja,seperti nya kita sudah terlambat sarapan."
Ucap nya meringis tanpa bisa berhenti tertawa.
KAMU SEDANG MEMBACA
TWINS DEVIL'S (Selesai)
RomanceRegina : Jangan berharap kisah cinta seindah kisah cinta tokoh-tokoh Novel Romance maupun drama romance,semua hanyalah omong kosong! *** Masa kecil Steve salah satu kembar Skarsgard yang sangat kelam, membentuknya menjadi pria iblis setengah g...
