Gue mah gitu orangnya

1.7K 119 20
                                        

"Aduh! Lee min ho KW udah marah! Mati gue!"

Sejenak gue terdiam menatap mata berkilau agak keijoan kayak abis liat duit berceceran dari pria yang wajahnya terkena bantal. Namun tiba-tiba...

"CARLAAA!!"

Dan meledak lah suaranya yang membahana melebihi syahrini, yang sanggup memecahkan 7 dragon ball serta membangkitkan naga bonar dan mampu menumbuhkan rambut Upin yang hanya sehelai.

Oke, Lupakan.

Bapak gue tercintah yang beruntung kena bantal itu, tapi nggak tahu kenapa dia justru marah.

"Ngapain kamu lempar bantal ke muka papa?! Muka papa ini udah gans bingit! Kenapa harus kamu lemparin bantal? Hah?"

"maap, Pah. Carla lagi kesel gara-gara doi. Dia remehin Carla banget! Dan dia suka sama cewek pinter gak kayak Carla, Paah...." ucap gue sambil merengek ala taylor swift. Kan siapa tahu kalau diganti topik pembicaraannya, bapake inyong langsung lupa soal bantal tadi.

"jin-jja? Omo! Songong banget doi kamu!" akhirnya bapak gue lupa dan lebaynya kumat.

"apa? Tinja? Dia gak bau tinja kok. Trus tadi papa ngomong apa? Homo? Dia juga gak homo, Pah. Dia normal."

"hadeh, kamu tuh ya, gak gaul deh. Itu bahasa korea tahu!" bapak gue berkacak pinggang dan sesekali membetulkan jambulnya yang udah badai.

"gak tau, Pah. Oh iya, Papa mau ngapain ke kamar Carla? Tumben." Ucap gue mengalihkan topik lagi. Lebih baik membahas masalah Upin melawan doraemon daripada membahas bahasa korea. Otak gue buntu kalau soal itu.

"di luar ada Arnold, dia cari kamu. Kamu susul sana, daripada cuma berantakin kamar doang. Kasian Eun Sang, dia beresinnya pasti capek"

"Eun Sang? Siapa tuh? Papa punya simpenan?!"

"enggak lah. Emang papa ice pino. Mama kamu itu sekarang namanya Eun Sang, dan Papa namanya Kim Tan. Udah sana! Temuin si Arnold!" Bapak gue berkata dengan suara membahana.

Dengan langkah malas dan keadaan apa adanya, gue beranjak dari kamar menuju ruang tamu. Namun belum sampai sana, langkah gue terhenti di ruang keluarga, ruangan dimana emak tercintah temu kangen sama Naruto kesayangannya. Tapi bukan itu masalahnya, siapa laki-laki di sebelah mama yang lagi rebutin remote tv? Ya kellez lee min ho kedua. Karena penasaran, gue pun menghampiri mereka yang lagi adu smackdown, eh maksudnya adu rebut remote.

"Ucup, lo ngapain rebutin remote sama mama gue?" tanya gue heran ketika laki-laki yang gue lihat ternyata Ucup alias Arnold.

"eh, kebetulan ada kamu Carla! Ini si Arnold, ganggu mama nonton Naruto aja!" sahut mama sambil memeluk remote dan menyembunyikannya di ketiaknya yang berbau semerbak.

"ih tante mah. Jam segini Uttaran udah mulai! Arnold gak mau ketinggalan episode tante!" sahut Ucup gak mau kalah.

"udah! Ucup! Lo mau ngapain kesini?" tanya gue menghentikan debat Mama VS Ucup yang panas melebihi debat pilpres.

"gini lho, Carla. Gue mau... Astagfirullah! Ada cabe-cabean perempatan disini!" seketika Ucup menutup matanya kala melihat gue yang sedari tadi berkacak pinggang di sebelahnya.

"gak jelas lo, Cup. Gue disamain sama Cabe-cabean! Lo tuh jablay pengkolan!" ketus gue.

Iyalah kesel, muka mirip selena gomes gini disamain sama cabe-cabean yang make-up nya tebel se-alaihim. Bukan bermaksud menyinggung para cabe diluar sana, gue cuma berbicara fakta.

"gimana gak mirip cabe-cabean perempatan, celana lo pendek banget. Itu celana digerogotin tikus apa dimakan cengcorang sih!"

"ini namanya hotpants, ini lagi jaman tau! Lagian gue pake cuma di rumah" Ucap gue sambil memyambar selimut yang ada di atas sofa kemudian menyelimuti tubuh gue. " lo mau ngomong apa?"

Me and 3 DoiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang