**
Bel tanda masuk kelas akan berbunyi lima menit lagi. Aku segera berlari kekelas agar tidak terlambat.
"Abis dari mana lo?" Tanya Pilis, duduk disamping ku.
Aku punya hanya menoleh tanpa mau membalas ucapan nya.
"Sombong!"
Pilis pun pergi karna guru sudah datang.
**
Aku pulang kerumah dengan keadaan baju yg basah kuyup. Ah, hujan kenapa sangat tidak bersahabat dengan ku?Aku pun segera lari kekamar mandi. Didalam kamar mandi, aku melihat ada Derai sedang menyisir rambut didepan kaca.
"Keluar sana." Kata ku. Derai pun melirik ku dari pantulan kaca. Aku hanya memperhatikan nya dari belakang. Tidak lama, Derai pun keluar dari kamar mandi tanpa melirik kearah ku sama sekali.
Dua puluh menit aku berdiam diri didalam kamar mandi. Ketika kerutan diujung jari ku mulai terlihat, aku mengambil handuk dan memakai baju.
Aku pun keluar dari kamar mandi.
"Ya tuhan!" Jeritku melihat kamar sangat berantakan.
Aku pun menatap bergantian antara Derai dan juga Ribi. "Siapa yg berantakin?"
"Bukan gue." Balas Derai dengan muka tidak bersalah.
Aku pun melirik kearah Ribi. Dia hanya menunduk tidak berani menatap mata ku, tidak seperti Derai.
"Ribi." Panggil ku. Ribi pun memberanikan diri mengangkat wajah nya. Wajah pucat nya terlihat jelas, apalagi dibagian bibir. Dan banyak koreng hampir semua wajah nya dipenuhi oleh koreng yg sudah membusuk.
"I--ya." Ucap Ribi terbata-bata.
"Kenapa lo berantakin?" Tanya ku dengan nada halus, supaya Ribi tidak takut dengan ku.
"Gak papa. Lagi iseng aja." Balas nya.
Aku pun melongo tak percaya.
"Lo bilang gak papa?"
Ribi hanya mengangguk.
"Cuma iseng doang?"
Ribi pun hanya mengangguk.
"Lo gak tau gue capek abis pulang sekolah?" Ucap ku dengan nada meninggi.
"M-aaf." Ribi pun menunduk lagi. Rambut panjang nya berhasil menutupi seluruh wajah nya.
Tidak mau ambil pusing, aku pun segera membereskan kamar dengan penuh kesabaran.
"Mau gue bantuin gak?" Kata Derai, dengan nada meledek.
"Gak guna lo disini. Sono pergi."
Derai pun mengerucutkan bibir nya dan segera pergi meninggalkan kamar ku.
**
Malam hari nya, suara adu mulut didalam kamar mandi tiada henti nya. Baik Ribi ataupun Derai tidak ada yg mau mengalah. Aku yg sedang belajar pun merasa sangat terganggu. Sudah ribuan kali aku bolak-balik kekamar mandi untuk menyuruh mereka berhenti sejenak, tapi lima menit kemudian mereka adu mulut kembali.
