awan dan alana

42 8 2
                                    

***

Kepada kau pangeran dalam mimpiku.

Aku mencintaimu, hanya dalam diam. Seperti awan yg selalu bergerak mengikuti langkah kakimu.

Kau tidak mengetahui bahwa diriku selalu berkhayal tentangmu.

Yg kau ketahui hanya mencintai dia yg entah berbalik mencintai dirimu atau tidak.

Jangan mencintai dia, aku tak mau hatimu hancur sama sepertiku.

Lihatlah ke belakang, ada aku yg menantikan dirimu.

Tolong, percayalah bahwa diriku benar-benar mencintaimu.

Semoga kau mengerti,

Aku mencintaimu sang awan.

Salam hormat, Alana

***

-author pov-

Bel istirahat sudah berbunyi sejak setengah jam yg lalu. Kini, Alana dan Kiranti sedang berada di kantin.

Sedari tadi yg Alana lakukan hanyalah mengaduk es teh manis pesanannya dan menatap sang pujaan hatinya yg sedang di kelilingi oleh para wanita.

"Dasar ya cabe, liat cogan dikit langsung minta foto bareng." Celetuk Kiranti menatap jengkel ke arah sudut kantin yg terdapat pujaan hati Alana.

Alana mengangguk. "Fotonya masih selfie aja belagu. Nanti gue foto prewedding, lo lo pada kaget."

"Yeh, sombong lo," Kiranti melempar sedotan bekasnya ke arah Alana. "Sok foto prewedding, dia kenal sama lo aja enggak."

"Kapan ya dia ngeh kalo dari dulu gue sayang sama dia."

"Dari mana Kak Awan tau kalo lo aja nggak ngasih tau."

Alana menginjak kaki Kiranti yg berada di bawah kolong meja kantin.

"Ngomongnya pelan-pelan, bego."

Kiranti meringis.

"Gue teriakkin ya ke Kak Awan kalo lo suka sama dia." Ancam Kiranti.

Alana mengangkat bahunya. "Coba aja kalo berani."

"Eh Kak Aw-"

Alana melotot ke arah Kiranti dan membekap mulutnya.

"Lo bener-bener ya!" Alana melepaskan bekapan tangannya karena melihat Kiranti tidak bisa bernafas.

"Goblok! Gue nggak bisa napas." Omel Kiranti.

Alana tidak menggubris dan kembali menatap ke arah sudut kantin.

Sampai kapan diriku hanya bisa mencintaimu dalam diam? Gumam Alana dalam hati

***

Alana menatap ke atas langit.

Begitu banyak hamparan bintang yg bersinar membantu sang bulan purnama.

ImaginationTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang