Perlahan tapi pasti, Jagad mulai merangsek naik. Kalo soal pembunuh Imam memang belum ada progress tapi soal impian Imam, Jagad udah setengah perjalanan.
Di sela lamunannya menanti Wita keluar dari rumah sakit, tiba-tiba Jagad terbayang wajah kekasihnya.
"Adelia apa kabar yah? Kangen banget rasanya." Batin Jagad.
"Apa bener yah yang dibilang Bumbum sama tante Erma kalo gue ini bego?" Lanjutnya.
"Terus gue harus gimana dong?" Tanyanya kebingungan di dalam hati. Keresahannya soal kampus udah sedikit berkurang jadi kini hati Jagad cukup fokus ngebayangin Adelia.
Mungkin karena keasikan melamun, Jagad ketiduran di dalam mobil.
"Gad..." Teriak Wita sembari mengetuk kaca pintu mobilnya. Wita mengintip Jagad yang lagi asik terlelap di belakang kemudi.
"Kasian banget sih pangeran gue? Jadi enggak tega bangunin dia. Tapi masa iya sih gue tungguin dia bangun di sini?" Batin Wita.
"Gad...." Gedornya lagi. Berhubung sang pangeran enggak merespon. Wita ngeluarin gadgetnya dan melayangkan sebuah panggilan ke ponsel Jagad.
Be yourself it's all that you can do
Dan di panggilan yang kelima akhirnya Jagad terbangun. Susah juga banguninnya.
"Mmm, ahh..." Gumamnya terkejut dengan suara ponselnya yang terus bergetar. Jagad mengucek matanya dan menengok layar ponselnya.
"Gad..." Gedor Wita lagi.
"Mm, oee." Jawabnya terkejut. Akhirnya ia membukakan pintu juga buat Wita.
"Sorry, Kak Wit, gue ketiduran." Ucapnya setelah Wita duduk di sampingnya.
"Enggak papa. Gue juga enggak tega bangunin lo tapi mau gimana lagi. Bisa nyetir enggak?" Tanya Wita melihatnya masih menahan kantuk.
"Mmm, bisa kak." Jagad pun melajukan mobil Wita menuju jalan pulang.
"Nih, minum dulu." Tawar Wita. Jagad meraih air mineral Wita dan meneguknya tanpa sisa.
"Makasih kak."
"Haus banget lo?" Tanya Wita heran.
"Apa gue minta saran Kak Wita aja yah?" Batin Jagad menimbang.
"Kenapa lo lirik-lirik gue?" Cecar Wita yang memperhatikan gerak gerik Jagad.
"Hehehe, enggak."
"Kak, gue bisa nanya ke Kak Wita enggak?"
"Nanya apaan lo?" Tanya Wita jutek.
"Mmm, tapi Kak Wita janji yah jangan berlebihan responnya."
"Emang lo mau nanya apaan?" Selidik Wita.
"Mmm, menurut Kak Wita gue bego enggak sih kak kalo gue enggak nyamperin Adelia buat memperbaiki hubungan kami?" Pertanyaan Jagad menohok tenggorokan Wita.
"Uhukk uhuk, hmm." Wita salah tingkah. Pertanyaan Jagad sungguh mengejutkannya.
"Kak Wita kenapa?"
"Mmm, hmm, enggak. Enggak papa kok." Wita memperbaiki nada suaranya.
"Emang lo mau balikan lagi?" Wita coba bertanya.
"Berapa hari ini gue sibuk nimbang saran tante Erma kak. Tapi gue masih bingung. Makanya gue minta saran Kak Wita."
"Nih anak sinting apa gila yah? Udah tau gue cinta mati ma dia, malah minta sarannya ke gue. Yah jelas gue larang lah bego." Batin Wita.
"Mmm, kalo menurut lo itu yang terbaik kenapa enggak?" Realitanya. Sok banget.
