Go go goo junhoe
Go vote and vomment(:
.
.
.
.
.
What is the mysterious feeling?
🌼🌼🌼
Pengumuman. Eh, maksudnya pengambilan rapor. Yang mengambil rapornya adalah Park Chanyeol karena dia sudah pulang dari kerjaannya di Jepang yang cuma berlangsung dua hari. Katanya Rosé adalah tanggung jawabnya.
Ah, so sweet. Kakaknya yang tahun ini berumur sembilan belas tahun memang yang terbaik.
"Kak Cey, hasilnya gimana?" tanyanya begitu 'Kak Cey' membuka pintu.
"Diem dulu ah,"
"Aku tuh lagi semangat ini,"
"Iya iya bentar," Park Chanyeol duduk di depan televisi. Dia menaruh dua rapor di atas meja. Rapor hitam dengan tanda biru muda untuk kelas dua belas, milik Chanyeol. Sedangkan yang bertanda orange milik Rosé.
Matematika Wajib: 90 (A)
Fisika : 92,5 (A)
Kimia : 90 (A)
Biologi : 100 (A)
Bahasa Inggris : 96 (A)
Bahasa Korea : 90 (A)
Bahasa Jepang : 94 (A)
Moral : 87,5 (A)
Sejarah Korea : 87, 5 (A)
Geografi : 90 (A)
Ekonomi : 92,5 (A)
Seni : 95 (A)
Dengan nilai tersebut, Park Chaeyoung direkomendasikan untuk belajar di Kelas Unggulan
"AAAAAA!!! GILA GILA GILA!" jerit Rosé menggila. Dia menari samba khas Hanbin di atas sofa. "Harus telepon Lisa ini!"
Rosé berlari ke kamarnya dan mengambil ponselnya. Dia mengetikkan nomor Lisa yang dihafalnya luar kepala. Nada menyambungkan berbunyi.
"Halo?"
"LISA!"
"APA?"
"AKU MASUK KELAS UNGGULAN ASTAGA! PADAHAL AKU JARANG-JARANG MASUK GARA-GARA AKU SIBUK. INI PASTI BERKAT JUNHOE YANG NGAJARIN AKU. LISA, AKU NGGAK NYANGKA LIS! KAMU PASTI JUGA NGGAK NYANGKA, 'KAN?"
Tidak ada jawaban.
"Lis?"
"Ya?"
"Kamu baik-baik aja kan?"
"Apaan sih alay lu," sungut Lisa.
Gadis bersurai coklat gelap itu cengengesan sambil memandangi pemandangan luar.
"Jalan yuk. Aku yang traktir,"
"Ogah. Ntar lo dikejar kejar fans lo,"
Rosé tertawa kecil.. "Ke rumahku aja deh. Bawain Starbucks boleh,"
"Yaudah deh. Otw," kata Lisa terdengar pasrah.
Sebentar dulu. Junhoe?
***
Sudah daritadi Rosé dan Lisa memainkan Playstation 2 milik Rosé. Mereka memainkan Lego: Indiana Jones--ini adalah salah satu cara Rosé untuk melupakan kejudesan Junhoe sekarang. Tapi, permainan tidak selalu mulus.
Lisa rewel sendiri dengan stiknya yang bergetar. Padahal itu memang normal ketika main PS. Belum lagi gadis berambut pirang itu memainkan ponselnya dan membuat tokohnya tidak bisa bergerak ke medan selanjutnya.
"Ntar aku bazooka si sekop,"
Lisa tertawa terbahak-bahak sampai melupakan permainannya.
"Lis awas buayanya!" Teriak Rosé panik.
