Chapter 1 The First Hunt

4.5K 231 18
                                        

Di malam cerah ditengah musim dingin, bahkan tidak ada segenggam awan di langit malam yang menutup keindahan bulan purnama. Malam para makhluk kegelapan menari dan bersenang-senang menikmati keabadian. Bagi werewolf, bulan purnama adalah segalanya. Tidak ada waktu paling tepat untuk berburu kecuali malam bulan purnama.

Hal itulah yang membuat seorang calon Hunter seperti Caleb mendapatkan kesempatan paling besar untuk membawa buruan pertamanya dan menjadikan dirinya sebagai pemburu penuh. Dengan membawa kulit dan kepala werewolf, di bisa pulang dengan bangga kepada kelompoknya. Caleb hanya perlu berhati-hati dan mempraktekan semua yang dia pelajari selama ini pada targetnya.

Targetnya kali ini adalah werewolf yang kabarnya muncul di kota kecil ini, membunuh beberapa hewan ternak dan menciptakan kepanikan besar dan terror pada penduduk sekitar. Kepolisian sekitar tentu saja tidak bisa melakukan apa-apa dan sebelum pihak yang berwajib lebih besar datang, sudah tugas Hunter untuk menangani makhluk kegelapan dan menjaga rahasia Sang Bulan.

Mendapat sedikit informasi dari Watcher, musuhnya kali ini adalah werewolf yang bekerja sendirian atau Lone Wolf. Seharusnya Caleb ditemani Hunter senior untuk kali ini, tapi dengan meningkatnya aktivitas makhluk kegelapan akhir-akhir ini maka semua Hunter sangat sibuk. Meski kali ini dia ditemani kedua kakak angkatnya, tapi mereka berdua memiliki tugas perburuan masing-masing.

Setelah beberapa saat mencari jejak werewolf di atas salju tengah hutan jauh dari kota, Caleb akhirnya menemukan jejak yang hampir hilang. Sayangnya bukan jejak kaki serigala, tapi kaki manusia. Malam ini adalah malam bulan purnama, sebagian besar werewolf akan terpaksa berubah menjadi werewolf atau setidaknya mengeluarkan ciri-ciri serigalanya untuk berburu.

Caleb melihat lagi tanda dipohon untuk melihat cakar atau helaian bulu atau rambut, tapi dia tidak bis menemukan apa-apa. Ini pertanda yang sangat aneh, tentu saja. Tidak mungkin manusia normal berjalan telanjang kaki di tengah hutan sendirian karena itu sudah pasti jejak ini adalah werewolf, tapi tidak ada ciri perubahan disitu.

Dengan menarik mantelnya lebih erat dan membungkuk sambil memegang pistol peraknya, Caleb bersiap untuk serangan mendadak. Jejak manusia itu mulai ternoda dengan jejak rusa dan tetesan darah. Hal ini membuat Caleb tersenyum puas sekaligus gugup. Tidak jauh dari sini, pasti ada buruannya yang sedang makan malam.

Jejaknya sekarang mengarah pada daerah yang lebih terbuka dimana samar-samar, Caleb bisa mendengar aliran sungai. Caleb segera naik ke salah satu pohon tinggi yang memberinya pandangan ke arah daerah terbuka dekat sungai untuk mendapatkan pengelihatan lebih baik pada buruannya.

Dibawah sinar rembulan dan kabut tipis musim dingin, Caleb melihat seorang pria telanjang sedang asyik melahap bagian perut rusa yang tergeletak tak benyawa di pinggiran sungai yang mulai membeku. Caleb berharap untuk melihat ciri-ciri werewolf dari pria yang dilihatnya, tapi dia tidak perlu ciri-ciri tersebut untuk menentukan kalau pria telanjang itu adalah werewolf. Tidak ada manusia normal yang telanjang dan makan daging mentah seperti binatang buas.

Otot-ototnya yang dilapisi kulit berwarna putih kecoklatan, terpantul cemerlang seperti bulu perak dibawah cahaya rembulan. Jika saja bukan karena sifat para werewolf yang jahat dan buas, Caleb sangat menaggumi makhluk ajaib seperti werewolf. Tentu saja bukan secara eros atau sexual, tapi lebih seperti ketertarikan pada hewan peliharaan.

Caleb kembali berfokus dan muli menarik keluar busur dan anak panah peraknya. Menembaknya dengan peluru perak akan memiliki risiko tinggi kalau werewolf akan mendengar dan menghindar. Busur dan panah adalah senjata sempurna untuk berburu, pistol hanya dibutuhkan untuk pertaruangan. Setidaknya itu yang Caleb pikirkan.

Kesempatan Caleb hanya sekali dan dengan posisi werwolf yang memunggunginya, Caleb bisa dengan mudah menembak kepalanya. Perlahan Caleb menarik tali busurnya dengan panah perak di tempatnya dan fokus membidik.

The Wild HuntTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang