Caleb berusaha membuka kemeja flanel Derek dari pundaknya dan begitu juga sebaliknya. Tangan Caleb meliuk meraskan setiap kontur dan jengkal kehangatan tubuh. Derek sendiri tidak tinggal diam. Meski hasratnya menggebu, dai berhati-hati dengan selalu membiarkan si Hunter menyentuhnya dulu barulah dia bisa menyentuh. Derek takut kalau momen ini akan hilang ketika dia terlalu "bersemangat", tapi dia hampir gila kalau harus menahan hasratnya seperti ini.
Ketika kulit bertemu kulit, permainan mereka semakin memanas. Derek sadar akan tubuh Caleb yang menggigil dan berusaha menekan tubuhnya lebih dekat kearahnya, jadi dia berusaha membuat dinding es tipis untuk mengisolasi udara disekitar mereka seraya panas dari tubuhnya ditingkatkan untuk menghangatkan si Hunter.
"Tubuhmu.... hangat.... seperti matahari...." Caleb berbisik ketika bibir mereka terlepas sesaat untuk menghirup udara. Setali air liur menyatu dari masing-masing bibir, tapi tidak diantara mereka yang mencoba menghapusnya.
"Urh.... ngghhh.... Chris.... aromamu...." Derek berbisik sambil mendusel celuk leher Caleb dimana aroma manis permen kembali tercium.
Tak kala lidah Derek menjilat kecil leher Caleb bersamaan dengan tangannya yang meremas lembut bagian belakang Caleb, si Hunter tersadar dari kabut hasratnya dan mendorong pelan Derek menjauhinya agar dia bisa berpikir lagi dengan jelas.
"Tunggu! Kumohon tunggu sebentar!"
"A-ada apa?"
"Bukankah sedetik lalu kita sedang saling marah dan membentak, lalu sekarang..... kita melakukan ini semua."
"Kurasa ini cara kita untuk saling memaafkan." Ucap Derek sebelum menutup jarak diantara mereka lagi. Merangkul tubuh Caleb dan menghirup lagi aroma di lehernya yang sekarang tercemar aroma lainnya.
Perlahan tangan Derek menggenggam tangan Caleb dan mengarahkannya ke pangkal paha si Werewolf yang menampung hasrat terbesarnya yang sudah tegang dan keras mencuat celananya. Caleb terkejut ketika apa yang ada di tangannya membuat hasratnya kembali menggebu. Sedikit ragu, Caleb meremas kejantanan Derek yang membuat si Werewolf perkasa itu merintih nikmat.
"Lagi..... Kumohon, Chris.... aku sangat membutuhkannya." Pinta Derek sebelum melumat lagi bibir Caleb.
Derek tersenyum puas ketika pasangan dihadapannya ternyata merasakan hal yang sama. Dia bisa merasakan kalau kejantanan si Hunter juga tegang menyentuh perut berototnya. Derek meraup kedua kaki Caleb dan secara reflek si Hunter mengapit kedua kakinya di pinggang si Werewolf. Agar tidak hilang keseimbangan, Derek meletakan punggung Caleb ke batang pohon terdekat kemudian melanjutkan ciuman panas mereka.
Mereka saling meraba tentunya dan sekali lagi Caleb tersadar dari kabut hasratnya yang semakin pekat. Terlebih ketika jari Derek mulai meraba ke daerah lubang belakang Caleb.
"Tunggu, aku... aku belum siap u-untuk itu... aku... aku tidak tahu urm..." Caleb menjadi gagap dan malu di hadapan si Werewolf seperti perawan. Well, Caleb memang perawan atau perjaka jika itu yang menjadi preferensi si Hunter.
Meski tidak nyaman dan lagi-lagi hasratnya tertunda, Derek menurunkan kaki Caleb dan menjauhinya agar si Hunter mendapatkan lagi personal spacenya. Setelah menghela napas dan memfokuskan lagi konsentrasinya, tangan Derek menggapai pipi Caleb dan mengusap sedikit liur sambil berkata;
"Aku tidak akan menyentuhmu lagi sampai kamu siap. Aku hanya akan patuh pada permintaanmu baik sebelum maupun sesudah kita menjadi mate."
Mendengar itu cukup mengejutkan Caleb karena dia hampir berpikir kalau Derek akan marah karena permianan mereka harus dihentikan ditengah jalan. Setelah itu, Caleb tanpa sadar tersenyum dan menyandarkan pipinya pada sentuhan tangan Derek.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Wild Hunt
Werewolf"Setiap terang menyimpan kegelapan, tapi kegelapan tidak bisa menyimpan terang. Jika gelap tidak bisa bersama dengan terang, maka setidaknya gelap akan selalu berada di sisi terang."
