Ketika Derek menginjakan lagi kakinya ke rumah ayahnya, dia langsung ingin pergi lagi. Rumah atau yang lebih tepatnya gedung apartemen mewah di Dubai memang terdengar sangat aneh jika ditempati klan werewolf. Bukannya hutan pinus, cemara, atau cedar melainkan hutan beton dan padang pasir menjadi tempat klan werewolf berburu.
Semua anggota klan berlutut hormat dan menyambut ketika Derek memasuki lobi. Beberapa pasang mata memandang pada Caleb yang berada di gendongan Derek dan mulai memberikan "tatapan" mereka.
"Tuan bisa membaringkan new blood itu-"
"Dia adalah mate-ku!" Derek menggeram pada si pengawal yang membawanya ke tempat itu.
"Errm.... tuan bisa membaringkan mate tuan di kamar Anda selagi Anda menghadap ketua Alpha."
"Tidakkah ketua Alpha kalian ingin melihat mate-ku yang tampan ini?" Tanya Derek yang tersenyum bangga sebelum pintu elevator tertutup dan membawanya naik ke griya tawang.
Derek mengecup kening Caleb yang masih tidak sadarkan diri dan mengeratkan gendongannya. "Bertahanlah sebentar lagi Caleb, sesaat ketika kamu sudah mengalami perubahan pertamamu aku akan membawamu pergi jauh dari sini."
Elevator berhenti naik dan ketika pintunya terbuka, Derek disambut oleh anggota klan lagi yang kali ini menggiringnya ke ruang utama. Disitu berdiri menghadap jendela besar, seorang pria tegap berambut panjang yang diikat rapi. Setelan jasnya begitu sempurna bahkan siapapun tidak akan mengira kalau pria berumur lebih dari 100 tahun itu adalah seorang Alpha Werewolf dan yang lebih penting, dia adalah ayah Derek yaitu Arthur Blake.
"Apa maumu pak tua?" Derek menyapa santai dan sedikit menggeram.
"2 tahun kamu pergi dan ini sambutanmu? Tidakkah kamu ingin memberi salam atau..... membungkuk?" Arthur menoleh sedikit, namun masih memunggungi Derek.
"Kita berdua sama-sama tahu, basa basi bukanlah gaya kita pak tua."
"Humph.....True enough." Arthur berbalik untuk menghadap Derek dan membalas menggeram. Geraman kedua alpha yang membuat para anggota klan di ruangan bergetar ketakutan.
"Kulihat kau membawa seorang..... manusia sekarat dalam tahap akhir Lycanthrope dan bukan hanya manusia biasa. Dia adalah seorang Hunter dan anak angkat musuh bebuyutanku. Care to explain, son?" Arthur melingkari meja kerjanya dan duduk diatasnya menghadap Derek.
"Kamu tidak akan mengerti."
"Satu hal yang kumengerti, kau membawa masalah Derek."
"Sejaka kapan aku tidak membawa masalah? Lagipula apa pedulimu?"
Kaca besar di belakang Arthur tiba-tiba retak bersamaan dengan hancurnya pinggiran meja yang sedang dia pegang. Derek sendiri menurunkan suhu di ruangan dengan sangat drastis hingga napas uap terlihat mengepul dari hidung mereka berdua.
"Tenanglah, Ketua Alpha.... aku yakin Derek hanya belum..... dewasa." Suara wanita merdu beraksen Italia itu datang dari balik kursi besar di sisi ruangan dekat rak buku.
Sesuatu seperti bau belerang mulai tercium dan datang dari arah wanita itu yang membuat Derek langsung tahu kalau wanita itu adalah penyihir. Pertanyaan selanjutnya, sudah berapa lama dan bagaimana dia berada disana tanpa Derek ketahui? Kenapa wanita itu begitu menawan perhatian Derek?
Arthur menarik napas dan menenangkan lagi dirinya sebelum memperkenalkan; "Derek, aku kenalkan pada Istoria Racconto Vate. Calon mate-mu."
Gadis cantik berambut pirang emas itu melepas kerudung dari mantel merah di pundaknya dan membungkuk hormat pada Derek. "Aku mendengar banyak tentangmu, Derek. Senang akhirnya aku bisa melihatmu secara langsung. Kau bisa panggil aku Istoria."
KAMU SEDANG MEMBACA
The Wild Hunt
Loup-garou"Setiap terang menyimpan kegelapan, tapi kegelapan tidak bisa menyimpan terang. Jika gelap tidak bisa bersama dengan terang, maka setidaknya gelap akan selalu berada di sisi terang."
