Chapter 12 Mate

1.3K 113 15
                                        

Caleb memikirkan sekali lagi tentang keadaanya. Setelah mendengarkan keadaannya sekarang yang akan berubah menjadi werewolf dalam sehari semalam, Caleb harus bicara pada Derek tentang semua ini.

"Caleb?" Suara Derek diikuti ketukan pelan pintu membuat si Hunter tersadar.

Meski awalnya Caleb ragu karena dia masih marah dengan sikap Derek mengubahnya, si Hunter memaksakan dirinya untuk membuang egonya dan menjawab panggilan Derek. Caleb membuka sedikit pintu kamarnya dan mengintip.

"Apa?"

"Hei..."

"Jangan kira kalau aku tidak marah denganmu, Derek karena aku masih." Jawab Caleb dingin.

"Kau sudah makan? Aku membawa makanan untukmu." Derek menyembunyikan wajah kecewanya dibalik beberapa bungkusan kertas di tangannya. Meski Derek juga merasa marah pada Caleb, Derek tidak bisa membiarkan mate-nya menderita sendiri. Sudah menjadi insting dan bentuk perhatiannya untuk mengayomi Caleb.

Si Hunter memandang antara bungkusan makanan di tangan dan wajah Derek yang terlihat jauh lebih tampan dan rapi dengan rambut pendek. Akhirnya Caleb membuka pintunya lebar-lebar dan membiarkan Derek masuk.

Derek menggiringnya ke meja makan bundar kecil dan mulai membuka semua isi bungkusan. "Aku tidak tahu apa yang kamu suka jadi aku beli semuanya yang memilki daging masing-masing dua."

Caleb segera duduk dan melahap satu per satu makanan itu dengan cepat. Diujung matanya, Derek terlihat sedang menunggu sesuatu dan Caleb bertanya;

"Apa kau tidak makan?"

"Tidak, aku.... seleraku lebih pada daging mentah, lagipula ini semua untukmu dan aku sudah makan jadi tenang saja."

"Aku tidak bisa makan kalau kamu terus memperhatikanku, Derek."

"Oke." Derek memejamkan matanya dan itu malah membuat Caleb kesal.

"Ck... katakan apa yang sebenarnya kau mau?"

Derek mengintip dengan sebelah matanya lalu menggosok belakang lehernya ragu. "Bisakah....urm... aku menyuapimu? Aku tahu ini mungkin terdengar aneh, tapi-"

Caleb menyodorkan makanannya yang setengah digigit dan tidak sengaja mengenai hidung Derek. Caleb lalu membuang mukanya yang memerah malu; "ini.... suapi aku kalau begitu!"

Derek tersenyum bahagia dan segera menyuapi Caleb dengan bangga. Derek tidak berhenti untuk tersenyum dan terus mengusap bibir dan pipi Caleb setiap dia menyuapi mate-nya itu. Bagi Caleb, meski aneh dan terkesan kekanak-kanakan, entah kenapa si Hunter menemukan hal ini sangat seksi dan romantis.

"Derek?"

"Hmmm?"

"Memang kenapa harus seperti ini, sih? Kenapa harus menyuapiku seperti ini?"

"Bagi werew- erm... bagiku, menyuapi mate-ku memberikan kepuasan tersendiri. Seperti urm.... sebuah perilaku serigala ketika meminang pasangannya. Pasangan jantan akan membawa makanan bagi betinanya saat sedang mencoba merayu."

"Jadi aku ini serigala betina?! Lalu kamu sedang merayu?

"Ah tidak! Maksudku bukan seperti itu. Kau sedang lemah, jadi.... ya.... kau tahu?"

Caleb menangkap kedua pipi Derek dan mengarahkannya agar menghadap wajah si Hunter. Wajah Derek memerah dan matanya menatap Caleb dengan penuh harap. Dia memejamkan matanya dan menunggu kecupan hangat yang dia harapkan.

The Wild HuntTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang