Tepat ketika Derek hendak melepas semua baju Caleb, si Hunter berusaha menutupi tubuhnya lagi dari pandangan si Werewolf. Derek tentu saja bingung dan merasa bersalah kalau dia ternyata sudah bertindak terlalu "bersemangat".
"Maaf, Caleb... aku seharusnya tidak-"
"Jangan.... jangan pergi. Ini bukan tentangmu, tapi ini... Bi-bisakah kamu mematikan lampunya, atau mungkin kita bisa melakukan ini dengan pakaian kengkap?"
"Katakan apa yang mengganggumu, Caleb...."
Caleb terdiam dan menghindari tatapan Derek sampai tangan si Werewolf mengarahkan wajah di Hunter menghadapnya. Matanya yang biru lembut menenangkan Caleb dan dia membiarkan tangannya perlahan terbuka ketika Derek mengarahkannya.
Derek bingung kenapa Caleb begitu malu dan tidak percaya diri dengan tubuhnya sendiri sampai dia melihat hampir seluruh tubuh si Hunter dipenuhi bekas luka.
"Kamu.... malu dengan ini?" Dan Caleb tidak menjawabnya.
"Kau tahu apa yang kupikirkan? Aku iri melihat tanda perjuanganmu Caleb.... maksudku lihatlah badanku. Kecuali dari luka senjata perak yang kamu torehkan, aku tidak memiliki bekas luka apapun. Aku terlalu mulus seperti kulit bayi."
"Kamu jauh dari kategori bayi, Derek...." Caleb tersenyum kecil.
"Intinya, aku tidak memiliki masalah dengan bekas luka ini karena semuanya menaruh cerita tentang kerja keras dan keberanianmu selama ini. Aku akan sangat senang kalau kamu menceritakan setiap belas luka yang kamu miliki." Jawaban itu menghasilkan senyuman manis dari Caleb dan rasa malunya perlahan hilang.
Caleb bergerak memutar badan mereka agar sekarang Derek berada dibawa Caleb. Sentuman nakal Derek membuat Caleb semakin berani meraba setiap jengkal tubuh si werewolf. Perlahan si Hunter mundur hingga wajahnya berada tepat di pangkal paha Derek yang hanya tertutup boxer putih tipis. Sebuah bercak basah menghiasi bagian atas "tenda" kejantanan Derek.
Sejujurnya Caleb sama sekali tidak tahu apa yang harus dia kakukan. Dia tahu bagaimana konsep reproduksi itu seperti apa dan dia tahu (meski ragu) tentang bagaimana 2 orang pria bercinta dan jika benar, hal pertama yang harus dia lakukan adalah ini.
Caleb turun menuju pangkal paha Derek dimana objek hasratnya sudah menunggu, menantang, tegang mencuat. Awalnya Caleb ragu untuk menyentuhnya, tapi ketika dia mendapatkan respon yang dia inginkan dari si Werewolf, Caleb meneruskan penelurusannya. Setetes cairan bening yang muncul dari ujung kejantanan Derek memikat Caleb untuk menjilat dan merasakan untuk pertama kalinya pre-ejakulasi. Sedikit manis, asin, dan memiliki aroma khas yang jantan.
"Kumohon, Caleb..... urh....." pinta Derek dalam erangan yang semakin erotis di telinga Caleb.
Si Hunter menutup bibirnya disekitar kepala penis Derek dan....
"Yah!.......hah....."
Naik dan turun, hisap dan lepas, cepat dan lambat itulah yang coba Caleb lakukan ditambah gerakan lidah dan gigitan kecil di sana sini yang semakin mempertajam sensasi kenikmatan pada Derek. Caleb mencoba memasukannya lagi hingga hidungnya terbenam dalam rambut halus yang beraroma khas Derek. Lalu, Caleb menoleh keatas dan menghisap lembut sembari menaikkan kepalanya dan membebaskan tenggorokannya lagi.
Terus lagi dan lagi Caleb melakukan itu pada Derek yang dimulai dari tempo lambat, cepat, bahkan tidak beraturan. Derek semakin liar dan tangannya yang membelai lembut rambut Caleb sekarang meremas dan mengambil alih tempo permainan.
"Caleb.... ngghhh.... kamu akan membuatku.... aahhh!" Derek mencoba menahan kepala Caleb dan memperingatinya kalau dia sudah berada di ujung tanduk.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Wild Hunt
Werewolf"Setiap terang menyimpan kegelapan, tapi kegelapan tidak bisa menyimpan terang. Jika gelap tidak bisa bersama dengan terang, maka setidaknya gelap akan selalu berada di sisi terang."
