Chapter 7 Dilemma

1.3K 111 8
                                        

Caleb mengambil ponsel cadangan sambil membuka jendela kamarnya. Angin malam yang dingin bersama butiran kecil salju membuat badan tipis Caleb bergidik dingin, tapi dia tidak menghiraukannya. Menekan nomor ponselnya yang dulu, Caleb menunggu. Tidak perlu lama, hanya dalam setengah nada tunggu, Derek sudah menjawabnya;

"Caleb?"

"Derek? Hi.... urm...." caleb kehilangan kemampuan bicara.

"Aku merindukanmu." Derek memulai.

"Aku juga... andai kamu ada disini.... aku sedang banyak pikiran."

"Kau mau aku kesana? Ke kamarmu?"

"Meski aku mau, kamu tidak akan- tunggu.... dari mana kamu tahu- Astaga! Jangan bilang kamu-" perkataan Caleb terhenti ketika dia melihat ke luar jendela dan menemukan Derek sedang berdiri di halaman, melambai bahagia kearahnya.

"Apa kau ini gila?!"

"Aku gila karenamu Caleb." Derek tersenyum boyish dan Caleb memberikan tanda agar Derek masuk ke kemarnya.

Werewolf itu memanjat dengan mudah dan cepat masuk ke kamar Caleb. Belum sempat kakinya menyentuh lantai, Derek melempar tubuhnya ke pelukan Caleb. Mereka berdua terjatuh ke lantai dimana Derek berada tepat diatas Caleb sama seperti ketika pertama kalinya mereka bertemu. Seekor serigala yang menerkam mangsanya.

Sebelum Caleb sempat protes, Derek melumat dan menjilati tidak hanya bibir, tapi juga leher secara intim dan penuh kemesraan. Hal itu memang terasa romantis, tapi entah kenapa Caleb merasa seperti sedang dicium anjing. Basah dan.... intens.

"Derek! Hentikan! Apa yang kamu lakukan disini?!" Caleb memaksakan dirinya untuk tegas dan mendorong wajah Derek menjauhinya.

"Kamu memanggil aku datang." Derek mencoba menjawab, tapi Caleb tidak menghiraukan jawaban tidak serius semacam itu.

"Oke oke.... aku hanya sedang mencari tempat agar kita bisa bermukim, entah kenapa aku malah mengikuti rute penerbanganmu dan akhirnya aku bertemu beberapa Hunter Elite di Rothenburg. Kami sedikit bertarung, tapi aku baik-baik saja. Karena sudah dekat dengan markas ini, jadi kupikir kenapa tidak sekalian saja bertemu denganmu."

"Tunggu.... kamu bertemu Hunter Elite?! Apa kamu membunuhnya?!" Caleb menuduh dan Derek tersinggung. Dia menjauhi Caleb dan membenarkan lagi jaketnya sebelum menjawab;

"Aku hanya membuat mereka tidak sadarkan diri, tidak lebih. Aku tidak ingin membunuh Hunter maupun manusia seperti sumpahku dulu, tapi sepertinya kau masih berpikir aku ini sebagai monster. Sebaiknya aku pergi dari sini."

Sebelum Derek sempat pergi, Caleb menahan tangannya dan mencoba menariknya lagi mendekat ke tubuhnya.

Si Hunter merasa bodoh dan bersalah ketika dia sudah menuduh dan membuat si werewolf tersinggung karenanya. Membayangkan dirinya akan ditinggalkan Derek membuat Caleb jadi panik dan takut.

"Maafkan aku Derek!!"

"....." Derek tidak bergeming, namun Caleb bersyukur kalau sekarang si Werewolf berhenti melawan.

Mereka saling diam sampai Derek menarik tangannya bersama Caleb dan memeluknya erat ke tubuhnya. Tangan besar Derek yang bebas, dilingkarkannya ke pundang dan membelai lembut kepalanya sambil tidak henti mencium kening Caleb sebagai tanda afeksi. Bagi Caleb, dia merasakan diampuni dan dicintai lagi, jadi dia menyerahkan dirinya di pelukan Derek dan kembali membalas pelukannya dengan melingkarkan tangannya yang bebas ke punggung si werewolf.

The Wild HuntTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang