Mata Caleb terbuka dan kali ini dia melihat ke sekelilingnya. Interior mobil yang hancur juga berantakan dan Caleb sadar kalau dia berada dalam pelukan seorang wanita. Pelukan itu terasa dingin dan ketika Caleb mencoba melihat ke kepala wanita itu, lehernya berputar dan bengkok ke arah punggungnya. Caleb tidak bisa melihat sajah ibunya lagi bahkan ketika dia mati.
Caleb mencoba berbicara, tapi suara yang keluar dari mulutnya hanya berupa tangisan. Tiba-tiba sepasang tangan meraih ke tubuh kecil Caleb dan menariknya lepas dari pelukan dingin ibunya yang sudah mati.
"Ssshh! Nak, berhentilah menangis! Ssshhh!" Suara ayahnya yang panik dan ketakutan malah membuah Caleb semakin keras menjerit dan menangis.
Caleb dibawa lari entah kemana karena dia tidak bisa melihat apapun kecuali kegelapan di kiri dan kanannya. Dia hanya bisa mendengar deru napas ayahnya, langkah kaki di rumput, suara kangkrik, dan geram juga gores kuku yang terdengar sangat cepat mendekat. Sebuah sabetan tiba-tiba melukai kaki ayah Caleb dan itu membuatnya terjatuh cukup keras ke tanah. Meski begitu, Caleb tetap tidak apa-apa karena tangan ayahnya melindungi penuh.
"Jangan takut nak, ayah akan melindungimu! Ayah akan melindungimu." Ucap ayahnya berulang-ulang bagaikan mantra sia-sia. Caleb memandang kedepan diantara pekatnya air mata dan dia melihat werewolf sama yang tadi mengejarnya di mobil sekarang berdiri diantara pepohonan, kukunya yang tajam berkilau merah darah diantara sinar rembulan.
Werewolf itu kemudian melolong keras mengalahkan jerit tangis Caleb. Dia berjalan perlahan mendekati Caleb dan ayahnya sambil mengangkat kuku seperti pedang eksekutor yang siap untuk memenggal kepala.
Caleb menjerit sekerasnya dan disaat itulah matanya terbuka lagi dan dia terbangun. Matanya yang sembab tidak henti-hentinya mengeluarkan air mata dan dia merasakan tubuhnya begitu gemetar dengan hebat. Si Hunter melirik ke sekitar, tapi dia tidak menemukan siapapun bahkan dia tidak ingat tempat itu dan bagaimana dia bisa ada disitu. Satu hal yang dia ingat, Derek menggigitnya.
Caleb segera meraba lehernya dan merasakan sebuah luka kecil berbentuk rangkaian gigi dan itu membuatnya semakin panik. Dia mencoba bangun dari ranjang, namun karena kakinya masih lemah dia langsung terjatuh begitu keras ke lantai hingga hidungnya berdarah dan kepalanya terbentur.
Semuanya terasa pusing, panas, gatal dibawah kulit, dan bahkan sebuah sensasi kehilangan dan kekhawatiran yang luar biasa entah kenapa Caleb rasakan dan pikirkan pada Derek. Di tengah pergumulannya seperti itulah Derek datang mendobrak pintu kamar dan langsung berlari ke sisi Caleb.
.
.
.
.
.
Beberapa waktu sebelumnya
"Dude what the hell?!" Lucas membiarkan Derek mengendus lehernya dalam-dalam dan melotot pada matanya.
"Aku harus memastikan kalau kamu asli." Derek kemudian menoreh dengan kukunya sedikit bagian tangan Lucas dan puas ketika dia menemukan darah dan bukan pecahan kaca.
"Memangnya ada yang meniru penampilanku dan.... menipumu? Aku terkejut karena kamu bisa tertipu, Derek."
"Grr... entahlah. Keberadaan wanita itu bahkan tidak bisa kurasakan, tapi dia mengaku kalau dia bisa menyembuhkan Lycantrophy. Apa itu memang benar bisa dilakukan?" Derek membiarkan Lucas masuk dan menghampiri cermin di kamar mandi.
Setelah Istoria melakukan sesuatu pada Caleb, detak jantung Hunter itu mulai menenang dan Caleb terlihat sedang tertidur daripada sakit berat. Mendapat kabar kalau Lucas datang, akhirnya dengan berat hati Derek meninggalkan Caleb sendirian di kamar dan menemui temannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Wild Hunt
Werewolf"Setiap terang menyimpan kegelapan, tapi kegelapan tidak bisa menyimpan terang. Jika gelap tidak bisa bersama dengan terang, maka setidaknya gelap akan selalu berada di sisi terang."
