"Kau lihat itu?! Senior lihat itu?! Aku yang menangkapnya!!" Calon Hunter yang berwajah asia itu bersorak bangga.
"Jangan bangga dulu! Perburuan yang sesungguhnya akan lebih berat dari ini dan kamu harus selalu berhati-hati!"
"Siap senior!"
Caleb dan Samuel berjalan pelan dibelakang mereka sambil memandang remaja yang barusan Caleb lepaskan, harus kembali ditangkap dan diseret oleh senior Hunter. Bentuknya terperangkap antara bentuk werewolf dan manusia akibat pasak perak yang tertancap di perutnya. Cukup dalam untuk mengacaukan kemampuan werewolf hybridnya, tapi tidak cukup untuk membunuhnya.
Suara yang keluar dari remaja itu hanyalah sebuah lenguhan dan ringkikan serigala, tapi mata yang melihat Caleb mengatakan segalanya. Caleb sudah memberikan kesempatan untuknya kabur, tapi apa yang bisa dia lakukan ketika 3 hunter lainnya berlari kearah Pricolici kabur?
"Kenapa kita harus membawanya hidup-hidup?" Tanya Caleb pelan pada Samuel.
"Di malam inisiasi, para calon Hunter akan menghujamkan belati perak mereka padanya sebagai tanda perburuan yang pertama. Kau memiliki kesempatan untuk berburu buruanmu yang pertama, tapi karena kamu gagal.... katakan saja kau jadi harus membunuh buruan yang mudah." Jelas Samuel sambil menghembuskan asap rokok dari mulutnya.
Caleb terdiam dan memandang lagi mata remaja yang menghitam akibat perubahan yang tidak sempurna. Mencoba mencari alasan untuk membenci, marah, atau jijik agar rasa bersalah dan kasihan di hatinya bisa mati. Sayangnya tidak bisa, sudut pandangnya terlanjur berubah dan dia tidak bisa lagi melihat dari sudut pandang Hunter apalagi melihat sisi manusiawi seperti Derek.
"Mau kau ceritakan apa yang ada pikiranmu, Caleb? Jika ini tentang perburuan, ketahuilah aku tidak kecewa padamu dan kamu pasti akan mendapatkan kesempatan mendapatkan buruanmu sendiri." Samuel melingkarkan lengannya ke pundak Caleb dan merangkulnya dekat setelah membuang puntung rokoknya ke salju.
"Aku.... aku tahu semua tentang werewolf dan sejenisnya dari buku, tapi aku tidak yakin pada beberapa hal yang buku itu jelasakan."
"Oh? Ceritakan, mungkin aku bisa membantumu."
"Werewolf atau manusia serigala dikatakan adalah manusia yang memiliki kemampuan untuk berubah menjadi serigala karena sebuah kutukan atau penyakit. Di buku selalu menjelaskan kalau werewolf sebagai monster kejam dan tidak berperasaan, tapi mungkinkah manusia serigala ini masih memiliki sisi "manusia" mereka?"
"Tentu mereka memiliki sifat manusia. Kamu pikir manusia bukanlah monster kejam dan tidak berperasaan? Manifestasi dari sifat manusialah yang membuat werewolf ini bertindak jahat. "
"Jadi kakak pikir ada werewolf yang baik?"
"Orang baik tidak akan menjadi makhluk kegelapan, Caleb.... lagipula tidak ada yang namanya orang yang benar-benar baik. Setiap titik kecil kegelapan di hati manusia bisa diubah oleh kutukan werewolf untuk menjadi titik besar, hanya butuh itu untuk membuat werewolf menjadi monster kejam yang tidak berperasaan. Ketika mereka seperti itu, sudah menjadi tugas kita untuk menghentikannya."
"Tapi bagaimana dengan orang baik yang terpaksa menjadi werewolf oleh suatu keadaan yang tidak terelakan? Tidakkah kakak pikir itu.... salah?"
"Salah..... benar..... itu hanya sebuah pendapat yang relatif. Bagiku, jika makhluk kegelapan melanggar ketetapan maka mereka harus mati."
"Apakah mereka harus mati?" Caleb bertanya pelan dan itu membuat Samuel terkejut. Untuk pertama kalinya dia menemukan (calon) Hunter yang ragu dengan apa yang menjadi identitas mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Wild Hunt
Người sói"Setiap terang menyimpan kegelapan, tapi kegelapan tidak bisa menyimpan terang. Jika gelap tidak bisa bersama dengan terang, maka setidaknya gelap akan selalu berada di sisi terang."
