Belajar Memaksa

43 1 0
                                        

Keesokan Hari, SMA Otonokizaka


"Ohayou, Maki-... KYAAA!!"


Pada pagi hari itu sebelum bel pelajaran pertama berbunyi. Tiba-tiba Maki yang baru saja memasuki ruang kelas segera mendatangi bangku Rin dan menariknya untuk pergi keluar meninggalkan kelas.


"K.. Kamu mau membawa aku kemana, nyaa...?!" tanya Rin panik saat Maki yang tanpa sepatah kata pun berbicara terus menggandeng tangannya hingga sampai ke dalam ruang musik. Dengan segera dia membawa masuk gadis kucing itu dan mengunci pintu ruangan yang kedap suara tersebut.

"Kamu, kamu kenapa masih ada di tempat ini, hah?!!!" bentak Maki meski tersengal-sengal dengan nada serius.

"Ehh?!"

"Kamu..... Kamu itu seharusnya berada di rumah sakit sekarang!!" lanjut Maki berbicara dengan mata terbelalak lebar.

"Ehh... Itu...??"

"Tehehehe.... Kamu itu ngomong apaan sih, nya?!"

"BERHENTI MENGELAK!!"

"Ehh?! Oh, begitu yah... Jadi aku sudah ketahuaan, yah?" ujar Rin sambil tersenyum tipis.

"Maki-chan. Tenang saja, Aku baik-baik saja kok, nyaa.."

"Gezz, "Baik-baik saja" gundulmu!.... Loe itu sakit!!" umpat Maki kepadanya

"Kamu tahu... Dokter yang kemarin memeriksamu itu adalah Mamaku!"


---000---


Sore Kemarin, Rumah Sakit Nishikino.


"Anak itu, ada apa dengan dia, Mama?"

"Humm, Apakah kamu mengenal dia? Temanmu?!" tanya sang dokter wanita tersebut kepada anaknya.

"E-Enggak juga sih..." sanggah Maki dengan muka memerah.

"Kalau begitu aku tidak bisa memberitahukanmu."

"Unn, Dia itu teman sekelasku!" timpal Maki cepat yang semakin penasaran.

"Ehh, Teman sekelas, yah?! Baiklah...." jawab sang ibu sambil menutup berkas data riwayat pasiennya, sebuah bundel dokumen cukup tebal yang bertuliskan nama gadis itu, Rin Hoshizora.

"Anak itu unik, dia itu kuat tapi rapuh." tutur sang Ibu yang berdiri dari bangkunya untuk mengembalikan dokumen.

"M... Maksudmu?"

"Saat ini anak itu sedang berjuang keras untuk melawan stamina tubuhnya yang semakin berkurang setiap tahun.. Kekurangan yang dialaminya telah membuat tubuhnya menjadi tidak kebal mengatasi serangan penyakit dari luar, bahkan penyakit flu saja dapat menjadi ancaman serius bagi jiwanya?"

"I-Itu, Masaka?!! Penyakit imunitas?! AIDS?!!"

"E-Eh, Kamu bercanda, kan?!" Bentak Maki panik namun sang ibu hanya tertawa geli sambil menggelengkan kepala.

"Tenang saja, Maki-chan.. Belum separah itu, kok."

"Secara medis, anak itu terkena penyakit Hepatitis Autoimun. Kau sudah tahu kan penyakit apa itu? Sesungguhnya aku juga terkejut, ini adalah kasus yang sangat langka terjadi di Jepang. Hanya ada kemungkinan sekitar 3% untuk penyakit ini bisa terjadi di Asia."

"A-Apa?! B-Bagaimana mungkin?!" Tanya Maki kembali terkejut.

"Aku juga tidak terlalu mengerti penyebabnya, mungkin itu karena faktor genetika. Namun kami juga belum bisa memastikan ini karena dari kedua orang tua Rin tidak memiliki riwayat diagnosa penyakit Autoimun."

The First ClassTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang