Keesokan Harinya.
Hari senin, hari pertama di awal bulan Juni.
Ini juga menandakan bahwa musim semi akan segera berakhir disusul dengan awal musim panas yang segera tiba. Beberapa orang sudah bersiap menggunakan pakaian yang lebih longgar dan tipis untuk menyambut anomali peningkatan suhu yang biasa terjadi sewaktu-waktu di jepang.
Di sisi lain, bagi para murid SMA Otonokizaka waktu ini juga menandakan bahwa sudah hampir satu semester mereka menjalani aktifitas sekolah. Beberapa siswi kelas satu bahkan sudah mempersiapakan jadwal kegiatan untuk liburan musim panas pertama mereka. Beberapa gadis lainnya mulai bersolek untuk kencan pertama mereka, namun di atas itu semua yang lebih penting bagi mereka saat ini adalah memikirkan bagaimana caranya lolos dari ujian akhir semester yang segera tiba.
"O-O... Ohayo, Kayo-chin!!!"
Sapa gadis kucing itu melangkah riang dengan kaki lincahnya meraih pundak sahabatnya sembari senyum mengembang di wajahnya. Pagi hari ini mereka baru saja tiba di pintu gerbang depan sekolah secara bersamaan. Gadis kucing itu dengan manja memeluk Hanayo sambil mengelus-eluskan pipinya menyentuh wajahnya dengan nyaman sambil terus mendekap erat.
Tebar senyuman mengelilingi suasana sekitar mereka ketika sepasang sahabat karib itu saling bertemu dan seolah tidak ada batasan yang menghalangi kontak fisik di antara mereka sehingga keadaan semacam itu sudah dianggap lumrah oleh para teman-teman lainnya.
"Rin-chan?! Ehhm, Tumben mukamu kok pucat?"
"Ehehe, Hari ini aku bangun kepagian." Jawab Rin sambil menggaruk tengkuk kepalanya namun Hanayo yang tidak puas dengan jawaban itu merasa ada sesuatu yang janggal dari diri Rin saat ini. Benar, senyum tawa itu ternyata tidak cukup untuk menyembunyikan lipatan kantung mata Rin dari pandangan mata Hanayo.
"Ehh, kamu pasti habis main games lagi yah?! Kamu itu yah..." Tebaknya.
"Ehh?? I-Itu...."
"Ahahaha... yah, ketahuan deh..?!"
Respon Rin dengan segera mengiyakan pertanyaan Hanayo, jawaban yang segera membuyarkan kerisauan Hanayo yang baru saja datang. Lain watak, lain hati. Rin benar-benar mencintai temannya ini sehingga dia tidak ingin sahabatnya itu terlalu banyak pikiran mengenai ulahnya sendiri. Termasuk untuk perkara hati yang disebabkan oleh Maki yang membuatnya pecah konsentrasi dan tidak bisa tidur semalaman kemarin.
"Huft, jadi kamu pasti belum ngerjain PR, kan?"
"PR, nyaa?! Emangnya ada PR pelajaran apa, nyaa?!"
"Huft, hampir semuanya ada, Rin-chan.." jawab Hanayo sambil menghela nafas panjang.
"HWAAAA... KAYO-CHIN, PINJEMIN AKU CATATANMU DONG!!!"
"Iya, iyah... Kamu boleh menyalin bukuku, kok..."
"Kalau begitu, ayo kita lari...!!"
"Ehh, gak usah tarik-tarik gini dong!!!"
Pada akhirnya mereka berdua memulai pagi itu dengan berlari menyerobot teman-temannya yang masih berjalan santai menuju gedung sekolah. Tanpa membuang waktu mereka bergegas menuju ruang kelas untuk menyelesaikan PR Rin yang sama sekali belum dikerjakannya.
Di dalam Kelas.
Kini jam telah menunjukkan pukul 07.30, kurang dari setengah jam lagi pelajaran pertama segera dimuali dan saat ini beberapa teman kelasnya telah nampak meramaikan suasana kelas tersebut. Rin dan Hanayo yang baru saja tiba segera menuju meja mereka untuk menyusul beberapa temannya yang juga sedang menyalin PR harian temannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The First Class
Fanfic"Semuanya dimulai di awal tahun, kelas pertama dan... Generasi terakhir." author notes: i really enjoy to writting this story so i decided to keep on going this story. so please keep cheers me always! :)
