Ekstra Kurikuler

68 5 0
                                        

Hari Kamis, suasana sekolah SMA Otonokizaka pagi ini menjadi lebih padat daripada biasanya. Terlihat lebih banyak siswi yang berkumpul di depan lapangan sekolah untuk menikmati pertunjukkan demonstrasi dari berbagai klub ekstrakurikuler disana. Tidak jarang diadakan mini-challager untuk menarik perhatian para murid baru agar bergabung dengan klub mereka. Termasuk Rin yang menerima tantangan dari klub lari.

Dukk dukk dukk dukkk... Dukk dukk dukk dukkk...

Suara hentakan sepatu yang berdecit memenuhi ruangan koridor sekolah seiring kedua gadis itu berlari melewati kerumunan manusia yang ada disana. Namun kali ini dia tidak berlari karena suatu event, melainkan...

"Tatsukette....... Da... Dareka... Dareka Tatsukette!"

Tiba-tiba terdengar suara lolongan panik dari Hanayo yang sedang terburu-buru membuatnya terus berlari tanpa henti. Di bagian belakang dia juga tampak gemuruh ribut yang ditimbulkan oleh seorang siswi lainnya. 

Dukk dukk dukk dukkk... Dukk dukk dukk dukkk... 

Suara itu bahkan lebih keras menghentak karena dia tidak hanya berlari namun juga melompat. 

"Kayo-chin! Tunggu!!" serunya namun tidak diindahkan oleh Hanayo. "ENGGAK MAU!"

"Moo, Ayolah Kayo-chin! Ini pasti menyenangkan!" bujuknya sambil terus berlari dengan kecepatan penuh, mulutnya terus tersenyum lebar seperti tidak kehabisan energi. "Nggak! Nggak! Nggak! Aku nggak mau kesana lagi!"

"Moo, ayolah jangan lari!" rayunya hampir menangkap tangan Hanayo sebelum pada akhirnya datang Maki yang menjadi tameng terakhir untuk Hanayo bersembunyi di balik punggungnya.

"Maki-chan! Maki-chan! Tolong aku!! Cepat hentikan Kayo-chin!" Maki yang kebingungan dengan tingkah panik Hanayo hanya bisa pasrah saat punggungnya dijadikan sebagai tameng. "Heh?!"

"Tolong aku, Maki-chan!" Pada saat itu Rin sudah tiba dan bersiap untuk memegang pergelangan tangan Hanayo yang tertutup rapat di belakang tubuh Maki. "Ehh?! Kyaa! Tung.. Tunggu sebentar! Kok jadi begini sih?!" ujar Maki panik dengan tingkah laku kedua temannya itu malah sibuk untuk menggerayangi badannya.

"KALIAN BERDUA BERHENTI DI TEMPAT!"

"Ehh?!" Pada akhirnya Rin dan Hanayo menghentikan aksinya dan masing-masing mengambil jarak untuk melepaskan tubuh Maki. "Gezz... Ada apa ini sebenarnya?! Kenapa kalian saling kejar-kejaran?! Ya ampun, Padahal belum sampai 5 menit aku pergi meninggalkan kalian!"

"R-Rin.. Rin-chan, dia memaksaku untuk ikut bergabung bersamanya ke Klub Olah Raga!" jawab Hanayo gemetar namun Rin terus membujuknya untuk mendekat kepadanya. "Ayolah, Kayo-chin! Ini pasti menyenangkan, kok! Bukankah menyenangkan kalo kita bisa berlari bersama-sama?!"

"Nggak! Aku nggak suka olah raga!" tegas gadis chubby itu. "Ayolah, kalau begitu anggap saja kita lagi mainan. Main basket aja... Sepak bola, atau Renang!" rayu Rin lagi sambil menggapai tangan Hanayo yang terbuka. "Kyaaaa..."

Maki yang melihat Hanayo ketakutan di balik punggungnya menjadi tidak nyaman dengan tingkah laku gadis kucing tersebut dan segera menepis tangan Rin. "Gezz, sudah cukup... Rin, hentikan! Jangan memaksa Hanayo lagi kalau dia memang tidak menginginkannya!"

"Ehh? Ayolah Maki-chan! Kamu gak asik deh! Padahal klub ini menyenangkan lho! Aku bahkan baru saja ditantang oleh beberapa senpai sekaligus... Tehehe..." Omel Rin yang turut menjadi kesal. "Pufff... Maki-chan juga harus ikut!"

"E-Ehh?.. Nggak! Aku nggak mau!" tolak tegas Maki. Melihat penolakan kedua gadis itu membuat Rin tidak habis pikir dan hanya bisa mengeluh. "Ehh, kenapa sih?! Bukankah olahraga itu baik untuk kesehatan kalian?! Contohnya Hanayo! Kalau kamu mengikuti kegiatan ini maka itu dapat sekaligus membakar kalori dan lemak dalam tubuh sekaligus berguna untuk menjaga bentuk badanmu!" terang Rin memberi ceramahnya kepada sahabatnya. sebenarnya itu adalah saran yang baik, hanya saja...

The First ClassTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang