Keesokan hari, SMA Otonokizaka
"Woah, Rin-chan...!! Tumben kamu bawa kamus bahasa inggris?!" Seru Hanayo takjub.
"Tehehehe.... Kayo-chin, mulai saat ini Rin akan serius belajar bahasa inggris!!."
"Ehh? Kenapa tiba-tiba?"
"Tehehehe..."
Pada siang hari itu di ruang perpustakaan sekolah, Hanayo melihat Rin sedang meminjam banyak buku panduan belajar bahasa inggris yang akan dia bawa pulang ke rumah. Di hari berikutnya Hanayo mendapat kabar bahwa Rin telah mengikuti les bahasa inggris pada sore hari. Sesuatu yang aneh bagi Hanayo mengingat bahasa inggris adalah mata pelajaran yang dia benci. Yah, meskipun itu adalah hal yang bagus sih.
----------000000---------
2 Minggu Kemudian.
"...Dan yang mendapat nilai tertinggi untuk ujian bahasa inggris kali ini adalah..."
"Hoshizora Rin."
"HEEEEEHHH....!!!"
Seru gaduh para murid segera menyelimuti kelas saat guru bahasa inggris mereka mengumumkan hasil ujian di depan kelas. Mereka semua tercengang mendengar itu karena mereka tahu bahwa selama ini Rin selalu mendapat nilai terendah di pelajaran ini. Namun kali ini dia bahkan telah mengalahkan Maki yang merupakan juara kelas.
"Psstt... Nggak mungkin... Bukan Maki?!"
"Psstt... Bukannya Rin-chan bulan lalu yang mendapat nilai terendah di kelas? Ini pasti bohong kan?"
"Dia abis belajar mantera apa, sih?!
"M... Maki-chan?" ujar Rin yang masih tertegun berdiri dari bangkunya mendapati hasil itu seraya memandang Maki.
"Huft, Bodo amat, ahh...!" kata Maki cuek sambil membuang muka.
Sore Hari, Rumah Maki
"NINTY THREE!!!"
"WHAT THE HELL WITH THIS SCORE?! AND YOU SAY THAT YOU AREN'T THE FIRST ON THIS STUDY?!" bentak pria setengah baya itu kepada anak gadisnya semata wayang.
"STUPID GIRL! YOU'VE BEEN MADE ASHAMED NISHIKINO FAMILY NAME!"
"...But I was tried the best i can! And you dont have right to set all of my life!" Teriak Maki tidak kalah keras.
"What?! You, Bad Girl!!" Bentak sang Ayah dengan tangan terangkat bersiap untuk menamparnya.
*ting tong*
Tiba-tiba terdengar deringan bel pintu rumah berbunyi yang menyela perdebatan panas antara anak dan ayah itu. Sang ayah lalu meninggalkan Maki sendirian di ruang tamu dan menuju ke kamarnya.
"Gezz... Do not think it's all over..!"
*ting tong*
"Permisi..." Terdengar suara gadis dari luar pagar. Maki segera pergi meninggalkan ruang keluarga dan menuju pintu luar. Saat itu tidak ada pembantu Maki yang berjaga di dalam rumah sehingga hanya meninggalkan Maki dan Ayahnya di dalam rumah.
KAMU SEDANG MEMBACA
The First Class
Fiksi Penggemar"Semuanya dimulai di awal tahun, kelas pertama dan... Generasi terakhir." author notes: i really enjoy to writting this story so i decided to keep on going this story. so please keep cheers me always! :)
