Play Drama In Your Head ?

2.5K 207 9
                                        

Sepuluh tahun sebelumnya...

"Sayang, malam ini kita makan apa ?" Seorang pria mengerling nakal dibalik kemudi mobil kepada istrinya yang duduk tepat disebelahnya.

"Biar kupikir dulu, di rumah ada beberapa smoke beef dan mozzarella. Sandwich ?" Sang istri menatap suaminya meminta pendapat.

"Sandwich untuk makan malam ? Yang benar saja..." Sang suami mulai gemas dengan istrinya yang tak pandai menempatkan berbagai jenis makanan untuk sarapan, makan siang atau makan malam.

Si istri cekikikan. Suaminya semakin tak tahan untuk tak mengelitikinya. Dengan tangan yang bebas dari setir mobil, tangan pria itu mengelitiki perut istrinya dan tawa si istri pecah. Keduanya terlihat sangat bahagia menikmati malam minggu pertama mereka tanpa anak-anak setelah sekian lama tak memiliki waktu berdua.

Namun, kebahagiaan itu hanya dinikmati untuk sekejap karena dari arah berlawanan melaju sebuah mobil berkecepatan diluar batas dengan pola yang tak menentu. Sang supir sepertinya sedang mabuk. Detik berikutnya, mobil itu sudah menabrak bagian depan mobil sepasang suami istri yang sedang terbuai dengan euforia malam minggu layaknya anak remaja. Tabrakan pun tak dapat dihindari mengingat Hiashi pun sedang dalam keadaan tak fokus karena hanya menyetir dengan satu tangan.

Bunyi kencang yang diakibatkan oleh tabrakan itu mengundang para warga sekitar dan pengguna jalan lainnya mengerumuni mereka.
Saat Hiashi sadar, wajahnya tertutupi air bag dan tak mendapat luka yang serius, kejadian mengerikan terjadi detik berikutnya, saat pria itu melihat ke sebelah dimana istrinya berada. Air bag milik istrinya tak terbuka dan mengakibatkan benturan yang sangat kencang pada kepala sang istri. Wajahnya sudah dipenuhi darah dan wanita itu tak sadarkan diri.

Hiashi berteriak meminta tolong kepada orang-orang diluar namun suaranya seperti tercekat, dia sudah berteriak sekuat tenaga namun mulutnya tak dapat mengeluarkan suara sedikitpun. Hingga akhirnya dia tak sadarkan diri.

💙💙💙

Saat Hiashi sadar, dia sudah berada di ruangan dengan bau antiseptik yang menyengat. Dia berada di Unit Gawat Darurat. Kepalanya terasa sangat sakit dan tubuhnya seperti dihajar dengan batu seberat satu ton tak kasat mata. Iris pucatnya melihat sekitar, mencari seseorang.

"Nona, dimana istriku ?" Nada bicaranya terdengar sangat panik.

"Silakan Tuan, ikuti saya." Wanita berpakaian putih itu menuntunnya ke sebuah bangsal dimana terbaring tubuh seorang wanita yang sangat dikenalnya.

"Apa yang terjadi padanya ?" Hiashi merasakan tubuhnya akan segera ambruk melihat kondisi istrinya yang terbaring lemah dengan perban menyelimuti puncak kepala sampai keningnya.

"Istri anda mengalami benturan yang sangat kuat dan hal itu mengakibatkan pembekuan darah di dalam otaknya. Saat ini dia dalam kondisi kritis." Dokter yang sedang berada disana menjawab pertanyaan Hiashi seraya mengecek aliran infus di tangan wanita itu.

"Apa tak ada cara untuk menyembuhkannya ?" Hiashi terdengar ketakutan.

"Ada satu cara, yaitu dengan mengoperasinya. Tapi kemungkinannya hanya 50:50. Istri anda bisa meninggal karena operasi pada bagian otak manusia tak pernah mudah dan selalu memiliki resiko yang besar." Suara Dokter itu seperti bergema di dalam telinga Hiashi. Pandangannya mulai kabur dan yang terjadi selanjutnya Hiashi ambruk tak sadarkan diri di bawah lantai tepat disebelah ranjang istrinya yang terbaring lemah.

LOST HEAVENTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang