HINATA's POV
"Wah wah kau ingin ke Sapporo juga, Sasuke ? Sungguh kebetulan yang menyenangkan."
"Karin ?"
Sasuke berdiri untuk menyapa gadis bersurai merah dengan kacamata berbingkai semerah rambutnya. Dia terlihat sangat mencolok dengan penampilan glamor-nya. Mulai dari pakaian, tas dan sepatunya merupakan milik brand ternama yang harganya sangat mahal. Aku mengikuti Sasuke dan berdiri di sebelahnya.
Dengan gerakan cepat, gadis itu memajukan tubuhnya dan mencium pipi suamiku di depan kedua mataku. Dadaku terasa nyeri karena tak siap melihat pemandangan itu.
"Apa yang kau lakukan ? Aku sudah memiliki istri."
Sasuke merangkul pundakku dan menarik tubuhku. Aku sedikit terkejut.
"Cih, membosankan. Dulu aku sering melakukannya."
Aku terkejut dengan kalimat gadis itu.
"Hinata, perkenalkan, ini Karin. Teman masa kecilku dulu." Sasuke melirikku yang masih berada dalam naungan lengannya.
Aku mengulurkan tangan ragu.
"Aku Uchiha Hinata."
"Uzumaki Karin." Gadis itu menyambut tanganku.
Uzumaki dia bilang ?
"Ah, jadi kamu yaa orangnya, yang membuat sepupuku terlihat murung akhir-akhir ini."
"Sepupu ?" Aku membeo.
"Uzumaki Naruto. Aku sepupunya. Dan kau pasti sangat mengenalnya kan ?" Karin memajukan kepalanya padaku dan menekankan kata mengenalnya.
"Cukup, Karin. Jangan sebut nama sepupumu itu lagi di hadapan kami berdua." Sasuke menarikku menjauhi gadis itu.
Uzumaki ?
Jadi dia dan Naruto adalah saudara sepupu ? Itu artinya, dia adalah anak dari paman Naruto yang selama ini rumahnya ditempatinya. Pantas saja aku merasa tak asing dengan wajahnya. Aku pernah melihat fotonya di ruang keluarga saat aku berkunjung ke rumah (paman) Naruto. Dan kalau ingatanku kuat, Naruto juga pernah menyebut tentang sepupunya yang bersekolah di luar negeri, makanya paman dan bibinya merasa senang ada Naruto disana.
"Uuuhh.. Takut.." Gadis bersurai merah itu mengangkat kedua tangannya sebatas dada dan berpose seolah dia takut pada ucapan Sasuke.
Aku sangat kesal.
"Baiklah, sampai bertemu di Sapporo ya.." Saat dia bersiap pergi, Sasuke malah membuatnya mengurungkan niatnya untuk pergi.
"Apa yang kau rencakan ? Kenapa kau ingin ke Sapporo disaat bersamaan denganku dan Hinata ?" Ujar Sasuke gusar.
"Hahaha.. Kau ini dari dulu tak berubah ya. Tetap saja selalu memiliki percaya diri tinggi ?" Dia tertawa. "Berapa lama kita tak bertemu ? Memangnya kau lupa kalau ayahku itu adalah promotor musik terkenal seantero Jepang ?"
Aku dan Sasuke melongo.
"Lalu, apa hubungannya ?" Sasuke bersidekap. Pria itu jengkel bukan kepalang.
"Apa ayahmu yang akan mempromotori The Click Five ?" Aku memberanikan diri bertanya padanya.
"Istrimu ternyata lebih cerdas dari penampilannya, Sasuke."
"Nona muda, pesawat anda sudah tiba. Ayo silakan lewat sini."
Tiba-tiba seorang lelaki bertubuh besar bicara pada Karin.
"Sampai jumpa. Enjoy your flight, guys."
Ia melambaikan tangannya pada kami dan pergi membelah antrian orang-orang yang mengantri untuk menaiki pesawat. Dia mendapatkan perlakuan bak ratu dari dua orang pria yang seperti bodyguard-nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOST HEAVEN
FanfictionSuatu hari, Aku baru mengetahui kebenaran tentang ibuku yang sudah meninggal sebelas tahun yang lalu. Dia adalah seorang pelacur. Ya, aku Hinata Hyuuga adalah putri dari seorang pelacur. Di usiaku yang baru menginjak delapan belas tahun, aku sudah m...
