#9

2.7K 196 31
                                        

"Jeonha, bisa aku meminta sesuatu padamu?"

Ratu Kim dengan kulit pucat dan bibirnya yang kering itu bangun dari tempat tidurnya, kondisinya yang lemah membuat Raja Seojeong melihat ratunya sedih.

Perempuan yang telah berdiri di samping tahtanya, menemaninya dalam beberapa 10 tahun terakhir dengan baik dan penuh Cinta kimi dengan mata kepalanya sendiri ia lihat dalam keadaan rapuh.

"Jika kemungkinan buruk terjadi padaku, kuharap kau mengangkat wanita yang kau cintai untuk berada disisimu, jeonha

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Jika kemungkinan buruk terjadi padaku, kuharap kau mengangkat wanita yang kau cintai untuk berada disisimu, jeonha." Ratu Kim mengucapkannya hati-hati, dengan hati teriris. Mengatakan suatu hal menyakitkan demi orang yang kau Cinta itu rasanya... Pedih.

"Apa maksudmu, Ratuku?"

"Tidak ada yang mulia. Sepuluh tahun ini aku menemanimu, melakukan segala tugasku dan mencintaimu dengan sepenuh hati. Aku hanya tidak ingin kau merasa kehilangan saay aku pergi." lirih Ratu Kim, ia meneteskan air matanya.

"Siapa yang akan pergi, Jungjeon!" Raja Seojeong sedikit membentak, Ratu Kim terpanjat. "Kau satu-satunya Ratuku, jangan pergi, aku tak mengizinkanmu pergi."

Jeonha.

Ratu Kim tersentuh, Raja Seojeong yang selama ini ia yakini mencintai orang lain mengatakan hal itu padanya, ia tersenyum pahit saat kemungkinan lain muncul.

Mungkin, Seojeong Jeonha hanya merasakan kasihan padaku.

Sedang Raja Seojeong seperti di remas hatinya saat mendengar tuturan wanitanya yang menyiratkan seolah ia akan meninggalkannya. Raja Seojeong tidak mau, ia terlalu nyaman dengan Ratu Kim, gadis polos yang dulu tidak tahu apa-apa namun malah terlibat dalam intrik politik kerajaan yang dibuat ibundanya. Gadis polos yang dulu ia abaikan karena rasa cintanya pada gadis lain.

"Aku bodoh karena baru-baru ini bisa mencintaimu sepenuh hati, Jeongjeon." Raja Seojeong menarik tubuh lemah nan pucat istrinya ke dalam pelukannya, membuat wanitanya itu terpanjat, tak menyangka Raja Seojeong akan memeluknya, juga tuturannya barusan.

Tidak, tidak terlalu sakit rasanya karena selama 10 tahun bersanding bersama Raja Seojeong ia tahu betul jika suaminya itu maish menyimpan rasa pada gadis lain yang jauh lebuh cantik darinya. Apalagi saat ia mengingat dirinya yang berada di posisi ini bukan karena Raja Seojeong mencintainya.

Dan ketika pujaan hatinya mengatakan telah mencintainya, hati Ratu Kim sangat senang, seolah ladang tandus yang selama ini haus akan air didatangi hujan, ia lega.

Perasaannya bukan perasaan tak berbalas. Mengetahui kalau Raja Seojeong mencintainya adalah satu keajaiban yang hanya terjadi sekali dalam kehidupannya.

"Jeonha." lirih Ratu Kim, jari-jari tangannya menyentuh pelan wajah suaminya, menatap wajah itu dalam-dalam, mengingat tiap inci wajah milik sang penguasa negeri. "Aku mencintaimu." lanjutnya lalu mengecup pelan kening Raja Seojeong.

[Discontinued] Moon DustTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang