Eh aku izin ke toilet sebentar ya." kata Dina sambil berjalan keluar kelas
"Ngapain? Ikut dong!" jawab Silvi sambil menyimpan pulpen nya kedalam tempat botol minuman disebelah kiri tas nya. ( ya,bukan Silvi jika tidak melakukan hal yang aneh,bagaimana tidak? Tempat botol minum ia jadikan tempat pulpen,pensil,penghapus dan segala alat tulis lainya,pantas saja banyak yang hilang )
"Udah gausah,aku bisa sendiri kok,kamu lanjut nulis aja Sil." kata Dina sambil menutup pintu kelasnya
"Pasti tuh anak ke toilet ngaca doang." kata Resa sambil melirik ke arah Silvi yang terlihat ingin menyusul Dina
Silvi pun mengurungkan niatnya yang ingin menyusul Dina
----------------------
"Eh,tar istirahat pencet bel yu!" ajak seorang cowo disebelah kolam yang terletak tak jauh dari wastafel dan kaca yang sedang Dina tempati.
"Ngapain ah males. Gaada kerjaan,biasanya juga kalo istirahat kamu deketin Ina." jawab Farhan yang terlihat malas menanggapi tawaran Dika
"Lagian kan ada petugas TU."
belum sempat mendapat tanggapan kedua temanya,Haris melanjutkan kata-katanya
"Eh,tunggu biasanya kan yang pengen mencet bel silvi. Kenapa kamu pengen tiba-tiba mencet bel." kata haris Curiga
"Justru itu! Kita kan udah sering liat nih yang mencet bel itu Silvi jadi aku pengen tau reaksi dia aja gimana kalo ada yang mencet bel selain dia." jelas Dika yang sudah memikirkan bagaimana lucunya gadis itu saat sedang kesal.
"ngebet banget Kayanya, jangan-jangan......"
kata farhan sengaja menggantungkan kalimatnya
"kamu suka sama silvi? Lah, terus ina gimana?" tanya Farhan sambil menatap bola mata sahabatnya mencari kejujuran, pasalnya ia tahu jika sahabatnya itu bukan tipe cowok play boy, dia tidak mungkin tertarik sama dua cewek
"Ehh..emmm..ngga kok.. Cuma pengen jailin Silvi aja, Ina? Aku masih tahap pdkt." jawab Dika sedikit gugup
"Jangan kelamaan woy pdkt nya tar keburu diembat orang." terang Haris sedikit cuek
"Diembat emangnya kucing." jitak Farhan yang berhasil membuat Haris meringis kesakitan
Dika,Haris,Farhan tetap melanjuti candaan mereka.... dan suara mereka tidak dapat terdengar lagi oleh Dina...
ya ..... Dina mendengar semuanya
Yang ia tak habis pikir? Kenapa Dika kenal Silvi? Kenapa cowo yang ia taksir setelah sekian lama kenal dengan sahabatnya? Kenapa Silvi tidak cerita ia kenal Dika? Apa jangan-jangan Silvi ingin menyembunyikanya,karena ia tau aku menyukai Dika? Dan Silvi Juga menyukai Dika? Yang ia tau,reputasi Dika dan kedua temanya disekolah cukup terkenal,dan banyak juga cewe-cewe yang naksir sama ketiga cowo itu,selain karena keren,mereka juga pintar dalam bidang akademik,yang membuat Mereka menjadi kesayangan guru.
Dan,siapa itu Ina? Gadis yang sedang menjalani pdkt dengan Dika,ia tidak boleh ke duluan start.
Banyak pertanyaan yang Dina lontarkan pada hati nya sendiri,ia tak ingin menceritakan niat Dika yang ingin menjaili Silvi,kecuali... Jika Silvi menceritakan terlebih dahulu kenapa ia bisa kenal Dika......
Sebuah peluang besar bagi Dina,jika sahabatnya itu mau jadi makcomblang antara dirinya dengan Dina
-----------------
"Darimana kamu Din? Kok Dari tadi aku liat kamu gaada dikelas?" Tanya Hani yang tiba-tiba nongol depan pintu
Hampir saja Dina kaget,tapi ia berhasil menyembunyikan ekspresi kagetnya
"Ke toilet." jawab Dina sambil terus berjalan menuju bangkunya yang terletak pada barisan kedua
"Lah,sendiri? Biasanya ditemenin Silvi." tanya Hani mendekati Dina
"Tadi dia gamau dianter sama aku." jawab Silvi yang mendengar percakapan Dina dan Hani
"Gausah dianterin segala lagi,udah gede ini,lagian tadi juga kamu Kemana Han? Aku galiat kamu ada dibangku kamu sendiri." tanya balik Dina
"Ehh ituuu... Hmm...aku lagi duduk di barisan belakang." jawab Hani sedikit gugup
"Kasian Resa sendiri dari tadi,ehh... aku juga sendiri sih,kan Dina ke toilet nya lumayan lama tuh." kata Silvi sambil berpikir (ia juga kan sendiri) dan kembali mencorat-coret bukunya
"yaudah sih,kan 1 tambah 1 jadi dua,kamu sama Resa sendiri kan jadi bisa ngobrol berdua,orang bangku aku dibelakang Kamu." jawab Hani sambil menunjuk bangkunya yang memang ada dibarisan ketiga,belakang Silvi dan Dina
"Iya juga sih." kata Silvi sambil manggut-manggut
"Eh tapi tadi bahasanya kamu aneh banget tau ga,pake perumpaan 1 tambah 1 segala." kata Silvi melanjutkan kata-katanya
"Paling juga dia jadi aneh,karena pindah duduk kebelakang,tau kali lagi pdkt sama siapa sekarang,makanya dia pindah kebelakang mulu." jawab seorang gadis berambut sebahu dan berponi,yang tidak lain adalah Resa,sahabatnya.
"Sssstttt res! Mulut kamu ember banget sih." Hani berjalan kebangkunya sambil melirik tajam kearah Resa
"Ihh,siapa? Kamu main rahasia-rahasiaan nihh..." Silvi berbalik kearah belakang menghadap Resa dan Hani
"Itu si Rafly." jawab Resa sambil terkekeh
"Ohh RAFLY." kata Silvi sengaja mengeraskan suaranya,alhasil mendapat tatapan melotot dari Hani
"Iya sil? apaan manggil-manggil?" kata Rafly yang tiba-tiba muncul kedepan
"Eh enggaa,tadi cuma nyebut nama kamu aja." kata Silvi sambil nyengir
"Ckkk..." Rafly mendengus kesal
Diliriknya Hani sebentar,lalu ia tersenyum dan melambaikan tanganya kearah Hani,dan kembali kearah bangkunya dibelakang.
"Ciiie.." serentak Resa dan Silvi hampir bersamaan
"Ssttt!!! Apaan sih,udah ah." jawab Hani pura-pura cuek padahal dalam hatinya sedang berbunga-bunga
"Ada yang gabisa tidur nih." ledek Resa
"Abang Rafly adek Hani bentar lagi jadian,jangan lupa PJ ya.." kata Silvi sambil terkekeh
"Kalian berisik banget sih! Dan kamu Sil! Kalo gamau ada rahasia diantara kita berempat,kamu jangan main rahasia-rahasiaan sendiri." kata Dina sambil melirik tajam kearah Silvi,yang berhasil membuat Silvi dan kedua sahabatnya bengong
Dina kenapa?
🍃🍃🍃🍃
Yang di mulmed itu Dina
Maap maap aja nih ya typo bersebaran dimana-mana:( hmYang baik vomment ayo😝

KAMU SEDANG MEMBACA
Who my Prince?
Teen Fictionkamu cantik,kamu baik,kamu lucu tapi kamu gak pernah bisa aku miliki -Haris Aditya kamu jahat,kamu brengsek,padahal masalah kita bisa diselesain baik-baik -Silvi Anandhita Adilia