Silvi berlari di lorong sekolah menuju kelasnya yang berada dekat toilet diujung sekolah,ia terlambat 10 menit,kesiangan karena ia begadang membaca novel yang baru saja ia beli di toko buku dekat rumahnya.
"Pagi Sil." sapa Dina yang nongol depan pintu,terlihat memang sedang menunggunya
Silvi tersentak kaget karena Dina yang tiba-tiba ada disampingnya
"Hehe maap aku ngagetin kamu."Dina hanya tersenyum
Menyadari sikap Dina yang ramah,tidak secuek kemarin kemarin,Silvi terdiam
"Ngg,,eh pagi Din hehe gapapa kok... Btw ga ada guru nih? Aku kan telat." balas Silvi sambil berlari menuju bangkunya dan meninggalkan Dina yang berdiri didekat pintu kelas
"Gaada,gurunya lagi rapat." kata Dina masih sambil tersenyum menghampiri Silvi,dan duduk disebelah nya
"Ohgituu,mmmhhhhh....Din..anuu... Emm kamu udah gamarah..sa..sama aku la..gii?" tanya Silvi gugup,pascanya sudah beberapa hari Dina menjauhinya
Yang ditanya pun hanya membalasnya dengan pelukan hangat dan berkata lirih "Maafin aku Sil,aku udah sembarang nuduh kamu,dan jauhin kamu,aku tau aku salah ga seharusnya aku jauhin ka.."
Sebelum melanjutkan kata-kata nya lagi,Silvi memotong ucapan nya "ssstt,udah gapapa,aku juga minta maaf ini salah aku yang gapernah merhatiin juga kalo kamu lagi curhat hehe." kekeh Silvi sambil mmenepuk-nepuk bahu Dina
Sebelum mereka melepaskan pelukanya,tiba-tiba dua orang siswi menggabruk dan ikut memeluk dua orang itu
"Nah gitu dong,kalo baikan kan adem liatnya juga." kata seorang gadis berambut sebahu yang tidak lain tidak bukan adalah Resa
"Iya,kita kan sahabat." angguk Hani masih tetap memeluk erat
"Duh pengap nih." kata Silvi yang terlihat kesesakan karena pelukan dari ketiga sahabatnya itu
"Hehe maap..."cengir Hani dan Resa hampir bersamaan,sambil melepaskan pelukanya,dan juga Dina
"Mana berat lagi,tiba-tiba ngegabruk gitu,kaya ditimpa raksasa tau ga. Sakit nih." jawab Silvi dramatis sambil sesekali memijit tubuhnya terlihat kesakitan
"haduh,badan kerempeng gini dibilang raksasa." kata Hani
"Tau huh! Dramatis banget,dasar dramaqueen." ledek Resa
"Justru itu,karena terlalu kerempeng tulang-tulang kalian ngebentur tulang aku sakit banget." kata Silvi sambil memasang wajah sedih
Resa dan Hani hanya melongos kesal
"Hadehh,udah deh udah! Baru baikan nih,pelukan lagi yok!" Dina merentangkan kedua tanganya lalu menarik ketiga sahabatnya itu dan memeluknya dengan sangat erat seperti orang yang geregetan.
"DINAAAAAA....." teriak Silvi,Resa,dan Hani hampir bersamaan
Dina hanya terkekeh sambil melepas pelukanya dan berlari menghindari ketiga sahabatnya yang siap mengejarnya
****************
Saat bel istirahat tiba,keempat sahabat yang sudah kembali akur itupun hanya membeli makanan ringan dikantin,dan duduk ditempat biasa 'nongkrong' di TU (karena,Silvi yang ingin memencet bel)
"Guys,13 menit lagi bel nih." kata Silvi sambil melirik jam tangan biru kesayanganya,sambil memakan es krimnya
"Yaelah,masih lama juga. Udah kebelet mencet bel mulu nih anak satu" jawab Hani acuh sambil mencomot roti yang tadi dibelinya dikantin
"Kalian beli apa aja tadi?" tanya Resa sambil mengunyah ciki taro favoritnya itu
"Es krim." jawab Silvi girang,sambil asik menggigit sesekali es krimnya

KAMU SEDANG MEMBACA
Who my Prince?
Teen Fictionkamu cantik,kamu baik,kamu lucu tapi kamu gak pernah bisa aku miliki -Haris Aditya kamu jahat,kamu brengsek,padahal masalah kita bisa diselesain baik-baik -Silvi Anandhita Adilia