001 🐾

667 53 23
                                        

"Aku tak tau ada berapa ribu bintang yang ada pada malam itu, yang kutau ada sebuah rembulan yang menjadi saksi pertemuan di antara dua insan yang tak saling kenal. "

Tak seperti yang ku bayangkan, ternyata Yogyakarta tak begitu jauh berbeda. Cuma beberapa hal saja yang membedakan, orang Jogja itu ramah walau kami belum saling kenal namun mereka tak sungkan untuk saling bertegur sapa bahkan menawarkan bantuan. Di sini memang tidak ada kebun teh yang menyapaku setiap pagi, tetapi disini ada orang yang menyambut pagi hariku saat aku melangkahkan kaki keluar dari rumah. Berbeda saat di rumah nenek. Bisa di bilang rumah nenek terpencil karena berada di tengah kebun teh Dan tidak ada rumah lain di sekitarnya. Sejak aku kecil aku hanya bermain - main dengan apa yang ada di sekitarku tanpa adanya teman bermain. Bukan karena tidak ada, tapi mungkin karena mereka tidak mengetahui keberadaanku. Aku pernah melihat anak-anak seumuranku saat aku kecil, bermain di sungai belakang rumah. Setiap sore aku selalu menunggu kedatangan mereka. walau tak ikut bergabung, setidaknya itu sudah mengobati rasa sepiku.

Entah sejak kapan akupun lupa. Yang ku ingat hanyalah, saat itu ayah dan ibu mengantarkanku ke rumah nenek dan meninggalkanku. Sejak saat itu juga, aku tidak pernah bertemu dengan ibu. Ayah bilang, Ibu pergi keluar negri untuk mencari uang. Tapi entahlah, yang kutau aku kehilangan sosok figur seorang ibu sejak saat itu.

~♥♥♥~

Sudah seminggu Manda kembali menginjakkan kaki di kota kelahiranya. Manda tidak sejak lahir Tinggal di bandung, namun entah mengapa Manda tak mampu mengingat secercah memory selama ia di Jogja dulu. Mungkin karena saat itu ia masih sangat kecil. Saat di Bandung Manda menjalani home scholling, mulai dari belajar membaca hingga menghafal nama-nama kingdom beserta nama latin tumbuhan dan hewan-hewanya. Namun seminggu yang lalu, bertepatan saat mobil Pradana memasuki kawasan Yogyakarta. Pradana mendaftarkan Manda di salah satu sekolah menengah atas yang berada di sana. Awalnya Manda menolaknya dengan keras, tapi ayahnya itu bilang pendidikan di Jogja bagus untuk Manda. Pradana juga menasehati Manda, dia harus belajar bersosialisasi karena mau tidak mau sebentar lagi pasti Manda Akan berhadapan dengan dunia luar. Tidak mungkin seumur hidup Manda terus seperti itu. Ia harus kuliah, kerja dan juga mencari pendamping hidup. Karena tidak mungkin juga Pradana bisa mendampingi Manda seumur hidupnya. Karena suatu saat akan ada maut yang memisahkan. Entah siapa yang dahulu menghadap Yang Kuasa, yang terpenting adalah mempersiapkan semuanya.

"Manda, ayah ada urusan di kantor dan mungkin akan pulang malam. Kalau ada perlengkapan yang kurang nanti pergi naik ojol sendiri ya. Maaf ayah belum bisa menemani, " Manda mengangguk paham.

"Oh ya, kalau butuh uang cash pakai uang bulanan Manda dulu, nanti ayah ganti. "

Pradana melangkah dengan tergesa setelah mengecup singkat anak semata wayangnya itu. Manda mulai mencatat apa saja yang ia butuhkan di sekolah barunya. Bahkan sampai dia harus bertanya pada internet. Setelah semuanya selesai barulah ia bersiap untuk berangkat.

"Ayah bilang aku naik ojol, tapi menurut maps yang aku baca jaraknya hanya sekitar 800 meter dari rumah. Tinggal keluar komplek terus nyebrang?"

Semilir angin sore bercampur udara hangat jogja berhasil menerbangkan helaian rambut Manda. Langit sore yang mulai menjingga, senja tak lagi kuning. Lampu- lampu mulai menunjukkan terangnya dan pedagang kaki lima mulai mendirikan singgasana dagangnya di sepinggir jalan. Semerbak racikan bumbu memenuhi rongga pernafasan, berusaha mengundang siapapun yang lewat untuk sekedar singgah dan mencicipinya.

Manda melangkahkan kakinya perlahan salah satu tanganya memegang tali tas yang ia kenakan. Siap menjelajah jogja dan sepertinya memang menbantah perintah orang tua itu tidak baik. Buktinya Manda teringat ia juga perlu membeli beberapa buku reverensi untuk menambah ilmu. Sedangkan ia belum tahu toko buku terdekat dari posisinya saat ini.

LatentCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang