*Radit dalam mode malas :)
"tinggal satu orang lagi"ucap Sarah yang lalu menyedot jus mangga.
"ya, tapi kita mencarinya dimana ?"tanya Radit.
"soal itu, aku juga tidak tau"jawab Haris lesu.
"kita sama sekali tidak punya petunjuk"keluh Olivia
Begitulah perbincangan mereka berempat di salah satu cafe dengan ditemani minuman kesukaan masing - masing. beberapa orang saling berganti masuk ke sana. Semetara itu, di puncak gunung tertinggi di Benua Malaga seorang pria menaburkan serbuk yang lalu tertiup angin.
"sekarang persiapannya selesai, tidurlah dan masuki dunia mimpi yang indah"ucapnya sembari meniupkan serbuk itu keudara.
Serbuk itu menyebar dengan cepat, siapapun yang menghirupnya akan langsung tertidur. orang - orang yang sedang mengobrol di cafe langsung terjatuh terkecuali Haris dan yang lainnya.
"sepertinya dia sudah mulai menyerang ayo cepat kita harus segera pergi"ajak Radit.
Semuanya bergegas keluar, dari arah barat monster - monster menyerang menangkap semua manusia yang tertidur tidak berdaya. Haris segera menaiki motornya dan memboncengi Olivia begitu juga yang dilakukan Radit membonceng Sarah. mereka langsung pergi ke arah timur tanpa adanya tujuan yang jelas.
"di sana ada gua kita berhenti dulu sepertinya akan hujan"saran Sarah
Mereka memarkirkan motor dipintu masuk gua, tidak berapa lama hujan pun turun begitu derasnya, Olivia membuat api ungun dari ranting kayu yang telah mereka kumpulkan sebelum hujan tadi. suhu disana benar - benar dingin tapi untungnya dengan adanya api mereka bisa menghangatkan tubuh yang terkena udara dingin.
"Sarah kau mau kemana ?"tanya Radit penasaran.
"aku hanya ingin lihat seberapa dalam gua ini"
Sarah pergi masuk lebih dalam lagi, di luar hujan masih turun dengan lebatnya. tiba - tiba terdengar suara teriakkan Sarah, sontak saja Haris dan yang lainnya berlari mencari tahu asal teriakkannya, mereka semakin masuk kedalam gua entah berapa dalam gua itu yang jelas mereka masih belum menemukan Sarah.
"siapa itu ? pedangku !!"
"kenapa ris ?"
"seseorang baru saja mengambil pedangku, itu disana hey kau berhenti"
Haris berlari mengejar seseorang yang mengambil pedangnya, ternyata seorang anak kecil. Dia terus berlari hingga keluar pintu gua yang lainnya, ketika Haris keluar dari dalam gua yang dilihat hanya sebuah desa, bagunan disana masih sedikit kuno, penduduk disana juga berpakaian sedikit kearah abad pertengahan.
"tempat apa ini ?"tanya Radit yang baru keluar disusul Olivia
"aku tidak tahu, itu dia"
Haris kembali berlari, anak itu sangat lincah dia melompat dan berlari diatas atap rumah - rumah penduduk, orang - orang menatap penuh curiga, tapi Haris tidak peduli dia terus mengejar, sampailah mereka disebuah padang rumput yang cukup luas.
"anak itu !! elemen air : tembakkan air"ucap Haris sedikit kesal
"elemen tanah : tanah pelidung"anak itu langsung terlindungi oleh dinding tanah, lalu datang seseorang menarik paksa anak itu dan mendekati Haris.
"namaku Farell dan ini adikku Alex, maaf ya atas kelakuannya. dia memang suka begitu, ini kukembalikan pedang milikmu, sebagai permintaan maaf maukah kalian datang ke rumahku"
"kami mau saja tapi kami harus menemukan teman kami"
"Alex apa kau tau dimana ?"tanya Farell pada adiknya
"dia... disana"Alex menunjuk sebuah pohon, saat didekati dibaliknya terdapat Sarah yang tergantung terbalik kakinya terikat seutas tali yang mengait ke dahan pohon.
“fu-fu hahaha”tertawa dengan cukup keras Radit dan Haris melihat Sarah yang tergantung di atas pohon.
“awas saja kalian berdua”ucap Sarah kesal ditambah wajahnya yang mulai masam.
“oke oke kami minta maaf”ucap Haris dengan menghentikan tawanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Magic Crystal[revisi]
FantasiFantasy - slice of life "Suatu hari nanti kalian akan mengetahuinya, kurasa cukup sampai disini saja dan sampai jumpa lagi", begitulah kata - kata terakhir dari Dio pada Haris dan Radit. Setelah kejadian itu, dunia mengalami kehancuran total, semua...
![The Magic Crystal[revisi]](https://img.wattpad.com/cover/121096749-64-k647840.jpg)