Pertarungan terakhir

17 3 0
                                        

    "Ris, kau siap"tanya Olivia
"tentu, ayo"
"bola energi"
"elemen api : panah api"via melontar panah api biru dengan busur panah sebagai senjatanya.
"apa ! bola energi bisa dikalahkan"

Teng !
    Haris menyerang dari atas, via kembali melontarkan panahnya pada Dio, namun, panah tersebut menembus tubuh Dio.

    "elemen tanah : golem tanah"ucap seseorang yang baru datang tidak salah lagi itu Alex, pukulan golem berhasil mengenai Dio.

    "berhasil !"ucap Alex senang
"belum, dia masih hidup"
"apa ! dia bisa menembusnya"
"ini tidak menyenangkan, golem tanahmu lumayan tapi aku punya yang lebih hebat, sayangnya tenaga ku yang asli masih belum pulih"

    "Alex, kau cari saja Dio yang asli, disini biarkan kami yang mengurus"pinta Olivia
"baiklah, kak aku pergi"
"tidak akan kubiarkan"cegah Dio langsung menyerang Alex, namun Haris cepat menghalanginya.

    "baiklah jika itu mau kalian aku akan meladeni kalian, tapi jangan kecewakan aku"setelah berucap Dio langsung tepat berada di belakang Olivia.
"mati kau"

Shingh...! 
   Via berpindah dengan cepat ketempat Haris namun Dio juga langsung menyerang mereka berdua.

Teng ! 
    Haris menangkis tebasan Dio,"via cepat serang"
"tekhnik api : pukulan api"
"lumayan tapi kali ini akan kupercepat dua kali lipat bersiaplah"

    Sepersekian detik Dio bisa langsung berada diantara Haris dan Olivia, dia langsung membawa Olivia masuk kedalam lubang dimensi. Haris langsung melakukan teleport ke tempat Via berada, untuk menolongnya. karena tanda di lengan mereka saling terhubung.

    Dio mendengus kesal melihat Haris bisa mengikutinya, Dio langsung menyerang dengan cepat. di dimensi ini dia begitu cepat hingga sulit terlihat pergerakannya oleh mata.

    "mungkin kau unggul dalam kecepatan tapi bagaimana dengan ini, busur es : sentuhan es"Haris langsung meletakkan tangan kanannya di tanah seketika tanah itu terlapis oleh es, Dio menjadi sulit bergerak karena licinnya tempat yang dipijak itu.
"busur es : tombak es"Haris melempar tombak es, Dio tidak bisa menghindar karena licinnya es.

   "aaa....kau hebat mengeta-huinya ris, memang dalam dimensi ini pergerakanku lebih cepat tapi tubuhku dapat diserang disini, tapi kau terlambat sebentar lagi tubuhku yang asli pulih, berhati - hatilah"Dio mati tertusuk tombak es yang dilempar Haris.

*****

    "hei, Alex dimana Haris dan Olivia"panggil Radit yang baru datang bersama Sarah
"mereka sedang melawan bayangan Dio yang lain, mereka menyuruh kita untuk mencari Dio yang asli, nanti mereka akan menyusul"ucap Alex menjelaskan pada Radit dan Sarah.

    Di saat yang sama matahari mulai muncul perlahan - lahan, tapi tak mudah menemukan Dio, akhirnya mereka memutuskan untuk berpencar. sementara itu Haris dan Olivia sedang dalam perjalanan.

   Olivia bingung dengan perilaku Dio yang mereka lawan karena sebelum mati dia melihat Dio tersenyum, senyuman itu bisa berarti senang atau juga sebaliknya.

   "apa yang kamu pikirkan via ?"
"tidak kok, tidak ada apa – apa kok ris"
"sudahlah ayo cepat kita harus bertemu dengan yang lainnya"Haris dan Olivia mulai mempercepat langkah mereka agar lebih cepat bertemu dengan yang lainnya.
"hya... hujan meteor"

Teng...!
    Pedang Haris kembali beradu dengan milik Dio, Dio segera mundur begitu juga Haris karena meteor mulai mendekat.

    "ini gawat, busur es : jarum es"Haris melempar sebuah jarum ketika diudara jarum itu berlipat ganda, jarum es dan meteor beradu namun meteor masih belum hilang karena jarum es hanya berhasil mengikis setengah dari bagian meteor.

The Magic Crystal[revisi]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang