Reyhan menunggu dengan sabar lift yang sedang berjalan turun dari lantai lima. Hari ini ia ingin bermalam mingguan, ia sengaja tidak mengabari pacarnya. Ia ingin membuat surprise karena sudah dua minggu mereka tidak bertemu. Reyhan bersandar pada dinding sambil memainkan ponselnya.
Suasana lobby apartemen yang sepi membuat suara sepelan apapun tertangkap telinganya. Ia mendengar suara orang berbincang mendekat ke arahnya. Reyhan mengangkat wajahnya dari layar ponsel, ia mengenal suara cewek yang sedang tertawa lepas dengan cowok berwajah tidak asing di matanya. Walaupun ia tidak mengenal cowok itu, tapi ia pernah bertemu satu kali. Pertemuan yang bisa dibilang tidak baik, cowok itu melabraknya karena menuduh dirinya berselingkuh dengan kekasihnya dulu.
Lala, cewek yang merupakan kekasihnya menatap dirinya dengan tatapan tidak percaya, sementara Reyhan masih termangu dengan munculnya si tukang fitnah, cowok yang berada di samping Lala. Ia khawatir pertemuan kali ini akan membawa kesialan tersendiri untuknya, entah sudah berapa kata cacian dan makian yang cowok itu lontarkan untuknya dikarenakan ia telah berpacaran dengan kekasih Reymond satu tahun lalu.
"Lala?" panggil Reyhan dengan alis mengernyit, lalu pandangan Reyhan beralih pada cowok di sebelah Lala yang tangannya masih melingkar dipinggang Lala. Lala segera menjauhkan dirinya dari cowok tersebut. Reyhan bertanya pada Lala. "siapa dia?"
"Dia bukan siapa-siapa. Aku bisa jelasin ini." jawab Lala yang kini sudah berpindah di sebelah Reyhan. Merasa tersudut, Reymond tidak tinggal diam.
"Lo lagi, lo lagi. Hobi banget lo ya jadi PHO?" hardik Reymond gusar, ia mendorong Reyhan hingga membentur dinding. Reyhan tak mau kalah dan mendorong tubuh Reymond.
"Dia itu pacar gue, Anjing!" lanjutnya.
"HA! Tapi ini cewek gue! Dan dia nggak ngakuin lo itu pacarnya!" Reyhan menyeringai dan menunjuk dada Reymond dengan jarinya. Reymond menoleh pada Lala untuk meminta pengakuan.
"Lala, bilang sama dia kalo kita pacaran."
"Kita cuma temenan. Kamu aja yang kebaperan." Lala menjawab sambil melirik Reyhan sekilas. Reyhan juga sedang menatap Lala seperti menunggu jawaban darinya.
"What?" Reymond berkata setengah berteriak, Reyhan tersenyum mendengar jawaban Lala. Ia menang.
"See? Udah jelaskan kalo lo itu bukan siapa-siapa? Emang lo nggak bisa ya, cari mangsa lain selain cewek gue?"
"Kita udah jadian tiga bulan." Reymond mengacungkan tiga jarinya ke depan wajah Reyhan lalu Reymond menoleh pada Lala. "Lala, kamu jangan bohong."
"Gue sama dia udah pacaran tujuh bulan." Reyhan menyela. Mendengar itu, Reymond menatap Reyhan tajam.
"Lo tuh selalu PHO! Dulu lo juga kan yang bikin gue sama Dea putus?!" Reymond berteriak marah sambil mengangkat kerah kaus Reyhan. Reymond emosi.
"Gue bukan PHO!" ralat Reyhan. Reymond mengepalkan tangannya hendak memukul Reyhan. Reyhan sudah bersiap untuk menyambut pukulan Reymond.
"Stop! Jangan berantem, ayo pulang. Kita selesaiin di rumah." Lala menengahi dengan menyelipkan tubuhnya diantara mereka berdua. Ia membujuk Reyhan untuk tidak melayani Reymond. Reymond yang tidak suka Lala membela Reyhan gusar dan protes.
"Lala! Kamu lebih pilih cowok ini?!"
Lala tidak menjawab dan menarik tangan Reyhan untuk menjauh dari Reymond. Reymond yang diacuhkan marah dan menendang pintu lift. Ia sudah tidak mengerti lagi dengan situasi ini. Situasi yang selalu menguntungkan cowok yang dibela Lala, entah siapa namanya. Cowok itu juga yang dulu dipilih Dea ketimbang dirinya. Ia tidak tahu apakah ini kebetulan atau memang dirinya yang selalu sial.
KAMU SEDANG MEMBACA
THREE REY
Teen FictionReyes-Reyhan-Reymond. Tiga cogan SMA Xavier School yang berpredikat untouchable. Tiga cowok ini pelit bicara dengan makhluk bergender cewek, namun seiring waktu penilaian mereka tentang cewek berubah setelah kehadiran Queenta Clarissa, cewek aksel y...
