Bersembunyi di balik jarak
Mengintip tiap-tiap jejak
Tak pernah luput seincipun kemana kau berpijak
Dengan hati yang terisak-isak
Batin yang terus berteriak
Aku tetap menyikapinya dengan bijak
Tanganmu tak bisa lagi ku genggam
Seperti dulu kita berjalan di bawah langit malam
Senyummu tak bisa lagi ku ingat
Di kepalaku yang ada hanya ada gelap dan pekat
Jauh setelah kepergianmu
Kau lupa membawa sesuatu
Kini ia ada dalam sudut ruang kamarku
Menemaniku saat sepi dan sendu
Bayanganmu
KAMU SEDANG MEMBACA
Jejak Sajak
PoetryDi tiap-tiap jejak ku abadikan kau di tiap bait-bait sajak. Di tiap inci yang ku dera, di secarik kertas kau ku tera. Tentang luka perih menganga, kekecewaan yang melanda hingga remuk lebam menyelimuti dada. Seperti secangkir kopi yang ku seduh, pah...
