Logan Jhanson merasa tersaingi, dia menyukai karyawan baru bernama Victoria Collins, Ezra diaggap menjadi hambatan mendekati Victoria, ia menunggu Victoria menyelesaikan pekerjaanya.
Ezra meninggalkan ruang kerjanya, diam-diam Victoria mengikuti Ezra dari belakang, langkah kaki membawanya ke atas gedung, di intipnya dari balik pintu.
"Jadi disini tempat tongkrongan Ezra, pantesan mobilnya selalu stay saat jam makan siang." Victoria berbicara sendiri mengintip dari balik pintu, ternyata Logan mengikuti mereka berdua.
"Victoria, begitu sukanya kamu dengan Ezra? Sampai kamu harus mengikutinya, aku harus berbuat sesuatu, Victoria hanya milik ku seorang!" Ucap Logan dalam hati.
Ezra menatap di sampingnya seperti merasakan kehadiran Arianne di dekatnya, tersenyum pahit, menutup tempat bekalnya, menengok ke belakang, Victoria langsung menutup pintu.
"Gawat Ezra melihatku, bagaimana ini."
Victoria tidak dapat bergerak, panik mendengar langkah kaki Ezra mendekat. Ezra membuka pintu, Victoria langsung mencium bibir Ezra, Logan terbelalak melihatnya. Victoria mendorong Ezra keluar, menutup pintu kembali, tanganya menarik kuat baju Ezra. Cukup lama mereka berciuman, Victoria melepaskan ciumannya.
"Sudah puas belum menciumku?" Ucap Ezra menghapus bekas ciuman Victoria di bibirnya.
Victoria tidak menjawab, menunduk sambil memainkan kukunya.
"Tolong minggir, kamu menghalangi jalanku." Ucapan Ezra yang dingin, Victoria bergeser sedikit.
Besoknya setiap ketemu Ezra, Victoria menjadi salah tingkah.
"Ra." Panggil Emma, Ezra menengok.
"Kamu di suruh gantikan bos rapat tuh, katanya sih lagi tidak enak badan." Emma menyampaikan pesan bosnya ke Ezra.
"Aduh aku malas banget, kamu saja Em."
"Aku tidak bisa, aku ada janji sama teman ku." Emma menolaknya karena ada janji sama temannya.
"Biar aku saja." Ucap Victoria rela mengantikan tugas Ezra.
Ezra dan Emma menatap Victoria bersamaan. "Yakin kamu mau Vic?" Ucap Emma agak sedikit cemas.
"Aku mau kok, lagian aku free." Ucap Victoria dengan senang hati.
"Bagaimana Ra?" Tanya Emma menatap Ezra mengangkat alis kirinya.
"Aku akan mengawasi dia." Ucap Ezra, Emma mengangkat jempol kanannya. "Good luck!"
Ezra menunggu di luar ruang rapat sambil memainkan ponselnya, Logan duduk di sampingnya. "Lagi nunggu siapa Ez?" Tanya Logan pura-pura tidak tau.
"Victoria." Ucap Ezra singkat.
"Lagian dia sudah besar masih di tungguin."
"Ceritanya ada yang lagi ngusir?" Ucap Ezra tau maksud Logan.
"Bukannya begitu, kasihan anak kamu di rumah menunggumu."
"Sudah aku kabarin barusan." Ucap Ezra masih sibuk dengan ponselnya.
Victoria keluar dari ruang rapat, Logan menjatuhkan kepalanya di pundak Ezra. "Hai Vic." Ucap Logan melambaikan tanganya sambil tersenyum.
"Kalian sedang ngapain?" Ucap Victoria, telunjuknya menunjuk kearah mereka berdua.
"Kamu tidak lihat kami sedang bermesraan?" Ucap Logan menghelus dada Ezra.
"EH?!"
Victoria geli melihat tingkah kedua pria di depannya, pergi dari hadapan mereka. Ezra bangkit dari duduknya, membuat Logan terjungkir ke samping, kepalanya terbentur pelan ke lantai. "Gila Ez gara-gara kamu kepala ku terbentur." Ucap Logan mengusap kepalanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Prison Love [On Going]
Romance[ Adult - Romance - Humor ] Ezra harus membayarkan utang ayahnya, bekerja sebagai pegawai tetap di bank dan model freelance tidak cukup melunasi utang ayahnya. Jennifer sebagai direktur majalah dewasa tertarik dengan Ezra mejadikan pria itu sebagai...
![Prison Love [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/122728966-64-k411630.jpg)