Perasaan mudah lelah dirasakan Victoria selama 6 minggu, belakangan ini ia tidak sekuat biasanya dan mudah merasa cepek meskipun ia melakukan aktivitas-aktivitas sederhana yang tidak terlalu berat.
Ezra diangkat menjadi auditor tempat dia bekerja, dia di tugaskan ke luar kota selama 2 minggu. Meminta Carlina menginap di rumah, menjaga istrinya selama tidak berada di rumah.
"Hati-hati ayah, cepat kembali." Daniel memeluk ayahnya sebelum ayahnya memasuki taksi, Victoria terlihat tidak senang suaminya keluar kota. Taksi meninggalkan rumahnya, melaju menuju airport.
Gejala morning sickness yang Victoria rasakan tiap bangun tidur, merasakan mual dan muntah-muntah, Carlina membuatkan minuman herbal untuk meredakan mual dan muntah kakaknya. Tapi penyakit Victoria malah bertambah parah, dia merasakan kram yang luar biasa di perutnya, Carlina menyarankan kakaknya berobat ke dokter tapi dia takut, dan dia mau ke dokter asal bersama dengan suaminya.
Kruk kruk kruk
Perut Victoria berbunyi keras, padahal dia baru saja makan nasi merah, sayuran dan ikan, baginya itu tidak cukup, Aurelie dengan senang hati memasak masakan enak buat menantunya yang cantik, tubuh Victoria terlihat sedikit membekak dengan cepat, akibat aktifitasnya hanya makan dan tidur.
Setiap menjelang tidur ia selalu mengnyilang kelender dengan spidol, menghitung kepulangan suaminya yang tinggal 3 hari, dia tidak sabar. Kabar buruknya yang terjadi, besok paginya tubuhnya panas tinggi, flu, pusing, dia menolak di rawat di rumah sakit. Aurelie menelpon dokter ke rumah, dokter pun datang memeriksa kondisi Victoria, ia memberikan obat di tambah vitamin C di minum secara teratur tiap pagi dan malam.
Ezra pulang cepat setelah mendengar istrinya sakit, dia meninggalkan kopernya di ruang tamu segera menemui istrinya, di ciumnya kening istrinya dengan lembut, membujuk Victoria ke dokter untuk memastikan kalau kondisi istrinya baik-baik saja, Victoria tersenyum dan menuruti perkataan suaminya.
***
Ezra menunggu hasil pemeriksaan dokter, istrinya berjalan mendekati suaminya, dokter tersenyum ke arah Ezra memberikan ucapan selamat, wanita yang cantik duduk di sampingnya sedang mengandung, perasaan bahagia Ezra rasakan sekarang, mencium pipi istrinya di depan dokter, dokter memberikan beberapa macam vitamin buat sang ibu dan janin di dalam kandungan agar tetap sehat.
Keduanya menuju rumah, memberitahukan kabar baik ke keluarga besarnya. Daniel tidak sabar sebentar lagi akan mempunyai adik, dia tersenyum, mendekat ke arah Victoria dan di peluknya.
"Selamat ya mama, tolong jaga dengan baik adik Daniel." Ucap Daniel
"Tentu sayang." Victoria mencium pipi anak tirinya, sambil tersenyum.
Umur kandungan Victoria hampir menginjak bulan ke 9, Tommy menyiapkan kamar khusus untuk kelahiran cucunya, bersama Ezra menghias kamar itu sebagus mungkin, perut Victoria semakin membesar, kesusahan berjalan menuju kamar yang sudah di siapkan ayah mertuanya.
"Bagus sekali kamarnya." Puji Victoria, mengagetkan Tommy dan Ezra yang sibuk memasang tempat tidur bayi.
"Sayang bukannya kamu istirahat, malah kesini." Ezra meninggalkan pekerjaanya, menghampiri istrinya.
"Aku tidak bisa beristirahat, dari tadi anak mu menendang terus." Victoria menghelus perutnya.
"Yaudah ayo istirahat bersama, Ezra tinggal dulu ya ayah."
"Oke nak."
Ezra membimbing istrinya pelan-pelan menuju kamar, Victoria naik ke atas tempat tidur. Suaminya tidur di sampingnya, suaminya menarik selimut menyelimuti badannya, menjelang pagi Victoria kebangun merintih kesakitan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Prison Love [On Going]
Romance[ Adult - Romance - Humor ] Ezra harus membayarkan utang ayahnya, bekerja sebagai pegawai tetap di bank dan model freelance tidak cukup melunasi utang ayahnya. Jennifer sebagai direktur majalah dewasa tertarik dengan Ezra mejadikan pria itu sebagai...
![Prison Love [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/122728966-64-k411630.jpg)