Song: Shi Fou Wo Zhen de Yi Wu Suo You (Apakah aku sungguh tidak punya apa-apa) by Dave Wang
******************************************
Hello semuanya The Beauties of HAN Dinasty part 19 is coming out!!! Moga like ya.... Beberapa part lagi akan masuk babak Zhi er menikah dengan Liu Bang karena sebuah alasan........
So simak terus ya dan tap VOTE kalau kalian suka!!!
Maaf kalau ada kata-kata typo dan terimakasih!!! Bye, Zai jian and Asssalamuailaikum folks!!!
**********************************
Pagi hari itu Zhi er menggeliat dan terjaga dari tidur panjangnya yang kini membuatnya merasa lebih segar, rasa lelah yang menerpa pun sudah meninggalkan dirinya.
Zhi er mendudukkan badannya menengok sekeliling lalu merenggangkan otot dan tulang-tulang tangannya lalu mencoba mengingat kejadian semalam yang membuatnya hingga berakhir di kamarnya sendiri.
Gadis bermarga Lü itu menghela napas panjang saat ingatan memori membawanya mengingat saat Liu Bang membopongnya dengan paksa. Liu Bang memang pria yang bisa membuatnya tak kuasa untuk memberontak kalau dirinya sudah berkehendak.
Tetapi berbeda dengan kejadian semalam itu, Zhi er merasa Liu Bang sangat mempedulikan dirinya, pria dengan kelemah lembutan itu sepertinya tidak pernah berhenti mengkhawatirkannya.
Entah sadar atau tidak, sejenak Lü Zhi mengulas senyum tipis memikirkan sosok Liu ge ge yang begitu baik dan hangat.
Sesekali Zhi er mengusap kedua matanya lalu bangkit dari ranjang pergi mendekat ke meja untuk mengambil sisir merapikan rambut panjangnya yang sedikit kusut dan berantakan.
Saat baru menghadap cermin, Zhi er melihat bekas luka lecet di keningnya sudah di obati dengan obat herbal.
Tangannya bergerak sendiri mengusap bekas luka itu sembari berpikir pasti Xiang Yu yang mengoleskan obat itu.
Zhi er tersenyum tersipu-sipu sendiri, memikirkan betapa peduli dan sayangnya Xiang Yu terhadap dirinya.
" Bahagia itu adalah saat ada seseorang yang terus memberikan kasih sayang pada kita", pikir batin Zhi er yang sedang berbunga-bunga.
Setelah itu Zhi er buru-buru pergi membersihkan dan merapikan diri untuk segera bertemu dengan Xiang Yu karena merasa sudah merindukan pria kekar itu setelah setengah hari kemaren tidak bertemu dengannya.
Tidak butuh waktu lama untuk seorang Lü Zhi merapikan dirinya karena memang selama ini gadis muda belia itu tidak pernah ribet dan juga tidak terlalu mementingkan penampilan yang selalu harus sempurna layaknya gadis-gadis di kala itu yang pada umumnya adalah perempuan dengan kelemah-lembutan dengan segala hal untuk melengkapi kemolekan masing-masing untuk membuat pangling mata lelaki.
Berbeda dengan seorang Lü Zhi, ia bahkan tidak begitu peduli dengan itu semua dan selalu menjadi dirinya sendiri tanpa berniat untuk mengubah penampilan.
Begitu selesai mandi dan berjalan keluar dari kamar mandi, meraih pakaian baru dan pelan-pelan melilitkan han fu yang panjang menjuntai, membungkus tubuh bahenolnya.
Lalu pelan-pelan melangkah menghadap cermin untuk menyisir, mengikat rambutnya seperti gaya rambut perempuan pada umumnya di era Kekaisaran Qin dimana bagi yang masih gadis dengan rambut panjang yang akan di ikat atau di bentuk sesuai keinginannya sendiri tetapi hanya sebagian saja yang diikat ke atas kecuali kalau sudah menikah baru seorang perempuan boleh bebas mengikat atau menyanggul seluruh rambutnya.
Begitu selesai dengan rambutnya yang panjang itu, Zhi er bercermin sejenak dan memutarkan badannya sekali putaran dan kembali menghadap cermin lalu tersenyum tipis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love, Tears & Desire
Fiksi SejarahBUKAN NOVEL TERJEMAHAN! Liu Bang, namanya.... Dia adalah seorang panglima perang Kerajaan Chu yang digadang-gadang memiliki masa depan karir militer yang cerah. Ambisinya setinggi langit. Dia bahkan berikrar ingin melengserkan Kekaisaran Qin dan me...
