Song : Never Enough
Sikap Zhi er yang jauh dari kata ramah membuat bocah yang dipanggil Jian Ying sebagai adik itu menciut seketika, tak berani lagi bersuara.
"Jian Ying... Mengapa kau menggendongnya? Kau adalah Pangeran Mahkota dan dia hanya lah seorang pangeran biasa,"
Cibir Zhi er menegur Jian Ying yang masih saja tidak melaksanakan perintah malah tetap bersikukuh menggendong sang adik. Jian Ying ini tidak pernah mau patuh hanya dengan sekali diperintah. Selalu begitu.
"Status kalian jauh berbeda seperti langit dan bumi. Jadi ibunda perintahkan turunkan dia sekarang juga!!!" Tukas Zhi er memerintah lagi, kali ini tak terbantahkan.
Jian Ying menautkan alisnya yang kini menjadi hitam dan tebal, setebal alis Kaisar Gaozu. Bocah tampan itu heran dan tidak terima disuruh menurunkan adiknya.
"Barusan Ru Yi terjatuh dan lututnya terluka, ibunda. Jian Ying kasihan padanya. Jian Ying ingin membawanya pulang agar segera diobati oleh ibundanya,"
Jelas Jian Ying berterus-terang.
Ya, sang adik yang dimaksudkan ini adalah Pangeran Ru Yi, putra serta pangeran kedua Kaisar Gaozu. Pangeran Ru Yi dikandung Qi Yi tidak lama setelah wanita itu mengalami keguguran. Tahun ini, Ru Yi genap berusia tiga tahun. Sama seperti Jian Ying, Ru Yi adalah seorang anak kecil yang pintar, ceria, polos dan tentunya mewarisi ketampanan Kaisar Gaozu.
Ru Yi yang boleh disebut sebagai keturunan campuran Han dan Persia ini berkulit sedikit lebih cokelat dan bermata lebih besar daripada Jian Ying yang murni keturunan oriental tulen.
"Bukankah ibunda selalu mengajarkan Jian Ying untuk menjadi anak baik? Sekarang Jian Ying sudah menjadi anak baik, bunda," pungkas Jian Ying lagi. Bukannya takut dan segera menurunkan Ru Yi, Jian Ying malah membanggakan diri. Mungkin saja, sang ibunda akan berubah senang mendengarkannya dan kemudian membiarkan dirinya menggendong Ru Yi pulang, begitu Jian Ying berpikir.
"Tidak ada alasan untuk sebuah perintah, Jian Ying. Mau ditaruh kemana kewibawaanmu jika kau menggendong seseorang yang statusnya lebih rendah daripada dirimu?"
Zhi er menggeram kesal atas tingkah bengal Jian Ying yang ditegur bukannya menurut malah tanpa berdosanya membantah terus-menerus.
"Ibunda, Ru Yi adalah adikku... mengapa ibunda berkata seakan Ru Yi bukan lah bagian dari keluarga kita? Jian Ying sudah menjelaskan alasan mengapa Jian Ying menggendong Ru Yi tetapi ibunda malah marah-marah,"
Sahut Jian Ying memprotes sekaligus mencoba berlogika dengan sang ibunda.
Zhi er gusar, ia mendengus. Jian Ying bahkan dengan sangat lancang memulai argumen dengan ibundanya sendiri hanya karena seorang Ru Yi yang lahir dari perut wanita kejam yang pernah nyaris membunuhnya lewat tangan para pembunuh saat masih di Kerajaan Silla Bersatu. Zhi er pun berpikir, sepertinya setelah detik ini, dirinya harus mendoktrin Jian Ying agar tidak terlalu tendensius terhadap Ru Yi.
Mei Ting tahu Zhi er sedang menahan kekesalannya yang mulai menekan. Mei Ting pun berjalan menghampiri Jian Ying dan mencoba menarik Ru Yi turun dari punggungnya, "Menurutlah, Pangeran Mahkota!!! Semua orang sudah tahu jika anda adalah anak baik. Tapi jangan lupa anda adalah Pangeran Mahkota, Pangeran yang paling mulia di Kekaisaran Han maka turunkan Pangeran Ru Yi sekarang juga. Biarkan para hamba yang menggendongnya pulang,"
Celetuk Mei Ting membujuk Jian Ying seraya berusaha menarik Ru Yi.
"Enyah!!! Ru Yi tidak mau turun. Ru Yi mau digendong Jian Ying!!!"
Teriak Ru Yi yang bersikeras enggan dipisahkan dengan Jian Ying. Dengan pintarnya, Ru Yi mengencangkan pelukannya di leher Jian Ying dan menyilangkan kakinya yang pendek itu menempel lebih erat lagi pada kakaknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love, Tears & Desire
Fiction HistoriqueBUKAN NOVEL TERJEMAHAN! Liu Bang, namanya.... Dia adalah seorang panglima perang Kerajaan Chu yang digadang-gadang memiliki masa depan karir militer yang cerah. Ambisinya setinggi langit. Dia bahkan berikrar ingin melengserkan Kekaisaran Qin dan me...
