Kise cukup tenang setelah lama menangis.
"Kise-kun, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Kuroko kemudian. Kise terdiam.
"Aku akan bercerita kalau Kurokocchi berhenti memanggilku dengan nama depanku ssu" ucap Kise lirih.
"Baik, Ryouta-kun" jawab Kuroko.
Kise sedikit tersenyum. Lalu menghela napas.
"Keluargaku mengusirku ssu, dan dia juga menolakku" ucap Ryouta mulai bercerita.
"Kenapa?"
"Aku.... Hamil" jawab Ryouta lirih. Kuroko terdiam.
"Mereka semua memintaku untuk menggugurkannya ssu, tapi aku tidak mau membunuh calon bayi yang tidak berdosa ini ssu" lanjut Kise kembali menangis.
"Aku tidak mau ssu.... Tidak mau" gumam Ryouta, Kuroko menenangkan Ryouta yang kembali menangis.
"Tenanglah, aku akan membantumu" ucap Kuroko.
"Kurokocchi" panggil Ryouta.
"Aku akan membantumu sebisa mungkin" kata Kuroko.
"Kau tidak membenciku ssu?"
"Tentu saja tidak, Ryouta-kun" jawab Kuroko.
"Kau tidak jijik padaku ssu?"
"Kenapa harus jijik, kau juga manusia kan"
"Tapi aku-"
"Tidak, apapun yang terjadi kita adalah sahabat" hibur Kuroko.
"Terima kasih Kuroko-cchi" balas Ryouta dan memeluk Kuroko.
"Jadi siapa ayah bayi itu?" tanya Kuroko, Ryouta terdiam dan menunduk. Dia berpikir untuk tidak memberitahu siapa ayah dari jabang bayi itu.
Dia membencinya, karena menyuruhnya untuk menggugurkannya.
"Aku yang akan jadi Daddynya, aku tidak akan membiarkan laki-laki itu menyentuh anakku" ucap Ryouta tidak senang dengan pertanyaan Kuroko. Matanya menatap tajam.
"Lalu apa yang akan kau lakukan?"
"Aku kan pergi jauh ssu, bersembunyi dan membesarkan anakku, aku akan bekerja untuk kehidupan kami ssu" jawab Ryouta.
"Kurokocchi?" panggil Ryouta.
"Ne"
"Tolong rahasiakan ini ssu" pinta Ryouta.
"Baiklah, aku akan merahasiakan ini dari siapapun" jawab Kuroko.
"Apa kau akan berhenti dari pekerjaan modelnya, Ryouta-kun?"
"Tentu, aku tidak mungkin membahayakan bayi ini ssu, dokter sudah mengatakan bahwa aku harus menjaganya karena masih rawan ssu" jawab Ryouta.
"Eh, ngomong-ngomong soal dokter, aku belum meminta dokter merahasiakan hal ini dari Midorima-cchi ssu" sambung Ryouta teringat.
Ia lalu buru-buru menghubungi sang dokter dan meminta merahasiakan hal itu dari Midorima.
Ryouta lega karena sang dokter berjanji untuk merahasiakan perihal kehamilannya.
"Lalu kau akan pergi kemana?"
"Entahlah ssu" jawab Ryouta.
"Hem...." Kuroko nampak berpikir.
"Bagaiman dengan desa kampung halaman ibuku?"
"Eh?"
"Memang tempatnya jauh dari kota, dan tidak seramai disini-"
KAMU SEDANG MEMBACA
Ao-Ki-Se - Complete
Fiksi Penggemarkurobas ©Tadatoshi Fujimaki alur punya saya . . Kise Ryouta, pemuda pirang yang selalu ceria, mengagumi sosok rekan tim basketnya semasa SMP, Aomine Daiki. Sosok kagum yang berubah menjadi rasa cinta. Tak ada yang tahu hubungan mereka, semua beg...
