30. Haruskah?

4.9K 484 24
                                        

⚠Usahakan vote sebelum baca oke? 😉😉😉 Vote kalian adalah semangat untukku. Comment juga ya, kritik dan saran ku terima selalu. ❤❤❤





Perlahan aku membuka mataku. Rasanya mataku berat sekali untuk bisa ku buka. Aku berusaha untuk duduk namun rasanya kepalaku sangat sakit.



"Akhh..."
Rintihku sambil memegang kepalaku.

Jungkook yang sedang duduk di sofa akhirnya menghampiriku.




"Ada apa? Apa kepalamu sakit?"
Tanya Jungkook.

Aku pun mengangguk.




"Tidurlah.. Mungkin karena semalam kamu terus menangis."
Ucap Jungkook.

"Aku harus berangkat ke sekolah."
Bantahku.

"Ini sudah jam 9 pagi. Dan kita sedang ada di Samcheong-ro, tidak mungkin kita masuk sekolah hari ini."
Ucap Jungkook.

"Kenapa kamu tidak membangunkanku? Bukankah kamu juga harus sekolah?"

"Sayang.. sudahlah. Aku tidak tega membangunkanmu. Istirahat lah."
Ucap Jungkook sembari mengusap lembut kepalaku.

Aku tersenyum.
"Terimakasih Jungkook."

"Kenapa berterimakasih? Ini sudah menjadi tugasku untuk menjagamu."

Aku pun kembali tersenyum.




Jungkook mulai mendekat ke arahku. Lebih tepatnya mendekatkan wajahnya padaku. Dan...

Chuu~

Mataku terpejam saat Jungkook mulai menciumku.

Drrttt.....

Suara deringan telpon membuatku dan Jungkook saling menjauh. Kami sama-sama kaget.




"Aishh!! Mengganggu saja!"
Gerutu Jungkook.

Aku tertawa melihat ekspresi Jungkook yang terlihat kesal karena panggilan telpon itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Aku tertawa melihat ekspresi Jungkook yang terlihat kesal karena panggilan telpon itu. Dengan wajah yang masih menyisakan kekesalan Jungkook pun mengangkat telponnya.



"Yeoboseyo!"

"................."

"Aku di hotel. Ada apa?"

"................"

"Aishhh!! Sialan! Kau menggangguku Hyung! Ku pikir ada sesuatu."

"...................."

"Iya. Nanti aku datang."

"....................."

[END] Crystal Snow Pt.1Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang