Azka Zahid

22.4K 866 21
                                        

"Eh liat tuh cowok. Ganteng banget gila!"

"Iya, tapi kok mainnya ke museum ya?"

"Uh matanya bagus banget gila!"

Keadaan museum yang awalnya sepi seketika menjadi riuh hanya karena kehadiran cowok ganteng yang di bicarakan cewek-cewek di gedung museum geologi itu. Museum yang memperlihatkan hal-hal bersejarah yang bersangkut paut dengan alam, bumi juga makhluk hidup.

Cowok itu hanya diam tak perduli dan tetap melangkahkan kakinya. Beberapa menit kemudian keadaan kembali riuh. Tapi kali ini bukan karena cewek-cewek yang membisikkannya, Melainkan kedatangan kedua temannya.

"AZKAA!" teriak cowok dari pintu masuk sambil melambaikan tangannya pada orang yang dipanggilnya.

Azka membalikkan badannya untuk melihat siapa yang memanggil namanya dengan sangat keras.

Ctak!

Suara jitakan yang sangat keras di dapat cowok yang berteriak memanggil namanya tadi.

"Lo kok malah jitak gue sih! Bukannya peluk gitu malah jitak." gerutu Farel teman Azka sembari mengelus kepalanya sesaat setelah Azka menjitaknya dengan keras. Menjitak kepala Farel adalah kebiasaan Azka jika temannya itu terlalu berisik.

"Ka, Gue sempet denger ada cowok ganteng tengkar sama cewek cantik di pintu masuk. Itu lo?" tanya Gian, temannya yang lebih pendiam jika dibandingkan dengan Farel. Tapi tidak sependiam Azka.

Bukan menjawabnya tapi ia membalikkan badannya lalu melangkahkahkan kakinya kembali menyusuri gedung museum. Kedua temannya yang sudah mengerti itu pun mengekori Azka.

"Eh ka, cewek nya kayak apa? Cantik gak? Atau seksi," celetuk Farel dengan senyum mesumnya. Selain cerewet dia juga di cap sebagai cowok mesum di sekolahnya.

"Otak lo emang gak bisa jernih bentar apa ya. Pikirannya jorok mulu," ketus Gian seperti.biasa dengan raut wajah datarnya.

Azka hanya diam. Dia tidak ingin membuang-buang tenaganya hanya untuk membicarakan hal yang tidak penting. Dan anehnya, entah apa yang membuat kedua temannya itu betah berteman dengannya. Padahal Azka sangatlah pendiam, dingin dan selalu bertampang datar. Mungkin satu alasannya. Azka sangat kaya dan pintar. Tak lupa juga tampan.

"Ka, liburan semester ini lo mau ke mana?" tanya Farel menatap Azka yang sedang sibuk membaca.

"Latian renang lah. Tiga bulan lagi kita turnamen, Jadi harus latian semaksimal mungkin," jawab Gian karena ia tau Azka tidak akan menjawab pertanyaan Farel.

Azka menghentikan kegiatan membacanya lalu menatap kedua temannya bergantian.

"Kalian ke sini cuma mau ngebacot? Bisa diem gak sih!" tekan Azka. Sebenarnya kesabaran nya sudah habis sejak tadi.

Sejak cewek tak tahu malu menabraknya dan bukan mendapat permintaan maaf, dirinya malah mendapat teriakan yang masih membekas di telinga dan otaknya. Mengingatnya membuat telinga dan kepala Azka terasa sakit.

"Huu. Azka ngamuk huu.." seru Farel menyenggol pelan lengan Azka, "Lo sih diem mulu. Awas nanti pita suaranya gak berfungsi loh. Lagian lo di anugerahi mulut ntuh buat ngomong. Bukan diem," ucap Farel menunjuk-nunjuk bibir seksi Azka.

Azka menepis tangan Farel yang mencoba menyentuh bibirnya lalu melanjutkan langkahnya tanpa membalas godaan temannya itu.

"Tuh anak gak bisa di ajak basa basi deh, Pantes jomblo," celoteh Farel yang berjalan di belakang Azka dan bersisian dengan Gian.

"Gak usah ngatain orang lain jomblo kalo sendirinya juga jomblo," celetuk Gian.

"Yaelah, Lo sendiri juga jomblo. Jadi gak usah ngatain gue juga," sahut Farel tidak mau kalah dari Gian.

AZFAR ✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang