Dulu,memang aku selalu disisimu
Tak perduli kau anggap aku ada atau tidak
Dulu,aku rela diabaikan dengan hinanya
Menunggu kau selesai dengan perempuan perempuanmu
Menunggu pesan yang tak kunjung kau balas
Menunggu sapaan dari mu
Aku selalu saja menunggu
Sebagai seorang yang pernah bersamaku
Jelas kau tau bahwa aku tak suka menunggu
Karnamu mu lah aku keluar dari zona nyamanku
Berfantasi dengan penantian yang tak jelas akhirnya
Jenuh memang rasanya
Tetapi semua seakan terbayar ketika melihat mu tersenyum
Kau tau,demi sebuah senyuman
Aku rela kau sapa hanya ketika kau butuh
Ku tau begitu bodohnya aku
Semua kulakukan,karna aku terlalu mencintaimu
Tak sanggup ku biarkan kau berlayar seorang diri melawan badai masalah
Walau ku tau setelah badai hilang
Ku kan kembali tenggelam dimasa lalumu
Kini ku benar benar diambang kesadaran
Sadar bahwa bukan aku yang kau inginkan
Cukup tau diri untuk ku berlalu
Menghilang dari setiap penantian
Ku keraskan hati ku untuk sekedar mengucap kalimat
"Maaf,kini rasaku tak lagi sama"
Hati ku menangis ketika harus mengatakan kalimat yang tak pernah ingin kukatakan
Namun,sampai kapan aku berdiam diri dengan ketidakpastian
Sampai kapan aku harus terus berjalan diatas duri
Begitu perih ketika harus mendengar mu mengatakan
Bahwa kau menyayangiku,namun begitu kecil rasa sayang mu
Bahkan hampir tak ada
Aku ingin berhenti menjadi wanita kunang kunang yang selalu ada disetiap gelapmu
Karna kusadar cahaya ku tak akan pernah cukup bagimu
Maaf aku harus pergi
Meninggalkan semua rasa yang ada
Meninggalkan semua penantian
Kini kau bukan lah prioritasku lagi
Jangan pernah menyesal
Jangan pernah meminta maaf lagi kepadaku
Sebab jika Tuhan saja mampu memaafkan mu
Lantas apa yang harus kusombongkan ?
Maaf,kini rasaku tak lagi sama
Selamat tinggal masa lalu ku 😩
KAMU SEDANG MEMBACA
In My Solitude
PuisiNada lembut dari setiap kata yang kau ucap masi melebur dan mengalir didenyut nadiku
